
Setelah semua pulang Azmia dan Karina duduk di ayunan balkon ruang pribadi Azmia yang berada di cafe lovely.
"Rin, sepertinya tadi Meli marah ya, pas lihat aku sama Kak Derry ngobrol?" tanya Azmia.
"Wajar sih cemburu. Namanya juga istri lihat suami sedang ngobrol dengan wanita lain pasti kan adalah rasa nyeri ya meskipun wanita itu temannya sendiri. Apalagi dia tau kalau kamu pernah ada di hati Kak Derry," jawab Karina panjang kali lebar.
"Iya sih, tapi kan dia tahu aku nggak pernah menerima Kak Derry," ujar Azmia.
"Sudahlah biarin aja, mungkin dia lagi sensi. Oh, iya memangnya tadi kalian ngomongin apaan sih?" tanya Karin jiwa keponya mulia meronta-ronta.
"Hanya ngobrol biasa," jawab Azmia.
"Oh, iya besok malam temenin aku ya," ucap Azmia.
"Kemana?" tanya Karina.
"Makan malam bareng Mas Alby," jawab Azmia.
"Cie ... makan malam bareng mantan," goda Karina.
"Apaan sih. Udah ah yuk tidur!" Azmia berdiri dari duduknya kemudian berjalan masuk ke kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur di ikuti Karina dari belakang lalu dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Azmia.
__ADS_1
***
Di tempat lain.
Dua laki-laki duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi di temani martabak manis. Siapa lagi kalau bukan dunes dan jones.
"Lu ngapain sih ngajakin ketemuan Azmia?" tanya Daffa.
"Besok juga lu bakal tahu sendiri," jawab Alby.
"Nggak asyik lu, main rahasia-rahasiaan gitu," ucap Daffa.
"Kalau gue bilang sekarang nggak surprise dong," balas Alby.
"Daf, menurut lu kalau gue nikah lagi gimana?" tanya Alby meminta pendapat Daffa.
"Tumben lu nanyain nikah mau nikah sama siapa lu? emangnya ada yang mau sama lu?" Daffa balik bertanya.
"Lu, ya kalau ngomong suka ngeselin," kesel Alby.
"Lha lu nggak ada angin nggak ada ujian tiba-tiba nanya nikah deket sama cewek juga kagak, hampir tiap hari ngintilin gue pulang," balas Daffa.
__ADS_1
"Enggak setiap hari juga kali gue ngikutin lu," ujar Alby.
"Udahlah itu kita bahas besok lagi, lebih baik sekarang kita tidur dulu kali aja besok tiba-tiba ketemu bidadari surga," balas Daffa.
"Mati dong lu?" ucap Alby.
"Astaghfirullah, amit-amit. Nggak mati juga kali, Al," omel Daffa.
"Lha katanya mau ketemu bidadari surga," ujar Alby sambil tertawa.
"Iya, tapi nggak mati juga. Itu kan cuma ibarat kata kita ketemu wanita cantik," kesel Daffa.
"Cantik mah banyak. Setia, Sholehah yang susah," ucap Alby.
"Nah itu pinter. Lha ngapa kemarin punya bini Sholehah lu sia-siain udah tau nyarinya susah," balas Daffa. Dia selalu saja seneng sekali mengungkit masalah itu. Bukan maksud apapun sih, hanya saja Daffa pengen Alby mikir dengan jernih bahwa mencari sosok istri itu sulit.
"Takdir." Alby udah nggak tau harus berkata apalagi jika Daffa membahas tentang itu.
Memang benar adanya semua sudah suratan takdir apapun itu. Mau senang, susah, sakit, semua sudah di atur sama yang Maha Kuasa.
Namun, Allah juga tidak main-main saat menitipkan sesuatu padamu, jika kamu tak tidak bisa menjaga titipannyanya dengan baik maka Allah akan mengambilnya kembali dalam sekejap mata.
__ADS_1
Ingatlah! penyesalan itu datangnya belakangan. Jangan nunggu menyesal baru sadar, tapi sadarlah dulu supaya tidak ada penyesalan.