Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 87 Kepergian Azmia


__ADS_3

Setelah kepulangan Melia dari rumah sakit Azmia menitip pesan pada Nina agar menjaga cafe dengan baik.


Azmia sudah bertekad untuk mengisi waktu libur kuliahnya ke luar kota. Azmia pergi seorang diri, tanpa para sahabatnya, dia ingin menenangkan pikirannya yang kini terasa sangat lelah. Azmia memilih kota L sebagai tempat liburannya, dia menginap di hotel selama berada di kota L.


'Maafkan aku harus pergi tanpa pamit,' batin Azmia.


Pagi hari


Azmia mulai aktivitasnya hari pertama di kota orang. Setelah sarapan Azmia berkunjung ke pantai C menggunakan ojek karena saat ke kota L Azmia menggunakan kendaraan umum.


Sesampainya di pantai C Azmia duduk di saung yang berada di pinggir pantai, menikmati keindahan alam yang masih alami, udara yang sejuk, tempatnya juga bersih.


Azmia duduk seorang diri karena dia pergi tak seorang pun yang menemaninya.


'Semoga saja disini aku bisa melupakan sejenak kelelahan yang ku alami, semua memang takdir kehidupanku, tapi aku hanya manusia yang memiliki batas kesabaran,' batin Azmia meratapi nasibnya yang begitu malang banyak yang mencintainya, tapi nasibnya begitu memilukan.


Tak jauh dari tempatnya duduk ada seseorang yang selalu mengawasinya karena penasaran orang tersebut bergegas menghampiri Azmia.


"Gue, tinggal bentar ya," pamitnya pada sahabatnya.


"Lu, mau kemana?"


"Ada urusan bentar," jawabnya kemudian berjalan jauh dari para sahabatnya.


"Anginnya sangat sejuk ya, tenang, damai," ucapannya.


Azmia yang mendengar ada suara seseorang langsung menoleh kesamping, betapa terkejutnya ia saat melihat orang di sampingnya. Azmia memukul-mukul pelan pipinya menandakan bahwa dia tidak sedang bermimpi sengaja menjauh dari orang-orang malah ketemu orang.


"Kamu nggak sedang bermimpi, ini nyata," ucapannya kemudian duduk di samping Azmia.


"Kak Revan, kenapa ada disini, bukankah Kakak di kota Y?" tanya Azmia. Menghindari Kakaknya adeknya nongol.


"Aku sedang berlibur dan kebetulan ada salah satu teman yang rumahnya di kota ini," jawab Revan. "Kamu ngapain di sini?" Revan balik bertanya.


"Ingin mencari suasana baru saja," jawab Azmia.


"Jangan berbohong, kamu sedang ada masalah?" selidik Revan. Tidak mungkin seorang Azmia pergi sendirian kalau tak ada masalah serius.


"Tidak. Mia hanya ingin berlibur saja lelah kuliah, kerja, sesekali refreshing otak," jawab Azmia.

__ADS_1


"Mulut itu bisa berbohong, tapi matamu tidak. Mia, aku mengenal sudah sekian lama, aku tahu betul kamu jadi tidak perlu berbohong padaku," ucap Revan.


Azmia tersenyum getir.


"Apa ini ada hubungannya sama Mas Alby? apa dia menyakitimu?" tanya Revan.


Azmia hanya diam tak menjawab. Dia di bikin galau antara jujur atau diam. Jujur mengumbar aib, tapi bisa sedikit mengurangi beban pikiran nya. Diam Revan pasti akan curiga, serba salah.


"Kenapa diam, apa pertanyaan ku benar?" tebak Revan.


Azmia masih dengan mode diam.


"Mia, aku tahu kamu, jika kamu tidak ingin bercerita tidak apa. Sekarang yang terpenting jangan terlalu memikirkan hal-hal yang merugikan dirimu, belajar membahagiakan dirimu sendiri," ucap Revan.


Azmia mengangguk.


"Ayo, ikut Kakak, aku akan mengajakmu melupakan sejenak masalah mu!" ajak Revan.


Azmia mengangguk, kemudian mereka turun dari saung berjalan menelusuri pantai menikmati suasana pantai yang indah.


"Kamu mau foto?" tawar Revan


"Berdiri di situ, senyum dong." Revan memberikan arahan pada Azmia, dia seperti fotografer saja.


Azmia pun mengikuti arahan dari Revan kemudian Revan mulai memotret. Setelah itu mereka berjalan lagi, diam-diam Revan mengambil foto Azmia karena mereka jalan agak berjarak jadi membuat Revan sesuka hati mengambil foto Azmia.


Azmia berjalan sambil bermain air, sedangkan Revan berjalan di pinggir pantai.


'Andai saja saat itu aku pulang, pasti tidak akan seperti ini, aku bisa menghentikan acara pernikahan itu dan menggantikan sosok Mas Alby. Aku tahu saat ini kamu sedang terluka, kamu tak akan pernah menghindari orang-orang jika luka itu tidak sakit. Maafkan aku, Mia karena datang terlambat jika memang masih ada kesempatan untuk ku memilihmu aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia,' batin Revan sambil melihat Azmia yang tertawa lepas bermain air dengan pengunjung lain. Revan dengan setia menunggu Azmia yang asyik bermain air.


Tak lama kemudian Azmia menghampiri Revan duduk di samping Revan.


"Gimana, seru?" tanya Revan.


Azmia mengangguk. "Kak," panggil Azmia.


"Iya," balas Revan.


"Tolong jangan memberitahu Mas Alby kalau Mia ada di sini," ucap Azmia.

__ADS_1


"Kamu kabur dari rumah?" tanya Revan.


"Tidak. Mia hanya ingin memberi pelajaran saja pada Mas Alby, Mia manusia biasa Kak. Kesabaran Mia ada batasnya. Mia tak tahu harus marah sama siapa, Mia lelah dengan semuanya," ucap Azmia tanpa dia sadari air matanya mengalir tanpa permisi. Azmia duduk dengan posisi kaki di tekuk.


"Menangis lah jika itu bisa membuat hatimu tenang. Maafkan aku karena datang terlambat, tapi percayalah aku akan selalu ada untukmu. Kini aku akan menyayangi dan menjaga mu sebagai Kakakku," ujar Revan.


"Maafkan Mia karena tidak bisa menepati janji kita," balas Azmia.


"Semua bukan salahmu, sekarang yang terpenting jagalah dirimu baik-baik, jika kamu butuh sesuatu hubungi aku," ujar Revan.


"Baik, Kak," balas Azmia.


"Mia, bukankah sekarang aku ini adikmu panggil saja aku adik tampan sepertinya itu bagus," ucap Revan.


"Ah ... tidak-tidak, memalukan," tolak Azmia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mana ada panggilan begitu belum mengucap dia sudah geli duluan.


"Sekali saja, Mi," pinta Revan dengan tersenyum manis.


"Kakak," kesel Azmia. Nggak Kakaknya nggak Adiknya kalau minta sesuatu suka memaksa.


"Ayolah, Kakakku sayang." Revan terus saja menggoda Azmia.


"Nggak mau, umur Mia lebih muda," Tolak Azmia lagi.


"Ya sudahlah, kalau nggak mau, aku pergi saja, selamat menikmati kesendirian mu Kakak iparku sayang," ucap Revan kemudian berdiri meninggalkan Azmia sendiri.


'Ah ... kenapa jadi aku yang selalu terpojokkan dengan kelakuan mereka, Kakak dan Adik sama,' gerutu Azmia sambil berjalan mengikuti Revan dari belakang.


"Au," keluh Azmia karena dirinya menabrak tubuh Revan yang berhenti mendadak.


"Kakak kenapa berhenti mendadak sih," omel Azmia sambil memegang hidungnya yang sakit karena terbentur punggung Revan.


"Coba tadi pas nabrak dari depan," ucap Revan.


"Kak Revan," balas Azmia sambil memasang wajah cemberut. Dia mengutuk dirinya sendiri karena jalan tidak lihat ke depan malah menunduk sambil menggerutu.


"Bercanda, Mi jangan cemberut gitu," ujar Revan. "Kita minum es kelapa muda yuk!" ajak Revan.


"Ayo!" Azmia dengan semangat berjalan mendahului Revan.

__ADS_1


'Semoga saat ini kamu bisa melupakan masalah mu sejenak, Mi. Senyum itu akan selalu ku rindukan saat kita berpisah lagi nanti, meskipun hanya sebentar, tapi aku bahagia bisa menghabiskan waktu ku bersamamu,' batin Revan.


__ADS_2