
Karena belum percaya dengan Azmia malam ini Alby sengaja datang ke cafe tanpa memberi tahu Azmia berharap dia bisa bertemu dengan mantan istrinya.
"Ingin pesan apa, Kak?" tanya salah atau karyawan cafe lovely.
"Cofelate satu," jawab Alby.
"Baik, di tunggu sebentar," ucap Karyawan cafe.
"Mba, mau tanya Azmianya ada?" tanya Alby.
"Ada, Kak. Beliau sedang ada di dapur," jawabnya.
"Boleh minta tolong di panggilkan," ucap Alby menyuruh karyawan cafe tersebut untuk memanggilkan Azmia
"Iya, Kak tunggu sebentar." Kemudian dia berjalan menuju dapur..
Sesampainya di dapur karyawan tersebut memberikan kertas pesanan pada penjaga meja kemudian menemui Azmia.
"Mba Mia, ada yang nyari," ucapnya.
"Siapa, Lin?" tanya Azmia.
"Yah lupa nggak nanyain namanya. Orangnya putih, ganteng duduk di meja nomor sepuluh, Mba," jelas Alin -- nama karyawan tersebut.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu sekalian biar saya saja yang mengantarkan pesanannya," ucap Azmia.
Setelah pesanan selesai di bikin Azmia mengambil pesanan tersebut kemudian berjalan menuju meja sepuluh.
Itu sih Mas Alby ngapain lagi dia kesini, mau balik lagi udah sampai sini lagi pula kalau ke dapur lagi anak-anak pasti pada nanyain kenapa kembali lagi sedangkan tamu sudah menunggu ah... batin Azmia dengan terpaksa dia pun melanjutkan mengantarkan pesanan Alby.
"Sialkan, Mas!" ucap Azmia sambil menaruh secangkir coffelate pesanan Alby.
"Terima kasih, Mi. Duduklah! saya ingin bicara." Alby menyuruh Azmia agar duduk bersamanya.
Azmia pun duduk di depan Alby. "Ada apa lagi, Mas?" tanya Azmia.
"Pengen di temenin aja," jawab Alby.
"Nila masih ada kerjaan jadi nggak bisa nemenin saya," jawab Alby.
"Makanya cepatlah halalin Mba Nila supaya ada yang ngurus," ucap Azmia.
"Kenapa bukan kamu saja yang mengurus saya, bukankah Bunda selalu menginginkan kamu," balas Alby.
"Maaf ya, Mas. Mia sudah punya calon suami dan Mia nggak mau mengecewakan orang yang menyayangi Mia. Jika masa depan sudah ada di depan mata untuk apa harus kembali ke masa lalu," ujar Azmia. Dia terpaksa harus menyambung ke bohongan Ardiaz supaya Alby tidak menginginkan dirinya lagi.
"Mia saja bisa ikhlas jika Mas Alby bersanding dengan wanita lain. Maka Mas Alby juga harus menerima kenyataan jika kita sudah tidak mungkin bersatu kembali," lanjut Azmia.
__ADS_1
"Saya tidak percaya jika kamu dan laki-laki itu mempunyai hubungan khusus," balas Alby.
"Terserah Mas Alby saja mau percaya apa tidak, tapi itulah kenyataannya," ujar Azmia mencoba meyakinkan Alby. Entah harus dengan cara apa lagi supaya Alby percaya jika dia sudah mempunyai pendamping hidup.
"Apa kamu mencintainya?" tanya Alby. Selalu itu terus yang dia tanyakan, seakan ragu jika cinta Azmia sudah berpaling ke yang lain.
"Iya, Mia sangat mencintainya. Kak Diaz itu baik, perhatian dan sayang dengan Mia. Mia tidak butuh kekayaan yang Mia butuhkan hanyalah kasih sayang dan bisa menerima Mia apa adanya," jelas Azmia. Lagi pula untuk apa kaya, banyak harta, tapi hidup tidak bahagia. Lebih baik sederhana asal bahagia.
"Segitu bangga nya kamu padanya," ucap Alby. Ada sedikit rasa sesak saat Azmia membanggakan sosok Ardiaz di depannya, meski sudah mantan, tapi tetap saja cemburu itu masih ada. Jangankan mantan suami, mantan pacar saja kalau lihat mantan ceweknya bahagia pasti dia kesal dan cemburu.
"Tidak ada yang salah jika kita membanggakan orang yang kita cintai," balas Azmia.
"Semoga kamu bahagia, tapi ingatlah kapanpun kamu membutuhkan Mas - Mas akan selalu ada untukmu," pesan Alby. Bukan maksud apapun, jika tidak bisa bersama dengan Azmia, maka Alby akan selalu menganggap Azmia sebagai adiknya jadi dia ingin selalu menjaga Azmia. Alby takut jika Azmia hanya di permainkan laki-laki.
"Amin. Mas Alby juga semoga bahagia dengan Mba Nila. Mia mohon sama Mas Alby tolong secepatnya beritahu Mba Nila tentang status kita. Mia takut jika Mba Nila mendengar dari orang lain nanti malah jadi salah paham," ucap Azmia.
"Iya, nanti jika waktunya sudah tepat Mas akan memberi tahu Nila," balas Alby. Entah menunggu apa Alby selalu menunda-nunda waktu untuk menceritakan statusnya.
Setelah obrolan selesai Alby berpamitan pulang. "Terima kasih sudah bersedia menemani Mas minum kopi," ucap Alby.
"Sama-sama," balas Azmia.
"Mas pulang dulu," pamit Alby.
__ADS_1
Azmia mengangguk sebagai jawaban.