
Ke esok hari
Setelah selesai sarapan Revan, Ayah dan Alby berangkat ke kantor. Sedangkan Azmia membantu Bunda merapikan dapur.
"Setelah ini kita ke gazebo ya, Sayang," ucap Bunda.
"Siap, Bun," balas Azmia.
"Nila, apa kamu mau ikut dengan kita berdua bersantai di gazebo?" tanya Bunda pada menantunya yang sedang merapikan meja makan.
"Iya, Bun," jawab Nila.
Setelah urusan dapur beres Bunda, Azmia dan Nila bergegas ke gazebo sambil membawa beberapa cemilan untuk teman mereka ngobrol.
"Kamu pulang hari ini, Nak?" tanya Bunda pada Azmia.
"Iya, Bun nanti sore Mia pulang, kalau Kak Revan sudah pulang kerja," jawab Azmia.
"Kenapa tidak besok pagi saja?" tanya Bunda mencoba menahan menantunya supaya tidak terburu-buru pulang.
"Besok Mia ada kerjaan di kantor, Bun. Lanjut siangnya Mia ada kelas, lalu pulang kuliah belanja kebutuhan untuk acara," jelas Azmia.
"Baiklah, kalau begitu," ucap Bunda Rita pasrah.
"Bunda tenang saja kan masih ada Mba Nila di sini, iya kan, Mba?" tanya Azmia.
Nila mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Bentar ya Bunda ada telpon," ucap Bunda kemudian berjalan agak menjauh dari kedua menantunya.
"Enak ya yang masih di perhatiin mantan dapat jatah ATM pula," sindir Nila.
"Maksud, Mba Nila apa ya?" tanya Azmia yang tak paham dengan ucapan Nila.
"Sudahlah nggak usah sok polos kamu. Saya kira kamu memang polos ya, tapi ternyata tidak." Nila menekan kata tidak dengan begitu jelas.
"Mia nggak ngerti dengan ucapan, Mba Nila," ucap Azmia.
"Azmia, Azmia semua orang melihatmu dengan pribadi yang baik, tapi sepertinya penilaian mereka salah. Orang yang di pandang baik ternyata di belakang bisa menusuk saudaranya sendiri," balas Nila.
"Aduh, Mba Nila ini ngomong apa sih, Mia beneran nggak ngerti sama sekali apa maksud, Mba Nila. To the poin saja deh nggak usah kesan-kemari bikin Azmia pusing," ujar Azmia yang mulai sedikit kesal dengan ucapan Nila yang seakan merendah dirinya.
"Ok, baiklah. Ada hubungan apa kamu sama Mas Alby? apa kalian diam-diam masih memiliki hubungan? sadar Azmia kamu sudah menikah dan inget suami kamu itu adik Mas Alby tega-teganya kamu berselingkuh dengan Kakak dari suamimu." Nila berkata dengan nada yang begitu lantang.
"Kenapa, takut Bunda tahu kalau, kamu selingkuh dengan Mas Alby. Kasihan sekali Revan tertipu dengan wanita bermuka dua sepertimu," cerocos Nila.
"Astaghfirullah, salah apa Mia pada, Mba Nila sehingga Mba Nila begitu tega memfitnah Mia." Azmia mulai meneteskan air matanya dia benar-benar nggak menyangka Nila begitu kejam.
"Fitnah kamu bilang." Nila berkata dengan tersenyum sinis.
"Asal, Mba Nila tahu ya, setelah perceraian Mia dan Mas Alby nggak ada hubungan apapun. Mba Nila tak boleh berkata seperti itu tanpa ada bukti," ujar Azmia.
"Bukti. Dengarkan baik-baik ya Azmia. Aku melihat sendiri dengan ke dua mataku, kalau kalian sedang berduaan," balas Nila yang masih bersikeras jika apa yang dia ucapkan itu benar tanpa mencari tahu yang sebenarnya terlebih dahulu.
"Kapan, Mba Nila melihat Mia berduaan dengan Mas Alby?" tanya Azmia. Dia nggak mau di jadikan tersangka tanpa bukti yang jelas karena dia merasa tak bersalah.
__ADS_1
"Jangan berlaga tiba-tiba amnesia atau jangan-jangan kalian memang sering ketemuan berdua tanpa sepengetahuan ku dan Revan," tebak Nila yang semakin kacau.
"Terserah, Mba Nila sajalah mau bicara apa percuma berbicara dengan orang yang ngomongnya berbelit-belit nggak jelas. Intinya Mia dan Mas Alby setelah perceraian kami tak ada hubungan apapun lagi. Mau Mba Nila percaya atau tidak itu terserah Mba Nila saja, Mia tidak memaksa Mba Nila untuk percaya, tapi Mia hanya ingin memberi saran pada Mba Nila, jika sikapmu seperti ini maka jangan pernah salahkan pasanganmu jika dia memilih yang lain yang lebih bisa mengerti dirinya, mau menjadi sandaran baginya saat dia membutuhkan teman untuk bersandar." Azmia yang sudah mulai kesal dengan sikap Nila. Ia pun memperingatkan pada Nila agar merubah sikapnya.
"Kamu jangan sok berkomentar tentang diriku, urusi saja dirimu sendiri," balas Nila.
"Jika tidak mau di komentari maka jangan pernah mengomentari orang lain tanpa mengenal dulu siapa orang tersebut karena terkadang apa yang kita lihat di depan tak sesuai dengan apa yang kita pikirkan," ujar Azmia dengan tegas. Setelah itu Azmia memilih untuk pergi meninggalkan gazebo.
"Sayang, kamu mau kemana?" teriak Bunda saat melihat Azmia berjalan cepat masuk ke dalam rumah.
Mendengar namanya di panggil. Azmia menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke sumber suara.
"Maaf, Bun. Mia pamit keluar dulu ya, karena barusan Nina telpon ada masalah di cafe," jawab Azmia berbohong, kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju kamar mengambil laptop dan tas kecil yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
"Loh, Non Mia mau kemana kok sendirian?" tanya Pak Satpam saat melihat Azmia ingin keluar gerbang dengan penampilan rapi serta membawa laptop di tangannya.
"Ada kerjaan mendadak, Pak," jawab Azmia dengan tersenyum ramah.
"Oh, kenapa tidak bawa mobil, Non?"
"Mia di jemput teman, Pak," jawab Azmia.
Saat mengobrol tiba-tiba ada suara klakson di depan gerbang. "Pak, itu teman Mia. Mia pergi dulu ya, assalamualaikum," ucap Azmia sambil berjalan masuk ke dalam mobil.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati, Nin," balas Pak Satpam.
"Siap, Pak."
__ADS_1
Azmia bukan menghindari masalah, tapi dia males berdebat dengan Kakak iparnya.