Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 171 Restoran WZY 2


__ADS_3

"Makanya jangan suka su'udzon," ucap Daffa di telinga Alby.


"Siapa yang su'udzon gue kan cuma penasaran saja," balas Alby mengelak tuduhan Daffa.


"Ngaku ajalah segala malu, tadi aja hampir saja malu-maluin," ledek Daffa.


"Sue lu," kesal Alby.


"Pengen ketawa takut dosa, tapi kalau ngetawain lu nggak dosa kali ya, Al kan gue ketawa dengan wajah yang sangat imut," ucap Daffa.


"Terus saja, gue mah iklhas lu ketawain alhamdulilah dosa gue berkurang," balas Alby.


"Kalau begitu gue ketawanya dalam hati aja biar nggak dosa kan tidak merugikan orang lain," ujar Daffa.


"Ah ... terserah lu dah lama-lama gue bisa stres sama lu," balas Alby kemudian membalikkan badannya ingin kembali ke restoran WZY.


"Lha kok balik nggak jadi kepoin Azmia?" goda Daffa.


"Lu, aja sono." Alby melangkahkan kakinya keluar supermarket tanpa menghiraukan ocehan Daffa.


*Flashback


Saat Alby ingin menghampiri Azmia tiba-tiba pasukan datang ada Karina, Melia, Angga, Derry dan orang yang mendorong troli yaitu Ali, ternyata mereka itu datang bareng-bareng.


Hanya saja saat Alby melihat pas bertepatan dengan Azmia dan Ali masuk ke dalam supermarket, padahal sebenarnya mereka itu barsama Karina, Melia dan Derry cuma mereka masuk lebih dulu sedangkan Azmia bareng Angga serta Ali, tapi Alby tak melihat Angga yang masuk di belakang Azmia.


**


"Perasaan tadi gue kayak denger suara seseorang yang nggak asing deh," ucap Karina.


"Perasaan kamu aja kali, Rin," balas Azmia.

__ADS_1


"Iya, kali ya," ujar Karina.


"Sudahkan belanjanya?" tanya Angga.


"Sudah, Bang," jawab Azmia dan Karina bersama.


"Yuk, kita bawa ke kasir setelah itu kita makan siang di restoran depan," ujar Angga.


"Siap, Pak Bos," balas mereka bersama.


Selesai membayar semua belanjaan mereka keluar dari supermarket menuju restoran yang berada di depan cafe.


Sesampainya di restoran mereka masuk mencari tempat yang bisa ditempati banyak orang.


"Kalian pesan saja nanti Ali yang bayar," ucap Angga.


"Kenapa jadi gue?" Ali yang bingung tiba-tiba di suruh bayar.


"Anggap saja merayakan kepulangan lu dari luar negeri," balas Angga.


"Asyik sering-sering aja begini, Pak Ali," ujar Karina.


"Enak di kamu, nggak enak saya," balas Ali.


Di sambut tawa yang lain.


"Silakan!" ucap karyawan yang mengantarkan pesanan mereka.


"Terima kasih, Mba," ujar Azmia.


Karyawan tersebut mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


'Kenapa ya saat pertama kali lihat kamu, aku merasa kamu itu berbeda dengan yang lain. Senyumnya begitu menenangkan hati.'


"Hem.m.m." Angga berdehem. Semua langsung menoleh ke arah Angga.


"Kenapa?" tanya Angga saat melihat semua mata tertuju padanya.


"Abang yang kenapa, tiba-tiba berdehem?" Karina bertanya balik.


"Oh, itu tadi ada cewek cantik lewat," jawab Angga ngasal.


"Ih ... Bang Angga ganggu kita makan saja. Kirain keselek," omel Karina kemudian melanjutkan makannya.


**


Di meja lain


"Sepertinya bentar lagi dapat undangan nikahan," ucap Daffa.


"Dari siapa?" tanya Alby.


"Mantan," jawab Daffa.


"Memangnya lu punya mantan?" tanya Alby.


"Eh ... begini juga gue juga pernah pacaran kali, ya meskipun pada akhirnya gue __." Ucapan Daffa belum selesai sudah di sahut Alby.


"Patah hati karena ditinggal pas sayang-sayang'e," sambung Alby dengan tertawa.


"Sue, Lu," kesal Daffa. "Lihat, nih!" Daffa menyuruh Alby agar melihat ke arah yang di tunjuk.


Deg

__ADS_1


Jreng jreng jreng ada apakah di sana?


***


__ADS_2