
Di kamar lain
"Gimana ya reaksi Azmia saat buka lemari," ucap Karina kemudian mereka berdua tertawa bersama membayangkan Azmia saat melihat isi lemari.
"Pasti dia syok banget itu," balas Melia.
"Kalian berdua tuh emang teman terlaknat," sahut Derry.
Setelah meninggalkan lokasi acara mereka bukannya tidur, tapi malah ngumpul lagi bertiga di kamar ngobrol bareng.
"Sesekali tak apalah, Kak. Jarang-jarang lho kita bisa ngerjain Azmia, lagi pula itu ide Bunda tuh," ujar Karina.
"Parah emang emaknya Revan," balas Derry.
"Namanya juga emak-emak," sambung Melia.
"Mel, kamu punya nggak baju harom begitu?" tanya Karina dengan tertawa kecil.
"Halah segala nanya pasti yang ada di lemari dari, lu kan?" Derry balik bertanya.
"Siapa lagi kalau bukan ulah Karina dan Azmia," ujar Melia.
"Kak Derry tahu aja, hahaha." Karina tertawa mengingat saat Melia menikah dia dan Azmia memberikan kado beberapa baju saring.
"Kado spesial itu, Mel. Kalau nggak aku beliin pasti kamu nggak punya," balas Karina.
"Biarin juga kagak punya," ujar Melia.
"Eh, jangan salah itu baju banyak manfaatnya," balas Karina.
"Wah, parah nih si Karina," ujar Derry.
"Apa sih, Kak jangan mikir macam-macam, gini-gini juga aku masih fresh, di jamin masih perawan asli," balas Karina.
Mendengar jawaban Karina. Melia dan Derry jadi tertawa.
__ADS_1
"Lagian sih tahu banget manfaat baju saring itu," ujar Melia.
"Kan aku pernah denger dari orang. Katanya baju itu bisa untuk menarik suami supaya suami betah di rumah, lagi pula nggak ada salahnya kan pakai itu untuk menggoda suami sendiri dari pada suami kita di goda yang begonoan di luar," balas Karina.
"Otak Karina udah kacau pantas saja ngebet nikah," sahut Derry.
"Kan belajar dulu sebelum di mulai, Kak," balas Karina.
"Ah, sudahlah sana kembali ke kamar. Gue sama Melia mau tidur udah hampir pagi nih." Derry menyuruh Karina agar kembali ke kamarnya.
"Ah, kalian tega banget masa aku tidur sendirian," ucap Karina.
"Itu sih DL. Dahlah jangan masang wajah begitu gue nggak akan kasihan, sono minta temenin calon lu. Lagi pula mumpung di hotel nih gue sama Melia mau itu ___." Derry tak meneruskan ucapannya.
"Ah ... Baiklah." Karina beranjak dari duduknya kemudian berjalan keluar menuju kamarnya sendiri. Sebenarnya tadi dia ingin tidur bareng Melia, tapi ternyata mereka malah ingin ikutan seperti pengantin baru nasib jomblo sendiri harus terima nasib.
****
Di kamar lain
"Terpaksa mau tak mau hanya itu yang ada, nggak mungkin kamu tidur pakai gaun begitu," ucap Revan, karena di dalam lemari tak ada lagi pakaian Azmia selain baju, sedangkan pakaian Revan juga hanya di sediakan satu piyama duang.
"Malu," balas Azmia.
"Enggak apa kan sudah halal, masa aku yang pakai kan nggak mungkin juga," ujar Revan.
Azmia terdiam dia masih memikirkan bagaimana cara supaya dia tidak memakai baju itu.
Menunggu istrinya mikir. Revan memilih untuk membersikan badan terlebih dahulu.
Lima belas menit Revan keluar kamar mandi sudah menggunakan piyama.
Setelah Revan kini ganti Azmia yang masuk ke dalam kamar mandi.
'Ya Allah terima kasih atas semua ini. Semoga Engkau jadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, surga sebelum surga, bersama hingga maut memisahkan kita,' batin Revan.
__ADS_1
"Nemu baju dari mana, Dek?" tanya Revan saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi tidak menggunakan baju saringan.
Azmia hanya membalasnya dengan senyuman, kemudian berjalan menghampiri Revan yang sudah lebih dulu di ranjang.
"Buka aja hijabnya kan sedang berada di dalam kamar," ucap Revan.
Azmia pun menurut langsung membuka hijab nya.
"Pokoknya Kakak minta setiap kita sedang berada di kamar kamu harus buka hijab, tapi jika keluar kamar wajib berhijab." Wejangan dari pak suami.
"Siap, Bos," balas Azmia.
"Kamu nemu dari mana baju ini?" Revan mengulangi pertanyaannya lagi.
"Ini baju yang tadi Mia pakai, Kak untuk dalaman sebelum memakai gaun," jelas Azmia. Dia terpaksa memakai manset dan celana panjang yang tadi ia pakai, dari pada harus memakai baju saringan.
Revan tersenyum, kemudian mencubit hidung istrinya dengan gemas, karena istrinya ada aja idenya.
"Suatu saat mau nggak pakai baju itu di depan Kakak?" tanya Revan. Dia nggak mau memaksa istrinya untuk memakai baju itu. Revan ingin Azmia memakainya sendiri tanpa paksaan darinya.
Azmia mengangguk sebagai tanda setuju.
"Malam ini kita istirahat saja pasti kamu sangat lelah," ucap Revan sambil mengelus lembut kepala Azmia.
Azmia mengangguk dan tersenyum ke arah suaminya.
"Eh, jangan senang dulu ada syaratnya," ujar Revan.
"Mana ada begitu," balas Azmia. Dia yang tadi lega dan tersenyum sumringah kini langsung berubah cemberut.
"Ada dong. Apa kamu mau sekarang atau kamu kasih ini aja sebagai gantinya." Revan berkata sambil menunjuk ke pipinya. Dia memberikan pilihan pada Azmia, mau kasih kiss di pipi atau menyerahkan dirinya.
"Ini sih sama saja," lirih Azmia. Kemudian dia mendekat ke arah suaminya memberikan vitamin sebelum tidur.
"Terima kasih, Sayang," ucap Revan setelah mendapatkan keinginannya, kemudian mereka mulai terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1