
Sejak pulang kuliah Azmia terus saja memikirkan omongan Derry yang akan memperkenalkan dia dengan seseorang.
Kini tiba saat yang di tunggu-tunggu.
Azmia dan Karina sudah rapi kemudian mereka keluar dari ruangan Azmia.
"Kira-kira siapa ya,Rin?" tanya Azmia.
"Entahlah, aku juga penasaran. Kira-kira masih muda apa nggak, ganteng apa nggak ya?" Karina juga bertanya-tanya.
Karena ini adalah urusan pribadi jadi Azmia mengajak ngobrolnya di balkon saja supaya lebih nyaman.
Kini Azmia dan Karina sudah berada di balkon duduk bersantai sambil menikmati cemilan yang telah mereka bawa dari dapur.
Tak berselang lama Melia, Derry dan seseorang yang Derry janjikan sampai di cafe lovely.
"Mba Mel langsung di suruh ke balkon." Novi memberi tahu Melia saat Melia baru saja masuk ke dalam cafe. Karena tadi Novi sudah di beri tahu Azmia jika Melia datang di suruh ke lantai tiga.
"Ok. Terima kasih, Nov," ucap Melia kemudian mengajak suami serta temannya itu menuju balkon.
"Selamat malam," sapa Melia saat tiba di balkon.
"Malam juga. Mana Kak Derry?" tanya Karina yang begitu antusias karena penasaran.
"Ada di belakang," jawab Melia kemudian duduk bergabung bersama kedua sahabatnya.
"Assalamualaikum," ucap Derry.
"Wa'alaikumussalam," balas mereka bersama.
"Lha kok, Kak Derry sendiri?" tanya Karina.
"Kamu kenapa jadi yang riweh sih, Rin," ucap Melia.
__ADS_1
"Hehehe, penasaran Mel," balas Karina.
"Silakan, Kak!" Azmia mempersilakan Derry duduk.
"Mi, kamu udah siap untuk ketemu temen ku, tapi maaf kalau dia bukan tipe kamu karena kan aku nggak tau tipe kamu seperti apa," ucap Derry.
"Iya, nggak apa, Kak yang penting dia mau di ajak kerjasama," balas Azmia.
"Dia mau kok jadi pacar bohongan kamu. Aku panggilkan dia sekarang ya," ujar Derry.
Azmia mengangguk.
"Masuk bro!" ucap Derry mempersilakan sahabatnya masuk.
Azmia jadi deg degan saat mendengar suara langkah kaki mulai mendekat ke arah mereka.
"Selamat malam," sapa seorang laki-laki -- sahabat Derry.
"Malam," balas mereka semua.
"Mi, ganteng banget tuh cowok," bisik Karina di telinga Azmia.
"Hist, kebiasaan," ucap Azmia kemudian menjitak jidat Karina.
"Au," keluh Karina sambil memegangi jidatnya.
"Kenalin ini sahabat aku namanya Ardiaz dia ini seorang CEO di salah satu perusahaan ternama dan Dokter muda di salah rumah sakit," ujar Derry memperkenalkan sahabatnya.
Ardiaz Alfahrezi biasa di panggil Ardiaz atau Diaz. Laki-laki tinggi, gagah, tampan, berkulit putih. Sisanya bayangin sendiri hehehe.
"Ar, kenalin nih temen gue yang gue cerita ke lu. Ini namanya Karina." Derry memperkenalkan Karina lebih dulu. "Dan ini Azmia, dia yang butuh bantuan lu," ucap Derry.
"Azmia," ucapannya sambil memangkupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ardiaz," balasnya dengan tersenyum kecil. Ardiaz sudah tahu jika Azmia tidak akan bersalaman karena Derry sudah memberi tahu lebih dulu pada Ardiaz supaya tidak salah paham.
Nanti di pikir sok suci. Terkadang tuh ada cowok yang berpikir seperti itu.
"Kalian ngobrol saja, biar kita di sana," ucap Derry sambil menunjuk ke arah pojok. Kemudian Derry mengajak Melia dan juga Karina agar duduk di pojokan supaya Ardiaz dan Azmia lebih kenal satu sama lain.
Yang terpenting bagi mereka tidak meninggalkan dua sejoli berduan.
"Apa aktivitas kamu sekarang?" tanya Ardiaz memulai obrolan.
"Kuliah sambil kerja, Kak," jawab Azmia.
"Kerja di mana?" tanya Ardiaz. Dia memang belum banyak tahu tentang Azmia karena Derry tak banyak cerita tentang Azmia.
"Di sini. Di cafe lovely dan cafe cinta," jawab Azmia.
"Wah ... hebat wanita yang sangat mandiri sekali. Kuliah sambil kerja," ucap Ardiaz.
"Biasa aja," balas Azmia dengan tersenyum kecil.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Ardiaz.
"Cukup mudah sih, Kak. Kak Diaz pura-pura jadi pasangan saya di depan mantan suami saya karena saya nggak mau dia terus menemui saya, intinya itu saja sih. Kak Derry pasti sudah menceritakan semuanya ke Kak Diaz," ucap Azmia menjelaskan tugas Ardiaz.
"Oh, iya sebelumnya, Mia boleh tanya sesuatu ke Kak Diaz?" lanjut Azmia.
"Boleh," jawab Ardiaz.
"Maaf nih sebelumnya. Kira-kira ada yang marah nggak ya kalau Kakak menjadi pacar pura-pura saya?" tanya Azmia karena dia nggak mau bertengkar hanya karena masalah laki-laki.
"Tenang saja saya masih sigle," jawab Ardiaz.
"Alhamdulillah kalau begitu," ucap Azmia.
__ADS_1
"Jadi kita sudah deal ya?" tanya Ardiaz.
"Iya," balas Azmia.