Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 396


__ADS_3

Setelah menjalankan amanah dari Nila kini para anak dan mantu Bunda Rita berkumpul di rumah.


 "Kalian istirahatlah pasti lelah," ucap Bunda Rita.


 "Iya, Bun," balas semua kompak. Kemudian mereka semua masuk ke dalam kamar masing-masing.


 "Dek, kamu mandi saja dulu! Alnia biar Kakak yang urus." Revan menyuruh istrinya membersihkan diri terlebih dahulu.


 "Baik, Kak." Azmia bergegas menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket sekali.


 Sedangkan Revan mengganti popok Alnia serta membuatkan susu untuk si baby.


Sepuluh menit Azmia keluar dari kamar mandi. Kemudian berganti Revan yang masuk kamar mandi.


Setelah mereka berdua membersihkan diri. Mereka berdua langsung merebahkan tubuhnya di kasur mengistirahatkan tubuh yang lelah.


Di samping ranjang terdapat tempat tidur Alnia. Dia juga sudah tertidur pulas setelah di beri susu.


 *


 *


 *


Di kamar

__ADS_1


 Setibanya di kamar Alby bukannya membersihkan diri, tapi dia malah duduk di kursi balkon kamarnya. Menikmati angin malam sambil memandang ke arah langit yang gelap, tapi terlihat indah karena cahaya gemilangnya bintang-bintang.


  'Sayang, kamu pasti sudah bahagia kan di sana. Kamu, tadi lihat kan Mas sudah melaksanakan pesanmu. Mas bersama yang lain membagikan semuanya sesuai dengan keinginan mu, semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi penolong kamu di sana.


Sayang, hari ini Mas seneng sekali karena bisa dengan puas bersama putri kita,' batin Alby sambil membayangkan wajah istrinya.


 *


  *


 *


Di kamar lain.


 "Yah, Bunda sangat miris saat melihat keadaan di panti jompo," ucap Bunda Rita.


 "Bunda kasihan, Yah pada mereka. Apakah mereka tidak punya anak atau keluarga sehingga harus tinggal di panti jompo," jawab Bunda.


 "Bukan tidak punya keluarga, Bun. Akan tetapi terkadang keluarganya tidak mau mengurusnya. Pasti mereka punya alasan tertentu sehingga menitipkan orang tua atau sanak saudaranya di panti jompo," ujar Ayah Wisnu.


 "Jika seorang anak yang menitipkan orang tuanya sungguh durhaka sekali anak itu." Bunda berkata dengan nada kesal. Ingin rasanya dia marah pada anak yang tega menitipkan surganya di panti jompo karena tanpa Ibu dia tidak akan pernah ada.


 "Mungkin mereka punya alasan tersendiri, Bun. Kita berdoa saja semoga anak keturunan kita selalu menyayangi dan mau mengurus kita saat tua nanti." Ayah menenangkan istrinya yang mulai emosi.


"Amin."

__ADS_1


*


*


*


Di kamar lain lagi


Seperti Azmia dan Revan.


Sesampainya di kamar Daffa dan Karina bersih-bersih terlebih dahulu, kemudian menuju kasur dan sudah siap untuk bermimpi, tapi mereka sempatkan ngobrol sebentar terlebih dahulu sebelum mimpi indah. Karena dalam rumah tangga berkomunikasi itu penting meskipun hanya sebentar saja.


"Dek, aku nggak nyangka Azmia dengan ikhlas memberikan liontinnya pada Meyla," ucap Daffa.


"Iya, Kak. Karina juga sempat terkejut melihat itu. Mungkin Azmia nggak tega melihat Meyla," balas Karina.


"Kira-kira harganya berapa ya tuh liontin, pastinya mahal kali ya?" Entah kenapa tiba-tiba Daffa jadi kepikiran harga liontin.


"Kak Daffa kenapa jadi mikirin harganya sih," ucap Karina yang merasa heran dengan suaminya.


"Hehehe, atuh Azmia memberikan liontin itu tanpa ragu padahal kan baru saling kenal," balas Daffa.


"Semua sudah di atur oleh Sang Maha Kuasa. Mungkin memang itu rezeki Meyla," ucap Karina.


"Iya benar, Dek," balas Daffa.

__ADS_1


"Kita istirahat dulu yuk!"


"Iya." Mereka pun mulai memejamkan matanya.


__ADS_2