Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 260 Kekuatan doa


__ADS_3

Saat Karina dan para karyawan sedang menikmati hidangan Mama Iren mengajak Azmia untuk bergabung bersama keluarganya. "Sayang kenalin ini Oma Ida dan ini yang paling ganteng dalam keluarga Mama yaitu Opa Adi beliau kedua orangtua Mama." Mama Iren memperkenalkan Azmia pada Ibu dan Papanya.


"Salam kenal, Oma, Opa." Azmia menyalami tangan kedua paruh baya tersebut secara bergantian.


"Oma senang sekali akhirnya Oma bisa melihat kamu lagi, Cu," ucap Oma sambil mengelus lembut kepala Azmia.


"Kalau ini adalah Tante Indri beliau adik Papa kamu, sayang dan ini ... itu ...." Kini Mama Iren memperkenalkan Azmia pada anggota keluarganya secara bergantian.


Setelah beberapa saat bergabung bersama keluarga dari Mama dan Papanya, Azmia ijin untuk bergabung kembali pada Karina dan karyawannya.


"Mba Nina seneng banget lho karena sekarang Mba Mia nggak kesepian lagi," ucap Nina.


"Iya, Nin. Alhamdulillah," balas Azmia.


"Perasaan, Mba Mia saat tahu jika Mba Mia itu ternyata putri dari mereka yang hilang beberapa tahun silam?" tanya Novi.


"Pastinya seneng banget, bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk saya bisa bertemu, berkumpul bersama keluarga saya yang asli," jawab Azmia.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya, Mba," ucap Novi.


"Iya, Nov," balas Azmia.


"Mba Mia sempat putus asa nggak sih, secara kalau kita pikir ya dua puluh satu tahun itu kan waktu yang lumayan lho." Pertanyaan dari salah satu karyawan cafe.


"Di bilang putus asa sih enggak ya, tapi untuk pencarian memang sudah di hentikan, akan tetapi doa tidak pernah berhenti karena saya yakin Allah tidak akan pernah menguji hambanya di batas kemampuannya," balas Azmia.


"Kekuatan doa itu memang sangat luar biasa," sahut Karina.


"Bener banget tuh, Mba Karin," sambung Nina.


"Sepertinya sih begitu, tapi saya akan sering main ke cafe," jawab Azmia.


"Sepi dong, kalau pagi nggak ada yang bantuin bikin sarapan," ucap Rudi. Dia merasa sangat kehilangan jika bosnya tidak lagi tinggal di cafe karena nggak ada yang bantuin dan gangguin dia di dapur.


"Kan masih ada yang lain yang bantuin cuci piring, hehehe," balas Azmia sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Itu sih bukan bantuin, tapi memang kerjaan mereka," ujar Rudi.


Waktu terus berputar saking asyiknya mengobrol mereka sampai lupa waktu hingga kini sudah pukul sebelas malam mereka pun akhirnya pamit pulang karena sudah larut malam.


Setelah semua pulang ke rumah masing-masing. Azmia, Mama Iren, Papa Ari dan Ali masuk ke dalam rumah.


"Ma, Pa, Mia ke kamar dulu ya," pamit Azmia.


"Iya, nak. Selamat istirahat," balas Mama Iren.


Setelah kepergian Azmia Mama Iren dan Papa Ari juga masuk ke dalam kamar karena sudah merasa lelah. Di susul Ali -- dia juga ikut ke kamar merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.


****


Di tempat lain.


Mbok Asih yang sedang rebahan sambil memikirkan tentang dirinya yang akan mencari pekerjaan lainnya.

__ADS_1


Kira-kira den Alby ngasih ijin si mbok cuti nggak ya, apa saya bilang ke Nyonya aja. Eh ... tapi jangan deh, takutnya nanti Nyonya marah sama Aden kasihan.


Ya Allah mudah-mudahan saat mencari pekerjaan si mbok bisa bertemu dengan non Mia, amin," batin Mbok Asih berharap semoga Allah mempertemukan dirinya dengan Azmia.


__ADS_2