Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 246 Rs


__ADS_3

"Mi, kamu sudah bilang ke Bang Angga tentang ini semua?" tanya Karina.


"Belum besok aja kalau Abang pulang," jawab Azmia.


"Memangnya Bang Angga akan balik ke sini?"


"Iya, besok Abang sama Papi kembali lagi," jawab Azmia.


"Gimana ya reaksi Bang Angga jika tahu kamu adeknya Pak Ali secara Bang Angga kan sayang banget sama kamu, Mi," ucap Karina.


"Paling syok," balas Azmia.


"Tak ada angin, tak ada hujan tiba-tiba kenyataan itu bisa terungkap," ujar Karina yang masih tak menyangka tentang kenyataan yang ada pada diri sahabatnya.


"Semua sudah takdir dan rahasia Allah," balas Azmia. Jangankan Karina, Azmia sendiri pun masih tak percaya jika keluarga aslinya ternyata masih hidup.


"Kalau semua orang tahu kamu adalah putri bungsu keluarga Bakhri semua yang menghinamu akan tutup mulut, terutama si nenek gambreng tuh rasanya ingin ku cakar-cakar muka dia," ujar Karina.


Siapa yang tidak kenal keluarga Bakhri meski terlihat sederhana, tapi jangan salah dia adalah pembisnis besar.


"Siapa tuh nenek gambreng?" tanya Azmia yang tak mengerti.


"Itu istri barunya mantan kamu," jawab Karina.


"Oh, Mba Nila. Bagi aku dia itu kucluk lho, Rin," ucap Azmia.


"Kucluk gimana?" tanya Karina.


"Ya lucu aja masa mau bikin aku cemburu, kamu ingetkan kan makan malam saat itu." Azmia mengingatkan Karina beberapa hari yang lalu saat makan malam bersama Bunda.

__ADS_1


"Oh, iya. Dia pikir dia siapa, sok cantik, sok kaya, aku ragu ya Mas Alby cinta tulus sama dia," ucap Karina. Seperti peramal aja.


"Hust ... kalau ngomong suka bener," balas Azmia.


Setelah itu mereka jadi tertawa bersama.


Tanpa terasa kini mereka sudah tiba di rumah sakit.


Setelah memarkirkan mobilnya Karina dan Azmia berjalan menuju tempat antrian dimana dia dan Ali janjian.


"Assalamualaikum," ucap Azmia saat tiba di tempat.


"Wa'alaikumussalam," balas Mama Iren dan Ali bersama.


"Duduk sini, sayang!" Mama Iren menyuruh Azmia agar duduk di sampingnya.


Azmia mengangguk kemudian duduk di samping Mama Iren di ikuti Karina.


"Baru duduk tak berselang lama kamu datang," jawab Mama Iren.


"Oh, iya, nanti malam kamu harus datang makan malam di rumah karena Papa ingin bertemu dengan kamu," ucap Mama Iren.


"Apa Papa sudah pulang dari luar negeri?" tanya Azmia.


"Kemungkinan nanti sore Papa tiba di Indonesia," ucap Mama Iren. Tadi pagi-pagi sekali Mama Iren menghubungi suaminya supaya hari ini pulang ke Indonesia, tapi Mama Iren belum menceritakan tentang Azmia, beliau hanya bilang ada sesuatu yang penting yang tak bisa di sampaikan lewat handphone.


Papa Bakhri pun bersedia pulang ke Indonesia sesuai keinginan istrinya.


Setelah menunggu beberapa menit kini tiba saatnya Azmia melakukan tes DNA.

__ADS_1


"Rin, aku deh degan," bisik Azmia di telinga Karina saat mereka masuk ke dalam ruangan dokter.


"Rileks, Mi jangan tegang," balas Karina.


Selesai melakukan pemeriksaan Azmia mereka semua keluar rumah sakit.


"Ma, Mia duluan ya karena Papi menyuruh Mia untuk ke kantor hari ini," ucap Azmia.


"Iya, Sayang jangan lupa nanti malam." Mama Iren mengingatkan pada Azmia tentang acaranya nanti malam.


"Iya, Ma. Insya'Allah Mia dateng," ucap Azmia.


"Assalamualaikum." Azmia menyalami Mama Iren sebelum dia benar-benar pergi dari rumah sakit.


"Wa'alaikumussalam, hati-hati di jalan," ucap Mama Iren.


"Iya, Ma," balas Azmia kemudian berjalan menuju parkiran.


"Kamu mau aku antar ke kantor apa gimana, Mi?" tanya Karina saat berjalan menuju parkiran.


"Kamu balik aja nggak apa, nanti aku naik taksi. Apa kamu mau ikut ke kantor?" tanya Azmia menawari Karina.


"Enggak ah, aku pulang aja," jawab Karina.


"Cie ... pasti mau jalan nih sama ayang, iya kan," goda Azmia sambil menyenggol lengan Karina.


"Apaan sih, Mi," balas Karina dengan malu-malu.


"Bye aku duluan ya," ucap Azmia karena taksi pesanannya sudah menunggu.

__ADS_1


"Bye juga," balas Karina. Mereka cipika-cipiki sebelum berpisah.


__ADS_2