Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 82 Penolakan


__ADS_3

Setelah diam beberapa saat kini Alby mulai angkat bicara. Beberapa hari yang lalu Alby sengaja menahan setiap apa yang di ucapkan Rania dia dengarkan dengan senang hati seakan-akan dia percaya dengan apa yang di ucapkan Rania, tapi kini Alby sudah tidak tahan lagi, dia harus menghentikan semaunya, menghentikan Rania agar tidak mengganggu dirinya dan Azmia.


"Sebelumnya, Al minta maaf pada Papa Prabu dan Mama Sonia jika keputusan Al membuat kalian kecewa, tapi inilah kenyataan. Pertama Al tidak pernah meminta pada kalian pengganti Rania, kalian sendiri yang memberikannya dengan senang hati. Kedua cinta itu tidak bisa di paksa karena Al yang akan mengalaminya. Ketiga semua yang sudah terjadi tak akan pernah bisa di ulang kembali. Ke empat maaf Saya tidak bisa menerima Rania kembali karena cinta ini sekarang milik istri Saya yaitu Azmia Syafiqa Pranata." Alby menjelaskan dengan panjang kali lebar. Waktu tidak mungkin bisa di putar kembali.


"Itu tidak mungkin, Mas Alby tidak mencintai Azmia, tapi Mas Alby hanya ingin balas dendam terhadap Nia kan?" Rania yang tak terima dengan penolakan Alby. Dia seakan lupa bagaimana saat dia pergi meninggalkan Alby sendiri di hari pernikahan mereka.


"Saya tulus mencintai Azmia. Memang awalnya saya menerima pernikahan ini hanya karena kasihan terhadap Azmia, tapi hidup bersamanya setiap hari membuat saya jatuh hati padanya, kalian tahukan cinta itu bisa hadir dengan seiring berjalannya waktu, karena kita selalu bersama," balas Alby dengan tegas. Dia juga tak tahu sejak kapan cinta itu tumbuh dalam hatinya.


"Mas Alby, tega menghianati Rania, bukankah saat di hotel A Mas Alby pernah berjanji pada Rania jika Nia mau memberikan apa yang Mas Alby mau maka Mas Alby akan menikahi Rania, tapi apa kenyataannya sekarang Mas Alby melupakan janji itu." Ucapan Rania membuat para orang tua terkejut mereka langsung melotot ke arah Alby dan Rania secara bergantian. Azmia pun tak kalah terkejutnya.


"Apa kalian sudah ____ sebelum menikah?" tanya Mama Sonia dengan nada sedikit tinggi.


"Sudah - Tidak." Jawaban Rania dan Alby berbeda membuat para orang tua bingung.


Alby tak menghiraukan para orang tua, baginya meyakinkan hati Azmia itu lebih penting, Alby tak ingin Azmia salah paham dan berpikir macam-macam tentangnya. Dia tidak serendah itu. Meskipun Alby memiliki kekasih, tapi tak sekalipun dia menyentuh sesuatu yang berdosa.


"Sayang percaya sama, Mas. Mas nggak pernah melakukan itu menyentuhnya saja Mas tidak pernah," ucap Alby sambil menatap ke arah Azmia, menggenggam erat tangan sang istri.


Azmia terdiam dia bingung harus percaya pada siapa. Azmia hanya menundukkan kepalanya tak ingin bertatap muka dengan Alby ada rasa kasihan pada Alby, tapi hatinya juga terasa sakit saat mendengar ucapan Rania seperti itu.


"Alby, sebagai laki-laki jadilah orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah kamu perbuat," sambung Ayah Wisnu meski dalam hatinya tidak percaya seratus persen dengan ucapan Rania, karena Wisnu yakin sebandel-bandelnya Alby masih tau batasan.


"Alby tidak pernah melakukannya, Yah," balas Alby. Jangan pada Rania sama istrinya saja dia belum melakukannya.


"Kini kamu membuang ku bagaikan sampah Mas, setelah aku sudah tidak suci lagi kamu meninggalkan ku begitu saja," ucap Rania dengan mode nangis.


"Mas, Mia ikhlas jika Mas Alby kembali pada Kak Rania, Mas Alby cinta kan sama Kak Rania, Mia yakin cinta itu masih ada meski tidak sebesar dulu karena melupakan cinta itu butuh waktu tidak secepat membalikkan telapak tangan." Kini Azmia memberanikan diri menatap Alby. Azmia berkata dengan suara yang begitu berat karena menahan sesak di hatinya, mulutnya memang bisa berkata ikhlas, tapi hati berkata lain.


Ada rasa sakit dalam hati Alby saat mendengar ucapan Azmia. Alby yang kesal dengan kelakuan sang istri karena selalu saja mengalah, tanpa aba-aba Alby mendekat wajahnya tepat di depan wajah Azmia. "Cup" Alby mencium b*b*r Azmia sekilas agar istrinya terdiam tidak terus berbicara. Merelakan dirinya pada orang lain, dia bukan bola yang bisa di oper sana sini.


Sontak saja tindakan Alby membuat mereka melongo. Perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan di depan umum apalagi di depan para orang tuanya. Alby seakan melupakan kini dia berada di depan banyak orang bagaikan dunia milik berdua saja.

__ADS_1


Rania yang melihat tindakan Alby membuatnya semakin marah tangannya sudah mengepal erat.


Sedangkan Azmia menitihkan air matanya. Alby yang melihat itu langsung menghapus air mata yang membasahi pipi Azmia. "Kenapa menangis?" tanya Alby yang bingung tiba-tiba istrinya menangis.


"Mas Alby mengambil ciuman pertama, Mia," jawab Azmia dengan lirih masih dengan mode nangis.


Alby tersenyum bangga karena dialah laki-laki pertama yang berhasil menyentuh Azmia memiliki Azmia seutuhnya.


Bunda yang mendengar ucapan Azmia juga tersenyum ternyata menantunya sangatlah polos tidak seperti yang keluarga Pranata bilang. "Sayang, jangan menangis nanti biar Bunda jewer kuping Alby jika dia nakal padamu," ucap Bunda sambil mengelus lembut kepala Azmia.


"Berarti kalian belum pernah __?" tanya Mama Sonia.


"Ya kami memang belum melakukan kewajiban pasangan suami istri, itulah yang membuat saya jatuh hati padanya. Meskipun tidak pernah melakukan itu, tapi saya selalu nyaman jika berada di sampingnya. Sekarang Mama dan Papa jangan pernah paksa kami lagi untuk berpisah karena kami sudah bahagia," jelas Alby.


"Oh, iya, satu lagi Alby sangat berterima kasih pada Papa dan Mama telah memberikan Azmia pada Alby. Al, bersyukur bisa memiliki istri seperti Azmia," lanjut Alby tanpa mikir jika mertuanya bakal tersinggung.


Rania yang kesal dan amarahnya juga sudah meluap-luap membuatnya langsung menggebrak meja. "Nia, tidak terima dengan semua ini, kalian sudah membuat ku malu, tunggu pembalasanku," ucap Rania kemudian pergi meninggalkan meja berlari keluar dari restoran.


"Dasar anak tidak tau di untung, tidak tahu terima kasih, sekarang kamu sudah puas membuat Rania menderita, kamu pasti bangga karena sudah berhasil membuat Alby jatuh cinta padamu," ujar Mama Sonia pada Azmia.


"Berani sekali kau menjawab, dasar anak haram," ucap Mama Sonia.


Deg.


Air mata Azmia tak tertahankan lagi mengalir dengan derasnya tanpa permisi. Ucapan Mama Sonia begitu menyakitkan. Jika waktu bisa di ulang kembali dia akan meminta pada Allah agar tidak dilahirkan di dunia ini.


"Mia, bukan anak haram," lirih Azmia sambil memegangi dadanya yang sesak. Kenapa hidupnya sangat menyedihkan sekali.


"Jika bukan anak haram, kamu tidak akan di buang dengan orang tuamu," ujar Mama Sonia kemudian berdiri dari duduknya berjalan mengejar Rania.


Azmia menangis sesenggukan mengingat ucapan Mama Sonia yang begitu menyakitkan. Alby langsung memeluk istrinya menenangkan sang istri.

__ADS_1


Kini tinggallah Prabu sendiri. "Maafkan, anak dan istrinya saya ya, Wisnu, Rita," ucap Prabu membuka suara.


"Tidak apa, Prabu semoga dengan segera Rania mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi dari Alby," balas Ayah Wisnu sambil menepuk bahu Prabu.


"Amin. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Papa Prabu.


"Maafkan, Mama dan Kakakmu ya Nak, Papa yakin kamu anak yang baik semoga kamu bahagia bersama keluarga barumu," ucap Papa Prabu pada Azmia sebelum pergi meninggalkan meja.


"Ayah bangga sama kamu, Al, tapi jangan pernah lakukan itu lagi di depan umum," ucap Ayah Wisnu.


"Niat kamu memang bagus, tapi tindakan kamu seperti itu salah mengumbar kemesraan di depan umum, apalagi di depan kita bikin baper aja," sambung Bunda.


"Oh, iya Bunda jadi penasaran dengan ucapan menantu Bunda. Berarti selama ini kalian beneran belum pernah itu?" selidik Bunda.


Azmia mengangguk.


"Kamu hebat, Al bisa puasa hampir satu tahun," ucap Ayah Wisnu sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Mau nggak mau Yah. Jangan begituan selama pernikahan Alby belum pernah melihatnya di rumah tanpa hijab," jelas Alby.


"Beneran, Nak?" Kini Bunda bertanya pada Azmia.


"Mia malu, Bun," jawab Azmia.


"Tidak apa, sayang semua memang butuh proses nanti juga terbiasa, tapi ingatlah di sisimu ada seorang suami yang membutuhkan perhatian istri." Bunda mencoba memberi nasihat pada menantunya.


"Iya, Bun," balas Azmia.


Memang sulit jika semua tidak di awali dengan cinta.


***

__ADS_1


Terima kasih para reader yang sudah setia membaca cerita saya.


Cerita ini hanyalah fiksi, haluan author🤭😂


__ADS_2