Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 364 Mulai


__ADS_3

Misi di mulai.


Pertama Revan dan Kabin mulai mencetak semua foto dirinya bersama wanita itu sebagai tanda bukti.


Kedua mereka mengecek bau parfum yang menempel di pakaian mereka.


 Ketiga cek cctv, tapi ternyata dalam rekaman cctv tak ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan Revan.


 "Van, gue yakin pasti itu Mba Kunti," ucap Kabin.


  "Ngawur aja, Lu. Memangnya Mba Kunti punya lipstik sama parfum," balas Revan.


 "Kan bisa aja dia pakai punya orang," ujar Kabin.


 "Ngaco aja kalau ngomong. Dahlah nggak usah mikir yang aneh-aneh. Hari gini masih aja percaya sama hal-hal begituan.


  "Ya aneh aja, lu pikir deh di cctv nggak ada seorang pun, tapi kenyataannya di ponsel lu banyak foto perempuan itu," balas Kabin.


 "Mungkin ada orang dalam yang merencanakan semuanya. Kita cari tahu saja secara diam-diam." Saran dari Revan, karena jika ada yang mengetahui maka akan lebih sulit menemukan pelakunya.


  "Bener juga, Lu. Kenapa gue nggak kepikiran ya." Kabin menepuk kepala yang sedikit Lola.


 "Eh, ngomong-ngomong Azmia gimana?" tanya Kabin memastikan keadaan Revan.


  "Pulang kantor gue nginep di apartemen, Lu ya?" Bukannya menjawab Revan malah balik bertanya.


  "Kenapa, Lu di usir Azmia?" Kabin balik lagi bertanya.

__ADS_1


  "Enggak sih. Gue cuma pengen balik ke rumah setelah menemukan bukti kalau gue nggak bersalah," jawab Revan.


 "Di marahin Azmia ya," ledek Kabin.


  "Jangan ngeledek." Revan memukul lengan Kabin.


****


 Di tempat lain


 Azmia berdiri di belakang jendela sambil memainkan ponselnya.


  "Tolong segera, kamu selidiki semuanya secepatnya," ucap Azmia lewat sambung telpon.


 "**********"


 "Baiklah, saya tunggu." Setelah itu Azmia menutup sambungan telponnya.


 *******


Di tempat lain


 "Si*l, siapa yang berani menghancurkan rumah tangga adek gue." Alby ngomel-ngomel sendiri.


 "Kenapa sih, Lu?" tanya Daffa saat masuk ke dalam ruangan Alby terlihat Alby sedang ngedumel kayak Mbah dukun baca mantra.


  "Bantuin gue buat cari tahu wanita ini." Alby memperlihatkan foto yang ada di layar ponselnya pada Daffa.

__ADS_1


  "Ngapain tuh sih Revan?" tanya Daffa.


  "Entahlah, sepertinya wanita itu sedang mencari masalah sama keluarga gue," jawab Alby.


  "Memangnya ngapain tuh cewek?" tanya Daffa.


 "Gue juga nggak ngerti. Revan di tanya bilangnya kagak tahu," jawab Alby.


 "Lha, emang ceritanya gimana sih?" Daffa yang penasaran.


 Alby pun menceritakan semuanya sesuai dengan yang Revan dan Kabil ceritakan padanya. "Begitulah ceritanya," ucap Alby setelah menjelaskan kronologi yang terjadi antara Revan, Kabin dan wanita tersebut.


  "Itu sih gi*a berani sekali dia bermain-main dengan kita," balas Daffa.


  "Pasti ada seseorang yang sangat kuat di belakang dia," ujar Alby karena nggak mungkin dia melakukan sendiri, tanpa ada imbalannya.


  "Bisa jadi seperti itu. Apa dia nggak kenal Azmia?" tanya Daffa.


  "Entahlah." Alby mengangkat kedua bahunya.


  "Jika kenal Azmia nggak mungkin dia berani mengusik Revan. Dia mau cari masalah sama keluarga Bakhri," ujar Daffa.


  "Masuk akal juga, Lu. Bisa habis dia kalau sampai Pak Ari tahu putri kesayangannya di usilin," balas Alby.


  "Nah, itu. Orang yang ceroboh bermainnya salah lawan. Gue yakin Azmia pasti bisa nggak akan tinggal diam," ucap Daffa.


  "Kok lu yakin gitu," balas Alby.

__ADS_1


 "Iyalah, lu kan tahu sekarang Azmia itu siapa. Pasti banyak banget bodyguardnya. Mana mungkin Pak Ari nggak punya mata-mata untuk mengawasi putrinya," ujar Daffa.


  "Bener juga sih." Ucapan Daffa ternyata masuk akal juga.


__ADS_2