Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 162 Kesempatan


__ADS_3

Di dalam mobil.


Azmia dan Alby mereka memang berada dalam satu mobil, tapi ada satupun yang berbicara mereka sama-sama terdiam dengan pikirannya masing-masing.


Alby memilih fokus menyetir. Sedangkan Azmia memilih memejamkan matanya meskipun sebenarnya dia tidak tidur, tapi itu jauh lebih baik karena kini dia gugup. Lama tak berjumpa membuatnya gugup, bingung harus ngapain, harus ngobrol apa.


Perjalanan yang biasanya satu jam kini hampir dua jam mereka baru sampai di rumah.


Setelah mobil terparkir mereka masuk kedalam rumah karena waktu sudah malam jadi mereka memilih langsung menuju kamar.


Azmia menghentikan langkahnya saat sampai di depan kamar yang penuh dengan kenangan.


"Masuklah!" Alby membukakan pintu dan mempersilakan Azmia agar masuk ke dalam kamar yang dulu mereka tempati.


Azmia mengangguk kemudian perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. 'Tidak ada yang berubah dalam kamar ini semua masih sama seperti dulu, kenapa Mas Alby tidak menyimpan atau membuang semua kenangan kita,' batin Azmia. Dia di buat terkejut dengan keadaan di dalam kamar yang tak berubah sama sekali.


"Mas sengaja tidak mengubah kamar ini supaya Mas selalu mengingat kenangan kita. Mas tidak ingin kamar ini di ubah sedikit pun, meskipun suatu hari nanti Mas menikah lagi, tapi Mas tidak akan pernah membiarkan orang lain menginjakkan kaki di kamar kita," ucap Alby seakan mengerti apa yang ada di pikiran Azmia.

__ADS_1


Azmia hanya diam. Dia tak tahu harus berkata apa.


"Istirahatlah, jika kamu lelah!" ucap Alby.


Azmia mengangguk, tapi dia bingung harus tidur di mana. Mau melangkah ke ranjang takut salah, ke sofa takut salah juga jadi dia diam saja berdiri di tempat.


"Tidur saja di kasur, tenang saja Mas tidak akan macam-macam," ujar Alby.


Mendengar ucapan Alby. Azmia tersenyum kecil kemudian melangkahkan kakinya ke atas kasur kemudian merebahkan tubuhnya yang terasa leleh.


"Meskipun malam ini akan jadi malam terakhir bagi kita, tapi Mas senang karena di saat akhir perpisahan kita Mas bisa menghabiskan waktu bersama mu," ucap Alby sambil mengelus lembut kepala Azmia yang berbalut hijab. "Boleh nggak Mas bertanya sesuatu padamu?" tanya Alby.


"Boleh," balas Azmia.


"Beri satu alasan yang pasti kenapa kamu memilih berpisah?"


"Bukankah Azmia sudah bilang, Mia hanya ingin Mas bahagia bersama pilihan hati Mas, supaya Mas bebas memilih wanita yang sesuai kriteria, agar Mas tidak terikat dengan pernikahan yang penuh paksaan ini. Azmia leleh untuk bertahan dengan pernikahan ini," jelas Azmia.

__ADS_1


"Apa kamu tidak pernah bahagia dengan pernikahan kita?" tanya Alby.


"Tidak. Mas Alby selalu saja menggoreskan luka di hati Mia, menanam luka begitu dalam hingga sulit untuk di lupakan," jawab Azmia.


"Maaf." Hanya itu yang keluar dari mulut Alby.


"Terima kasih atas waktumu selama satu tahun yang sudah bersedia menemani ku, menghabiskan waktu bersama ku, jika kamu bahagia Mas juga bahagia," ucap Alby.


Azmia hanya diam tak menjawab.


"Tidurlah dengan nyenyak semoga mimpi indah!" lanjut Alby kemudian tanpa aba-aba dia langsung mencium kening Azmia.


Azmia langsung memejamkan matanya pura-pura tidur.


'Maafkan Mia, Mas. Semoga suatu hari nanti Mas Alby mendapatkan istri yang lebih baik dari Mia,' batin Azmia. Tak lama kemudian dia benar-benar terlelap dalam tidurnya.


Sedangkan Alby tak bisa memejamkan matanya dia terus memandangi wajah istrinya yang sebentar lagi akan berganti status menjadi mantan istri. Alby tak ingin melewatkan kesempatan yang di berikan Azmia saat ini. Tatapan terus saja melihat setiap inci wajah istrinya yang begitu terlihat lebih cantik dari pada dulu saat bersamanya. Lelah terus memandangi wajah Azmia tanpa terasa Alby pun ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2