Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
part 148 Ketentuan Allah


__ADS_3

"Kamu tadi bilang apa, Dek? cerai?" tanya Angga dengan nada yang sangat tegas.


"Kenapa jadi bahas, Mia sih Bang," keluh Azmia. Dia juga marah dengan mulutnya kenapa bisa keceplosan.


"Abang ingin kamu jujur apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu cerai dengan Alby bukankah waktu itu kalian sudah baik-baik saja," ucap Angga.


"Iya. Mia hanya ingin Mas Alby dan Kak Rania bahagia." Azmia menjawab dengan singkat, padat dan jelas.


"Kamu memikirkan kebahagiaan mereka, tapi kamu tidak kasihan dengan dirimu sendiri," ujar Angga.


"Bang, di luar masih banyak orang yang sayang dengan Mia. Allah telah mengirim begitu banyak cinta untuk Mia, buat apa Mia harus kasihan dengan diri Mia," balas Azmia. Untuk apa bertahan dengan seseorang yang belum bisa memberikan cinta yang tulus, jika di luar ada segudang cinta yang menanti lebih baik pergi menggapai cinta yang pasti.


"Apa sudah resmi?" tanya Angga.

__ADS_1


"Belum, masih proses," jawab Azmia.


"Abang tak tahu harus berkata apalagi, Dek. Abang hanya bisa berdoa semoga suatu hari nanti kamu bisa menemukan cinta sejatimu." Angga berkata sambil memegang kepala Azmia. Melihat Azmia yang begitu tegar meutupi setiap masalahnya membuat hti Angga begitu teriris. Meskipun Azmia hanyalah adik angkat, tapi jika Azmia terluka maka dia pun ikut terluka.


"Amin. Abang tidak perlu khawatir Mia akan baik-baik saja. Bukankah setiap yang terjadi pada manusia sudah menjadi ketentuan Allah. Insya'Allah Mia ikhlas dengan semuanya," ucap Azmia. Dia tak boleh lemah di hadapan Angga, Azmia nggak ingin Angga khawatir. Ya jika boleh jujur saat ini dia ingin sekali bersandar di bahu seseorang untuk menenangkan hatinya yang selalu terluka akibat ulah kakaknya.


"Jika kamu butuh teman curhat Abang akan selalu ada untukmu, Dek. Abang akan selalu ada di sampingmu kapanpun kamu butuh." Angga meyakinkan pada Azmia bahwa di akan selalu ada bersamanya kapanpun saat Azmia membutuhkannya. Sebagai Kakak Angga akan selalu siap siaga jika adiknya butuh pertolongannya.


"Terima kasih, Bang," ucap Azmia.


Bukan berarti dia tak bahagia tinggal di rumah pranata, tapi keluarga yang selalu membeeriksn kaasih sayang dengan tululs hanyalah keluarga Angga, di dalam krluarga Angga, Azmia bagaikan ratu.


**

__ADS_1


Di lantai satu.


"Sungguh kejam memanng calon bini, lu," celetuk Daffa setelah melihat kejadian tadi.


"Gue bingung apa yang ada di pikirannya. Kenapa jadi bawa-bawa Nisa dalam hubungan antara gue sama dia." Alby tak menyangka Rania begitu tega dengan Nisa karebna setahu Alby Nisa hanyalah sahabat Revan jadi wajar saja jika akrab dengan kedua orangtuanya.


Alby di buat geleng kepala dengnan kelakuan Rania. Diaa tak bisa memahami apa yang ada di pikiran Rania, dulu Azmia sekarang Nisa yang di serang.


"Lu pikir-pikir saja lagi punya bini kayak gitu," ucap Daffa memberikan saran pada Alby agar memikirkan kembali keputusannya memilih Rania berada di sampingnya.


"Pusing gue. Kenapa ya hidup gue sekarang begini amat." Ably merasa kasihan dengan dirinya, nasibnya yang menyedihkan seperti saat ini. Dulu di tinggal nikah, terua di tinggal istri, sekarang punya calon bikin mikir-mikir lagi.


"Kebanyakan dosa, lu," ujar Daffa.

__ADS_1


"S*e lu." Alby menepak bahu Daffa.


__ADS_2