Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 71 Adik Kakak


__ADS_3

Hari ini Azmia mulai masuk kuliah kembali, seperti biasa Azmia kuliah menggunakan motor kesayangannya.


Azmia sampai di kampus lebih dulu dari kedua sahabatnya. Setelah memarkirkan mobilnya Azmia memilih duduk di taman kampus dari pada di dalam kelas.


"Sudah sembuh?" tanya seseorang dari arah belakang.


Mendengar asa suara dari arah belakang Azmia pun menoleh ke sumber suara. "Kak Dery," ucap Azmia.


"Assalamualaikum," sapa Derry.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia. Derry duduk di bangku belakang Azmia.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Derry.


"Alhamdulillah, Mia sehat, Kak," jawab Azmia.


"Sekarang aku tenang karena kamu sudah punya pendamping, seseorang yang akan menjagamu selalu. Aku juga bahagia jika melihat mu bahagia," ujar Derry.


"Kakak tidak perlu khawatir banyak orang yang akan menjaga Mia. Kakak juga harus bahagia bersama Melia cintai dia dengan setulus hati Kakak," balas Azmia.


"Insya'Allah, aku akan berusaha. Mi, bolehkah aku minta sesuatu darimu?" tanya Derry.


"Apa itu?" Azmia balik bertanya.


"Jika aku tidak bisa memiliki hatimu, dan tak bisa menjadi imam mu. Maukah kamu menjadi adikku?" tanya Derry.

__ADS_1


"Iya," jawab Azmia. Dia tak mungkin menolaknya jika hanya sebatas saudara Azmia tidak keberatan.


"Terima kasih," ucap Derry.


"Sama-sama," balas Azmia.


Mereka mengakhiri obrolannya karena Melia dan Karina datang. "Pagi, Mi," sapa Karina.


"Pagi juga, Rin," balas Azmia.


"Bagaimana keadaan kamu, Mi?" tanya Karina.


"Alhamdulillah, seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja," jawab Azmia.


"Alhamdulillah kalau begitu." Karyawan Karina memeluk Azmia dari samping, dia duduk di samping Azmia. Sedangkan Melia menghampiri Derry, duduk di samping calon suaminya.


"Baiklah, tapi tidak sekarang karena sebentar lagi dosen masuk," balas Azmia. Dia tidak keberatan karena semua sudah terungkap jadi tak ada lagi yang harus di tutup-tutupi.


"Kita masuk kelas yuk!" ajak Azmia pada Karina.


"Siap." Mereka berdua berdiri dari duduknya sebelum melangkah menuju kelas mereka berpamitan dulu pada dua sejoli yang lagi asyik pacaran.


"Mel, Kak Derry kita duluan ya," pamit Azmia.


"Iya, Mi," balas Melia.

__ADS_1


"Iya, Dik," sambung Derry.


"Dik," ucap Melia dan Karina bersama. Mereka terkejut dengan panggilan Derry ke Azmia, karena biasanya Derry memanggil Azmia dengan sebutan nama.


"Iya, Azmia sekarang jadi Adik aku, ada yang salah?" tanya Derry.


Mereka berdua menggeleng, tapi tatapannya mengarah ke Azmia dan Derry.


"Jangan salah paham," ucap Azmia.


"Nggak, kita hanya heran sejak kapan Kak Derry jadi Kakak kamu, Mi?" tanya Karina dan Melia mengangguk tanda setuju dengan pertanyaan Karina.


"Baru, tadi sebelum kalian datang." Bukan Azmia yang menjawab melainkan Derry.


"Kamu, jangan salah paham, atau cemburu. Aku dan Azmia tidak ada hubungan apapun, aku yang memintanya untuk menjadi adikku," jelas Derry sambil memegang tangan Melia berusaha meyakinkan Melia agar tidak salah paham dan marah terhadap Azmia.


"Aku tidak cemburu, lagi pula Azmia kan sudah punya Mas Alby. Iya kan, Mi?" Melia menatap kearah Azmia.


Azmia mengangguk dengan tersenyum kecil.


"Sudah yuk, ah kita masuk, Mi!" ajak Karina "Kita duluan, bye." Karina melingkarkan tangannya di lengan Azmia kemudian mengajak Azmia pergi dari taman menuju kelas.


"Mel, kamu tahu aku kan dulu seperti apa. Kamu juga tahu perasaanku terhadap Azmia seperti apa. Jika aku boleh jujur sampai saat ini aku belum bisa membuang perasaan itu, tapi setelah aku tahu Azmia sudah menikah aku memutuskan untuk membuang rasa cinta itu menjadi cinta Kakak kepada Adiknya, maka dari itu Aku meminta Azmia agar kita bisa menjalin tali persaudaraan Kakak beradik. Maafkan aku, Mel karena belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan yang terjadi, tapi ketahuilah aku akan berusaha untuk menerima dan membuka hatiku untukmu." Derry menceritakan semuanya. Derry tak ingin lagi menyimpan semuanya sendiri lebih baik tunangannya tahu yang sebenarnya dari pada akan terus terjadi kesalahpahaman.


"Mel, kamu tahu kan begitu sulit melupakan orang yang kita cintai, apalagi kita sering bertemu dengannya. Aku minta kamu bersabar karena membuka kembali hati yang pernah terluka itu butuh waktu," ucap Derry.

__ADS_1


Melia terdiam. Dia mencerna setiap kata-kata Derry, ada rasa nyeri dalam hatinya, tapi dia juga tak bisa memaksa, apalagi hubungan mereka bukan murni karena hati, tapi karena perjodohan dan paksaan para orang tua.


Memang benar apa kata Derry, membuka hati untuk orang lain itu butuh waktu, tidak secepat kilat. Cinta yang tulus itu harus dari hati yang tulus.


__ADS_2