Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 56 Kampus


__ADS_3

Hidup di dalam keluarga kaya raya, tapi tak membuat dirinya sombong. Akan tetapi sebaliknya kehidupan itu membuatnya semakin menjadi sosok yang mandiri, wanita yang kuat tidak mudah menyerah, wanita yang tangguh.


Perjalanan hidupnya seakan memberikan banyak pelajaran yang berharga hingga membuatnya menjadi sosok wanita yang luar biasa di usia yang masih muda.


"Assalamualaikum," ucap Azmia yang baru datang langsung menghampiri sahabatnya yang sedang duduk sendiri di bawah pohon mangga.


"Wa'alaikumussalam," balas Karina.


"Kamu sendirian, Rin? Melia mana?" tanya Azmia yang tak melihat sosok sahabat satu lagi.


"Iya, Mi. Melia di jemput Kak Dery," jawab Karina.


"O, iya, Mi tugas dari pak Andi udah di kerjakan?" tanya Karina.


"Alhamdulillah, udah," balas Azmia.


"Hai ... kalian ngapain berduaan di bawah pohon?" Seseorang mengejutkan mereka dari belakang.


"Udin," omel Karina.


"Kebiasaan lu, Rin suka ganti-ganti nama gue seenak jidatnya." Rabin tak terima Karina memanggilnya salah.


"Sorry, lupa," balas Karina dengan tertawa.


"Apa kabar, Mi?" sapa Robi -- sahabat Revan / Kakak kelas mereka saat SMA.


"Alhamdulillah, baik," jawab Azmia.

__ADS_1


"Tuh, cewek kayak gitu lembut. Lha ini satu astaghfirullah." Robi menunjuk kearah Karina sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku juga lembut, tapi tidak sama kamu," ucap Karina.


"Mi, ikut bergabung ya." Sebelum dia duduk, Rabin lebih dulu meminta ijin pada Azmia karena dia tau bagaimana sosok Azmia, Rabin takut Azmia tidak nyaman jika dia langsung duduk tanpa ijin.


"Silakan, Kak!" Azmia mempersilakan Rabi.


Setelah mendapat ijin dari Azmia, Robi duduk di samping Karina.


"Kabar Kabin, sama Kak Revan gimana disana?" tanya Karina.


"Dia baik, lu mau nggak vc sama mereka?" tawar Robi.


"Mau banget, cepetan!" Karina yang sudah tak sabar.


Karina membalasnya dengan tertawa cengengesan.


Robi mengambil ponselnya yang berada di tas membuka layar handphone, mencari kontak Revan kemudian dia melakukan panggilan video call.


📞 "Ngapain lu vc gue?" tanya Revan setelah mengangkat panggilan telepon Robi.


📞 "Nih." Robi memperlihatkan Karina dan Azmia.


📞 "Hai ... Kak Revan, Kabin. Apa kabar?" tanya Karina.


📞 "Hai juga, Rin. Alhamdulillah kita kabar baik," balas Revan. Kabin yang berada di samping Revan hanya ikut-ikutan saja.

__ADS_1


📞 "Assalamualaikum, Mi," ucap Revan sedikit canggung karena kenyataan yang ada.


📞 "Wa'alaikumussalam, Kak," balas Azmia dengan tersenyum kecil. Meskipun Azmia sudah mengetahui jika Revan adalah adik iparnya, tapi dia tetap akan memanggil Revan Kakak karena Revan lebih tua darinya.


📞 "Kak Revan, betah sekali disana memangnya nggak kangen Azmia?" tanya Karina, karena dia belum mengetahui semua yang terjadi.


📞 "Pasti kangen dong, apalagi dia sekarang semakin cantik," balas Revan.


Azmia yang mendengar ucapan Revan hanya tersenyum kecil, tapi ada rasa sakit dalam hatinya. Mungkin karena cinta yang tak bisa bersatu.


📞 "Cie ...." Karin menyenggol bahu Azmia.


📞 "Kak Revan, kapan pulang kesini?" Karina yang terus menerus nerocos, sedangkan Azmia hanya sesekali saja, dia lebih sibuk dengan buku yang berada di tangannya. Sebenarnya bukan membaca, tapi hanya mengalihkan kegugupannya.


📞 "Insya'Allah, akhir tahun gue pulang. Kita jalan bareng yuk!" ajak Revan.


📞 "Wah, boleh banget tuh, Kak." Karina begitu antusias.


📞 "Sudah dulu ya, gue udah mau masuk kelas nih bye," pamit Revan


📞 "Bye, Mia love you," ucap Revan kata yang harusnya tak pantas untuk di ucapkan, tapi entah kenapa keluar dengan sendirinya hati memang tak bisa di bohongi.


📞 "Bye, Kak Revan, Kabin." Karina mengangkat tangannya da-da denah Revan dan Kabin sebelum sambungan telepon di matikan.


"Kak Revan, sweet banget," ucap Karina sambil menyenggol lengan Azmia.


Azmia tak menanggapi Karina, dia justru di buat pusing dengan keadaan. Kenapa nasibnya seperti ini di cintai oleh dua orang Kakak beradik.

__ADS_1


__ADS_2