Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 340 Undangan


__ADS_3

"Revan, lu ngapain kesini?" tanya Daffa saat ingin masuk ke butik pernapasan dengan Revan yang ingin masuk juga ke butik.


"Kak Daffa ngapain?" Bukannya menjawab Revan malah balik bertanya.


"Jemput Karina," jawab Daffa.


"Ya sama Revan mau jemput Azmia," ucap Revan.


"Oh, yaudah yuk!" Daffa membuka pintu kemudian mereka berdua masuk bareng langsung menuju ruang ganti karena para wanita sudah memberi tahunya.


"Assalamualaikum," ucap Revan saat tiba di ruang ganti terlihat Azmia sedang duduk di kursi.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia.


"Kalian kok bisa barengan gitu?" tanya Azmia saat melihat Revan dan Daffa masuk bersama.


"Tadi ketemu di depan," jawab Revan.


"Karina mana, Mi?" tanya Daffa.


"Ada di dalam, Kak," jawab Azmia.


"Karina ngapain ke sini, memangnya Kak Daffa sama Karina mau nikah?" tanya Revan.


"Entahlah, Mia juga nggak tahu, tadi setelah pulang kuliah tiba-tiba Karina langsung ngajak kesini," jawab Azmia.


Azmia dan Revan langsung menatap ke arah Daffa.


"Jangan nanya ke gue. Gue juga nggak tahu, tadi Karina cuma bilang setelah pulang kerja di suruh jemput dia ke sini," ucap Daffa.


Tak berselang lama Karina keluar dari ruang ganti. Semua mata langsung menatap ke arahnya dengan penuh pertanyaan.


"Biasa aja dong lihatnya," ujar Karina sambil berjalan menghampiri yang lain.

__ADS_1


"Jelaskan ke kita." Azmia langsung buka suara.


"Iya, nanti kita sambil makan saja ya di restoran yang tak jauh dari butik. Melia sudah ada di sana," ucap Karina.


"Baiklah." Semua berdiri dari duduknya berjalan keluar dari butik menuju cafe.


Sesampainya di restoran mereka langsung menghampiri Melia yang sudah lebih dulu tiba.


"Sudah lama menunggu ya," ucap Karina saat tiba di meja Melia dan Derry.


"Mari duduk!" Derry mempersilakan Azmia dan yang lain duduk.


"Kalian berdua saja?" tanya Karina.


"Enggak kita sedang aja janji dengan seseorang jadi sekalian biar kita semua ngumpul bareng," jawab Melia.


"Oh, kita ganggu nggak?" tanya Azmia.


"Enggak kok, justru kalau rame lebih seru," jawab Derry.


Sambil menunggu pesanan datang mereka ngobrol-ngobrol santai. Tak lama orang yang di tunggu pun datang.


"Sorry lama," ucapnya.


"Kak Diaz," ucap Karina saat melihat seseorang yang datang.


"Hai ... Rin," sapa Ardiaz.


"Hai ... juga, Kak," balas Karina.


Sebelum duduk bergabung Ardiaz menyalami teman-teman terlebih dahulu.


"Siapa tuh," sindir Karina.

__ADS_1


"Oh, iya kenalin. Ini Delis calon gue." Ardiaz memperkenalkan Delis pada para sahabatnya. Delis pun menyalami satu persatu orang yang ada di meja nomor sebelah.


"Kapan nih?" tanya Derry.


"Tunggu bentar!" jawab Derry kemudian merogoh tasnya mengambil sesuatu.


"Nih, buat kalian semua. Jangan lupa dateng," ujar Ardiaz.


"Undangan." Semua langsung melongo saat melihat Ardiaz meletakkan beberapa undangan di atas meja.


"Iya, Lu kan tadi nanya kapan gue nikah, jawabnya ada di situ," balas Ardiaz.


"Bercanda, Lu," ucap Derry.


"Baca aja," balas Ardiaz.


Derry langsung mengambil satu undangan kemudian membukanya. "Beneran woi," ujar Derry setelah membaca undangan yang di berikan Ardiaz.


"Kok, Kak Diaz nggak bilang-bilang sih, tiba-tiba udah mau nikah aja," ucap Melia.


"Gimana mau kasih tau, orang kagak ada acara-acara apapun sebelum pernikahan," balas Ardiaz.


"Lalu?" Melia yang tak percaya.


"Jadi kemarin saat acara silaturahmi pertemuan antar keluarga para orang tua kita langsung menentukan tanggal pernikahan tanpa harus tunangan terlebih dahulu," jawab Delis menjelaskan pada Melia.


"Oh, begitu. Jadi pacaran setelah halal saja ya," ucap Melia.


"Iya, Kak," balas Delis.


"Panggil saja, Meli. Berasa tua aku kalau di panggil, Kak," ucap Melia sambil tertawa kecil.


"Emang, Lu udah tua kali, Mel," balas Ardiaz.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan pada ngomongin umur gue jadi merasa gimana gitu," sahut Daffa.


Mendengar ucapan Daffa semua jadi tertawa karena di antara mereka Daffa yang paling tua.


__ADS_2