
Saat ini hotel terlihat begitu indah dari gerbang masuk sampai ke dalam di hias dengan bunga-bunga.
Keluarga Bakhri tiba lebih dulu di hotel.
"Sayang, langsung saja masuk ke dalam kamar makeup ya yang berada di kamar nomor lima," ucap Mama Iren menyuruh putrinya agar segera masuk kedalam ruang makeup sebelum calon mempelai pria tiba.
"Baik, Ma," balas Azmia kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ruang makeup bersama kedua sahabatnya Karina dan Melia.
"Assalamualaikum," ucap Azmia saat melangkah masuk ke dalam kamar.
"Wa'alaikumussalam," balas orang yang berada di dalam kamar.
"Silakan, Dek!" MUA mempersilakan Azmia agar duduk di kursi depan meja rias.
"Tan, boleh tidak kalau pintunya di tutup takut ada yang lewat," ucap Azmia. Tante Arin saudara dari Bunda Rita seorang desainer dan MUA.
"Boleh dong, Sayang," balas Tante Arin kemudian beliau menyuruh asistennya agar menutup pintu ruangan.
**
Di lobi
Tak berselang lama setelah keluarga Bakhri tiba kini keluarga Ayah Wisnu datang di sambut Papa Ari di lobi.
"Assalamualaikum," ucap Keluarga Ayah Wisnu saat tiba di hotel.
"Wa'alaikumussalam, apa kabar calon besan?" tanya Papa Ari sambil berpelukan ala bapak-bapak.
"Alhamdulillah baik-baik," jawab Ayah Wisnu.
__ADS_1
"Sudah dari tadi?" tanya Ayah Wisnu.
"Baru sekitar lima menitan," jawab Papa Ari.
"Iren dimana, Mas?" tanya Bunda Rita.
"Ada di dalam kamar nomor delapan sedang di makeup," jawab Papa Ari.
"Yah, Bunda nyusul Iren dulu ya," ucap Bunda Rita pada suaminya.
"Iya, Bun," balas Ayah Wisnu.
***
Di kamar nomor 5
Azmia di makeup langsung oleh Tante Arin sendiri, sedangkan Karina dan Melia di makeup oleh asisten Tante Arin.
Di kamar nomor lima hanya khusus Azmia dan kedua sahabatnya, sedangkan Mama Iren, Bunda Rita serta sanak saudara di makeup di kamar nomor sepuluh.
Beda lagi dengan para laki-laki, mereka makeup di kamar nomor sebelas, khusu pria di makeup oleh MUA cowok juga.
"Calon pengantinnya mana nih?" tanya MUA karena dia belum ketemu dengan Revan.
"Nih." Ayah Wisnu merangkul bahu putranya yang berdiri di sampingnya.
"Duh, ganteng banget," ucap asisten MUA yang setengah-setengah cowok.
"Silakan!" ucap MUA yang tulen mempersilakan Revan agar duduk di kursi yang sudah di siapkan.
__ADS_1
Revan mengangguk kemudian berjalan menghampiri MUA.
Kedua mempelai sudah mulai di makeup, sedangkan yang belum di makeup mereka sibuk mondar-mandir membantu mempersiapkan sesuatu yang kurang.
Di luar hotel tempat yang akan di gunakan akad nikah sudah rapi semua menu makanan juga sudah tersaji di meja prasmanan hanya tinggal menunggu para tamu datang.
** Setelah satu jam berperang dengan alat makeup kini pengantin laki-laki sudah selesai di makeup dan sudah berganti pakaian berwarna putih. Sedangkan pengantin wanita tinggal berganti pakaian.
Tepat pukul delapan. Para sanak saudara satu persatu mulai memadati lokasi.
"Pak, penghulu sudah hampir tiba," ucap salah satu crew WO memberitahu pada Papa Ari.
"Iya, Mas siap terima kasih," balas Papa Ari. Kemudian belia mengajak Ayah Wisnu serta para saudara yang masih bersamanya. Sedangkan Revan berjalan menuju lokasi bersama Kabin.
"Bismillah," lirih Kabin sambil memegang bahu Revan yang sudah duduk di kursi pengantin.
Revan mengangguk sebagai jawaban.
*
*
*
Hayo pada penasaran ya
author juga deg degan nih.
Azmia : Thor yang mau nikah kan aku kenapa author yang deg degan harusnya aku yang nerfes.
__ADS_1
Revan : Tau tuh si author, gue yang mau ngucap ijab kabul dia yang deg degan.
Author : Eh, gue yang nulis ya jadi gue ikut deg degan. Reader aja yang baca juga ikut dag dig dug. Betul gak reader? ðŸ¤