Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 39 Manja


__ADS_3

Pintu terbuka terlihat Alby masih terlelap di atas kasur dengan posisi meringkuk dan selimut menutupi tubuhnya sampai leher.


"Mas Alby." Azmia langsung mempercepat langkahnya menghampiri Alby.


"Mas, kenapa?" tanya Azmia kemudian menempelkan tangannya ke kening Alby.


"Astaghfirullah, Mas Alby demam. Tunggu sebentar Mia ambil obat terlebih dahulu," ucap Azmia kemudian berlalu keluar kamar menuju lantai bawah mencari kotak p3k.


"Den Alby kenapa, Non?" tanya Mbok Asih saat melihat Azmia turun ke bawah.


"Demam, Mbok," jawab Azmia.


"Alhamdulillah, ini dia," ucap Azmia setelah menemukan kotak obat tersebut. Kemudian dia kembali ke kamar Alby.


"Mas, bangun sarapan dulu terus minum obat," ucap Azmia yang sudah duduk di kursi sebelah ranjang sambil mengeluarkan obat.


"Permisi, Non, ini buburnya." Mbok Asih mengantarkan pesanan Azmia yaitu bubur ayam. Tadi saat Azmia mencari kotak p3k kebetulan sekali tukang bubur lewat jadi Azmia menyuruh Mbok Asih membeli bubur tersebut untuk Alby.


"Terima kasih, Mbok," ucap Azmia menerima nampan yang berisi semangkuk bubur ayam.


"Sama-sama, Non. Kalau begitu si Mbok permisi dulu," pamit Mbok Asih berjalan keluar kamar Alby.

__ADS_1


"Mas, sarapan dulu," ucap Azmia.


Alby menggeleng. "Mia, suapin. Mas Alby harus sarapan supaya cepat sembuh. A-a-a." Azmia menyodorkan sesendok bubur ayam.


Alby pun membuka mulutnya menerima suapan demi suapan hingga bubur itu habis tak tersisa. "Pintar," ucap Azmia setelah Alby menghabiskan makanannya. Selesai sarapan Azmia memberikan obat supaya demamnya cepat turun.


Setelah itu dia ingin beranjak dari kursi, tapi saat akan berdiri Alby menahan pergelangan tangannya. "Mau kemana?" tanya Alby.


"Menaruh mangkuk sama gelas ke dapur," jawab Azmia.


"Biarkan saja biar Mbok Asih yang bersihin. Duduklah di sini, nanti kamu lelah jika duduk di kursi seperti itu," ucap Alby sambil menepuk kasur agar Azmia duduk di sampingnya.


"Mia, tidak apa-apa. Mas Alby istirahat saja," balas Azmia. Bukan menolak, tapi Azmia merasa canggung dan deg degan jika harus berdekatan dengan Alby.


Tanpa banyak bicara lagi Azmia mengikuti apa kata Alby. Azmia berdiri dari duduknya kemudian naik di atas kasur duduk bersandar di kepala ranjang.


Alby tersenyum kecil saat Azmia sudah berada di sampingnya. Alby merebahkan tubuhnya kembali, tapi kali ini beda dia sengaja menaruh kepalanya di atas paha istrinya dan melingkarkan tangannya di perut Azmia.


Azmia begitu terkejut dengan kelakuan Alby yang tiba-tiba manja padanya. "Mas, jangan seperti ini," keluh Azmia. Bukan tidak senang saat Alby bermanja padanya, tapi dia merasa kurang nyaman mungkin karena belum terbiasa, dan kini jantungnya juga berdetak lebih cepat daripada biasanya.


"Sebentar saja, tapi jika tidak boleh baiklah." Alby perlahan merenggangkan pelukannya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Alby yang begitu lirih. Azmia jadi merasa bersalah. Karena tidak tega dengan Alby dengan ragu-ragu Azmia mulai mengelus lembut kepala Alby.


Alby yang merasakan sentuhan lembut sang istri, dia kembali memeluk Azmia semakin erat.


"Kenapa dia jadi seperti anak kecil seperti ini, manja pada emaknya. Apa Mas Alby juga manja seperti ini ke Bunda," batin Azmia.


*


*


*


"Al ...," panggil seseorang di depan pintu.


'Ah, menyebalkan,' gerutu Alby dalam hati. Dia lagi manja-manjaan ke istrinya segala ada pengganggu.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih selalu setia membaca cerita ecek-ecek author.


love you all.


__ADS_2