
"Mi," panggil seseorang yang baru datang menghampiri Azmia.
"Kak Diaz," ucap Azmia saat melihat orang yang datang.
** Tadi setelah menerima telpon dari Revan. Azmia langsung memberi kabar pada Ardiaz agar segera ke rumah sakit di mana saat ini dia berada. Ya korban kecelakaan tersebut adalah Mama Ardiaz.
"Bagaimana keadaan Mama?" tanya Ardiaz.
"Alhamdulillah, keadaan Tante sudah stabil sekarang lagi istirahat," jawab Azmia.
"Alhamdulillah. Bagaimana ceritanya Mama bisa seperti ini?" tanya Ardiaz.
Azmia pun menceritakan dari awal hingga akhir dia membawa Mama Ardiaz ke rumah sakit.
"Terima kasih ya, Mi. Kamu sudah bersedia menolong Mama," ucap Ardiaz.
"Sudah kewajiban kita sebagai sesama saling tolong menolong," balas Azmia.
Setelah itu Azmia memilih untuk pamit karena dia harus melanjutkan perjalanan menuju rumah Bunda.
**
Di rumah Nila
Selesai acara semua tamu undangan di persilakan menikmati hidangan yang ada.
"Van, lebih baik kamu pulang sekarang takut nanti Azmia ke rumah," ucap Bunda.
"Azmia nanti kesini Bun," balas Revan.
"Oh, begitu bagus deh. Bunda khawatir sama putri Bunda satu itu," ujar Bunda.
"Bunda tenang saja Azmia pasti baik-baik saja kok." Revan mencoba menenangkan Bundanya.
__ADS_1
"Panjang umur," lirih Revan.
"Siapa yang ulang tahun?" tanya Bunda.
"Bukan ulang tahun, Bun, tapi tuh lihat siapa yang datang," ucap Revan.
"Masya'Allah." Bunda begitu terpesona melihat Putrinya.
"Assalamualaikum," ucap Azmia sambil menyalami Bunda. Azmia datang langsung menghampiri meja Bunda yang berada paling depan.
"Wa'alaikumussalam," balas Bunda. "Duduk, Sayang. Kamu baik-baik saja, Kan?" tanya Bunda.
"Alhamdulillah seperti yang Bunda lihat," jawab Azmia dengan tersenyum manis.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa sampai ke rumah sakit?" tanya Bunda.
"Ceritanya panjang, Bun intinya sekarang Mia sudah berada di sini berkumpul dengan Bunda," jawab Azmia.
"Belum sayang kalau untuk tunangan sudah, tapi nanti setelah Dzuhur akan ada acara lagi," jawab Bunda.
"Acara apa, Bun?" Azmia yang tak mengerti karena tidak ikut hadir lebih awal.
"Ijab kabul, jadi keluarga Nila meminta agar di laksanakan ijab kabul hari ini juga untuk resepsi bisa nyusul nanti," jelas Bunda.
"Memangnya kenapa, Bun?" tanya Azmia.
"Bunda juga kurang tahu sayang. Bunda juga tadi sempat terkejut karena kami nggak ada persiapan sama sekali, kami hanya mempersiapkannya untuk acara lamaran saja," jawab Bunda.
"Mudah-mudahan acaranya lancar ya, Bun," ujar Azmia.
"Iya, Sayang. Oh, iya kamu makan dulu sana!" Bunda menyuruh Azmia agar menikmati hidangan yang disajikan.
"Mia masih kenyang, Bun," balas Azmia.
__ADS_1
***
Di rumah sakit
Setelah kepergian Azmia. Ardiaz masuk ke ruang IGD.
"Ma," panggil Ardiaz sambil memegangi tangan Mamanya.
"Azmia-Azmia," lirih Mama Irana masih dengan mata tertutup.
"Ma." Ardiaz mengelus lembut tangan Mama Irana.
Perlahan Mama Irana membuka matanya.
"Ar," lirih Mama Irana.
"Jangan banyak bicara dulu, Ma," ucap Ardiaz.
"Ar, Azmia mana?" tanya Mama Irana karena tak melihat sosok Azmia di dalam ruangan.
"Azmia sudah pulang, dia ada acara," jawab Ardiaz.
"Mama ingin bertemu dia, Mama belum sempat bilang terima kasih," ujar Mama Irana dengan nada yang masih lemah.
"Nanti Ar jemput Azmia," balas Ardiaz meyakinkan Mamanya.
Mama Irana mengangguk.
Bismillah semoga ini adalah awal kebaikan untuk kedepan, batin Ardiaz.
****
Maaf ya hanya up dikit lagi banyak acara, badan juga lagi kurang fit juga.
__ADS_1