
"Mami sangat merindukan mu, sayang," ucap Mami Erna.
"Mia juga, Mi," balas Angga.
"Kita duduk dulu yuk sayang!" Mami Angga mengajak Azmia duduk di sofa ruang tamu.
Azmia duduk di samping Mami Erna.
Setelah mempertemukan ke dua wanita kesayangannya Angga memilih untuk ke kamar, supaya mereka lebih bebas mengobati ke rindukannya.
"Bagaimana kabar mu, sayang?" Mami Erna mengelus lembut kepala Azmia. Dulu saat Azmia kecil Mami Erna selalu memberikan kasih sayang yang penuh untuk Azmia. Meskipun Azmia adalah anak angkat keluarga Pranata, tapi tak membuat Erna jijik pada Azmia justru sebaliknya Erna begitu menyayangi Azmia seperti anaknya sendiri. Erna sempat meminta Azmia pada Prabu, akan tetapi Prabu tak mengizinkan. Azmia hanya boleh di bawa nginep beberapa hari saat dia keluar kota.
Prabu adalah Adik dari Bagas -- Ayah Angga.
"Alhamdulillah Mia baik, Mi," jawab Azmia.
"Maafkan Mami waktu itu tidak bisa mencegah Prabu untuk membatalkan pernikahan kamu," ucap Mami Erna.
"Semua sudah berlalu tidak perlu di bahas lagi mungkin memang inilah takdir Mia," balas Azmia.
"Apa kamu bahagia, sayang?" tanya Mami Erna.
__ADS_1
Azmia hanya mengangguk, dia tidak bisa berkata bohong pada Mami Erna jadi dia hanya bisa memberikan isyarat.
"Sayang, jangan bohong sama Mami. Ada apa sebenarnya?" Mami tahu betul dengan sikap Azmia.
Azmia tak menjawab pertanyaan Mami Erna, dia malah langsung memeluk Mami Erna. Saat ini yang dia butuhkan adalah pelukan seorang Ibu. Sehebat-hebatnya seseorang pasti akan ada sisi lemahnya.
"Mami tidak ingin memaksamu untuk bercerita, tapi jika kamu ingin mengeluarkan unek-unek Mami siap menjadi pendengar setia mu," ucap Mami Erna sambil mengelus lembut punggung Azmia.
Saat Angga baru akan menuruni anak tangga ia melihat Azmia memeluk Maminya seperti itu, karena tidak tega melihat semua itu akhirnya Angga memilih untuk kembali ke kamar kini dia semakin penasaran dengan kehidupan rumah tangga Azmia sebenarnya. Bukan dia ingin ikut campur, tapi dia tidak tahan melihat adik kesayangannya rapuh seperti saat ini.
"Jika kamu lelah istirahatlah, sayang kamar kamu sudah bersih bibi selalu membersihkannya," ucap Mami Erna dia tidak tega melihat Azmia seperti ini meski dia bukan ibu kandungnya, tapi dia bisa merasakan bagaimana keadaan Azmia saat ini.
Azmia mengangguk kemudian melepas pelukannya. "Ayo, Mami antar ke kamar." Mami berdiri dari duduknya di ikuti Azmia mereka berjalan menuju lantai dua di mana kamar Azmia berada.
"Iya, Mi," balas Azmia kemudian masuk ke dalam kamar.
Setelah mengantarkan Azmia. Mami Erna berjalan ke kamar putranya.
"Angga," panggil Mami Erna di depan pintu kamar Angga.
"Iya, Mi." Angga membukakan pintu.
__ADS_1
"Mami ingin bicara padamu." Mami langsung masuk ke dalam kamar.
"Ada apa, Mi?" tanya Angga.
"Duduklah." Mami menyuruh Angga duduk di sampingnya. Kini Mami sudah duduk di sofa.
"Angga, apa yang sebenarnya terjadi pada Azmia?" tanya Mami Erna.
"Angga, juga tidak tahu, Mi. Azmia tak pernah cerita apapun pada Angga," jawab Angga.
"Kamu harus mencari tahu semua tentang keluarga suami Azmia," ujar Mami.
"Iya, Mi. Angga juga sudah kepikiran untuk mencari informasi tentang rumah tangga Azmia. Nanti Angga akan menyuruh Zoin itu mencari tahu semua Mami tenang saja." Angga meyakinkan Maminya supaya tidak terlalu khawatir.
"Baiklah, Mami tunggu kabar selanjutnya," ucap Mami Erna.
"Siap, kanjeng Mami," balas Angga.
Setelah itu Mami keluar kamar Angga menuju ke dapur menuju dapur melanjutkan masaknya yang tadi tertunda.
**
__ADS_1
Haii ... haii ... terima kasih sudah setia membaca cerita saya.