Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 302 Acara resepsi


__ADS_3

Setelah magrib Azmia di rias kembali untuk acara resepsi, tapi kali ini sedikit berbeda. Jika tadi pagi pengiring pengantin dari sanak saudara, malam ini Bridesmaids nya para sahabat dan para karyawan cafe.


Satu persatu tamu mulai berdatangan memenuhi ruangan. Tamu yang datang dari kalangan para pengusaha dan mahasiswa sahabat Azmia kuliah.


*


*


*


"Sekarang," ucap salah satu tim WO yang berada di ruang makeup. Dia memberi tahu Azmia bahwa sekarang saatnya Azmia ke tempat acara.


"Ok, siap, Kak." Azmia mulai berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan di bantu oleh Melia dan Karina dari sisi kanan dan kiri.


Azmia berjalan bergandengan tangan dengan Karina dan Melia. Azmia berjalan di posisi tengah-tengah Bridesmaids.


Setibanya di ruang acara Revan yang sudah sejak tadi berada di ruangan, melihat istrinya datang, ia pun langsung berjalan menghampiri pasangannya kemudian mereka melangkah ke arah singgasana.


Setelah pengantin sudah berada di singgasana MC mulai membuka acara.


'Hari ini kamu terlihat sangat cantik seperti bidadari yang jatuh dari kayangan, tapi sayang sekali yang berada di samping mu bukan aku,' batin Ardiaz sambil memandangi Azmia dari kejauhan.


"Jangan patah hati gitu kan masih ada wanita lain," ucap Derry sambil memegang bahu Ardiaz.

__ADS_1


"Lu, ngagetin gue aja," balas Ardiaz karena tadi Derry ikut mengiring pengantin, tiba-tiba sekarang sudah berada di belakangnya.


"Lagian bengong aja. Disini tuh acara bahagia jangan lu bikin galau," ujar Derry.


"Itukan bagi mereka yang bahagia, berbeda dengan gue yang berduka," balas Ardiaz. Dia berduka karena patah hati.


"Lebay, Lu. Nikmatin aja, anggap aja disini kita sedang menikmati acara party," ucap Derry.


"Ah, tetap saja beda," balas Ardiaz. Karena suasana hati yang berbeda.


"Dahlah, makan aja nih." Derry menyodorkan sepiring makanan yang sudah tersedia di meja.


"Gue udah kenyang." Ardiaz menolak makanan yang di tawarkan Derry.


*Jadi di ruangan itu tersedia meja, kursi dan di setiap meja itu di sediakan makana ringan. Keluarga Bakhri sengaja menyiapkan meja, kursi supaya orang yang hadir tidak makan dengan posisi berdiri.


"Lu, mau ngucapin selamat nggak?" tanya Derry.


"Nanti saja," jawab Ardiaz.


"Jangan di pandangi terus udah milik orang," ucap Derry.


"Berisik, Lu," balas Ardiaz. Dia mulai esmosi dengan sahabatnya yang sejak tadi ngoceh terus mengganggu dirinya yang sedang fokus menatap ke arah cinta yang gagal dia raih.

__ADS_1


"Ternyata kalian di sini," ucap Melia.


"Sudah, Yang?" tanya Derry pada istrinya.


"Sudah," jawab Melia.


"Lho, Kak Diaz ada di sini juga." Karina terkejut saat menghampiri Melia ternyata di meja Melia ada Ardiaz, karena setahu dia Ardiaz tidak dapat undangan.


"Hai, Rin," sapa Ardiaz.


Karina membalasnya dengan senyuman. Kemudian dia duduk di samping Melia.


"Pasti ini ulah kalian berdua ya," bisik Karina.


"Kak Derry," balas Melia dengan bisik-bisik juga.


"Kalian ngapain sih bisik-bisik gitu?" tanya Derry.


"Kepo, ini adalah urusan wanita," jawab Karina.


"Ribet udah kalau begitu. Calon kamu mana, Rin?" tanya Derry.


"Lagi ngobrol sama rekan bisnisnya," jawab Karina. Karena memang tamu terbanyak dari kalangan pengusaha.

__ADS_1


__ADS_2