Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 285 Ternyata


__ADS_3

Kediaman Bakhri


"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Mama Iren yang berada di depan pintu kamar Azmia.


"Sudah, Ma," jawab Azmia dari dalam kamar.


"Baiklah kalau begitu Mama tunggu di ruang tamu ya," ucap Mama Iren.


"Iya, Ma," balas Azmia.


'Bismillah, ya Allah jika memang ini adalah yang terbaik dan sudah menjadi ketentuan Mu, maka aku ikhlas untuk menerimanya,' batin Azmia sebelum keluar kamar.


"Ma, Pa," sapa Azmia saat tiba di ruang tamu.


"Kamu sudah siap, Sayang?" tanya Mama Iren.


"Iya, Ma," balas Azmia.


"Baiklah kalau begitu mari kita berangkat sekarang agar tidak kemalaman," ujar Papa Ari.


Mereka pun keluar dari rumah menuju parkiran mobil yang sudah di siapkan oleh sopir pribadi Papa Ari.


"Silakan, Tuan, Nyonya, Non!" ucap sopir sambil membukakan pintu mobil mempersilakan majikannya untuk masuk ke dalam mobil.


"Terima kasih, Pak," ujar Mama Iren.


Setelah semua masuk ke dalam mobil pak sopir mulai melajukan mobilnya menuju lokasi. Papa Ari duduk di samping sopir sedangkan Azmia dan Mama Iren duduk di belakang.


"Pak kita ke restoran seafood biasa ya," ucap Papa Ari.


"Baik, Tuan," balas Pak sopir.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit perjalanan kini mereka tiba di lokasi restoran seafood.


Mama Iren, Papa Ari dan Azmia keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam restoran mencari tempat yang nyaman untuk mereka ngobrol.


Tak berselang lama orang yang tunggu-tunggu datang.


"Assalamualaikum, maaf menunggu lama," ucap seseorang yang baru datang.


"Wa'alaikumussalam," balas Mama Iren dan Papa Ari.


"Bunda, Ayah." Azmia begitu terkejut saat melihat orang yang baru datang ternyata mantan mertuanya.


"Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Mama Iren merasa sedikit heran karena yang dia tahu baru pertama kali memperkenalkan Bunda dan Ayah Wisnu pada Azmia, tapi sepertinya mereka sudah sangat dekat.


Papa Ari dan Mama Iren tidak mengetahui jika Bunda dan Ayah Wisnu itu adalah mantan mertua Azmia, mereka berdua hanya tahu Azmia sudah pernah menikah itu saja.


"Iya, Ren," jawab Bunda Rita.


"Iya, Ri," balas Ayah Wisnu.


'Apa orang yang mau Mama dan Papa kenalkan itu putra Bunda dan Ayah berarti yang mau di jodohin sama aku ... ini nggak mungkin,' batin Azmia dia menggelengkan seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Apa kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Mama Iren menyadarkan lamuan Azmia.


"Ah, iya, Ma," balas Azmia.


"Kemana putramu, Wis?" tanya Papa Ari.


"Dia ada di belakang, sebentar lagi juga datang," jawab Ayah Wisnu. Setelah sampai Bunda dan Ayah memilih masuk duluan, sedangkan Putranya antri parkir karena ramai.


Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang datang.

__ADS_1


"Selamat malam, maaf terlambat," ucap seseorang yang baru datang.


"Malam juga, Nak," balas Mama Iren.


"Kak Revan," sambung Azmia lagi-lagi dia di buat terkejut.


Revan tersenyum kecil kemudian mengelus lembut kepala Azmia.


"Hm.m.m.m. belum halal," sindir Bunda.


"Iya, Bun," balas Revan dengan tertawa kecil.


"Coba saja Bunda dan Ayah bilang dari awal jika yang akan di jodohkan dengan Revan adalah Azmia pasti Revan sekalian aja bawa cincin," ucap Revan.


"Apa mereka sudah saling kenal, Wis?" tanya Papa Ari. Beliau memang belum tahu banyak tentang putrinya yang baru dia temukan beberapa bulan ini.


"Iya, Ri. Revan dan Azmia itu sahabat sejak SMA, tapi sepertinya bukan hanya sahabat biasa lebih tepatnya Azmia itu gebetan Revan cinta pertama Revan," jelas Ayah Wisnu.


"Wah ... berarti kita nggak salah pilih orang ya, Ma," ucap Papa Ari pada istrinya.


"Iya, Pa. Mama jadi semangat untuk melanjutkan perjodohan kita," balas Mama Iren.


"Saya juga bahagia sekali karena akhirnya Azmia kembali pada keluarga kami lagi," sambung Bunda Rita.


"Maksudnya, Rit kembali ke keluarga kamu lagi?" Mama Iren yang tidak mengerti dengan ucapan Bunda Rita.


"Iya, Ren. Memangnya kamu belum mengetahui?" tanya Bunda Rita.


"Mengetahui apa?" Mama Iren balik bertanya.


Mendengar penuturan Mama Iren yang ternyata belum mengetahui tentang Azmia. Bunda Rita langsung menoleh ke arah Azmia, kemudian berganti ke Ayah Wisnu seakan berkata bagaimana ini, apa harus di jelaskan atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2