Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 34 Kepulangan Azmia


__ADS_3

Rasanya lama sekali aku meninggalkan tempat ini, padahal baru beberapa minggu," batin Azmia sambil menatap langit kamarnya.


Pagi hari seperti kebiasaan yang dulu. Azmia selalu masak di pagi hari dia ingin suaminya makan hasil tangannya sendiri.


"Den Alby, pasti mau makan di rumah kalau Non Mia yang masak," ucap Mbok Asih di sela-sela mereka berdua sedang memasak.


"Memangnya waktu saya pergi Mas Alby tidak pernah makan, Mbok?" tanya Azmia.


"Tidak, Non. Den Alby saja terkadang bangun kesiangan, pulang sudah hampir larut malam penampilan juga acak-acakan Non tidak ke urus lihat saja sekarang si Aden beda sekali tidak seperti dulu rapi, bersih," jelas Mbok Asih.


Azmia terdiam ada benarnya juga yang di katakan Mbok Asih, tapi Azmia tak berpikir sampai sejauh itu dia berpikir Alby baik-baik saja memang jika soal penampilan kini jauh berbeda Alby terlihat kurusan, pakainya tidak begitu rapi. Azmia pikir itu akibat Alby yang terlalu lelah karena kerja ternyata....


"Mbok, Mia ke atas dulu ya," pamit Azmia setelah menyelesaikan masakannya.


"Mas," panggil Azmia saat berada di depan pintu kamar Alby karena tidak ada sahutan Azmia berusaha mengetok pintu lagi hingga berkali-kali tidak ada jawaban, akhirnya dia memilih untuk mencoba membuka pintu.


"Ah, Mas Alby," teriak Azmia saat melihat Alby keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk. Azmia langsung menutup matanya dengan tangan.


Alby yang melihat tingkah Azmia, semakin membuatnya ingin menggoda istrinya. Alby melangkah semakin mendekat ke arah Azmia menyentuh tangan yang menutupi mata Azmia.


"Kenapa, di tutup tidak akan dosa jika kamu melihatnya," bisik Alby di telinga Azmia.


"Mas, cepatlah ganti baju!" ucap Azmia sambil mempertahankan tangan yang menutupi matanya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin melihatnya?" Alby terus saja menggoda Azmia.


Azmia hanya diam tak menjawab kini dia menyesal kenapa harus masuk ke kandang singa dan membangunkan singa jantan membuatnya semakin di landa kegelisahan. Jantungnya kini berdebar lebih kencang.


"Mas," lirih Azmia. Dia berbalik badan ingin keluar dari kamar Alby, tapi dengan cepat Alby menarik pinggang Azmia.


"Mau kemana sayang?" tanya Alby sambil menyandarkan kepalanya di bahu Azmia.


'Ya Allah, tolong keluarkan aku dari bahaya ini," batin Azmia. Kini berasa jantungnya ingin keluar.


"Den, ditunggu Den Daffa di bawah," ucap Mbok Asih di depan pintu.


"Iya, Mbok suruh tunggu saja sebentar lagi saya turun," jawab Alby dari dalam.


"Baik, Den." Mbok Asih kembali ke lantai bawah setelah mendengar jawaban Alby.


"Hari ini aku ada meeting pagi, kamu libur kuliah kan? ikut ke kantor ya," ajak Alby. Melepaskan pelukannya berjalan menuju ruang ganti.


"Mia kan harus ke kafe, Mas," balas Azmia masih berdiri di tempat.


"Libur saja kalau bisa keluar saja dari kafe itu," tegas Alby saat keluar dari ruang ganti. "Tolong pasangkan dasi ku!" ujar Alby sambil mengancingkan lengan bajunya.


Azmia menghampiri Alby berdiri di depan Alby membenarkan dasi suaminya. Alby yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. 'Cup' satu kecupan mendarat tepat di kening Azmia.

__ADS_1


"Ih, Mas Alby." Azmia memukul pelan dada suaminya.


"Pahala, sayang," ucap Alby sambil mengelus lembut kepala Azmia. "Bersiaplah, aku akan menunggu mu di bawah," lanjut Alby.


Dia sudah berjanji mulai hari ini ingin memperbaiki hubungannya dengan Azmia.


Azmia mengangguk kemudian berjalan keluar kamar Alby dengan pipi yang memerah. Alby bersikap manis terhadapnya.


Azmia masuk ke dalam kamarnya membersihkan diri. Tiga puluh menit Azmia keluar kamar sudah rapi dengan gamis warna hitam, hijab abu-abu motif bunga tak lupa ia bawa tas kecil yang dia selempang kan di bahunya.


Azmia menuruni anak tangga menuju Yuang tamu menghampiri suaminya.


"Bidadari surga turun dari langit," ucap Daffa saat melihat Azmia turun dari tangga.


"Sakit, Al," keluh Daffa saat mendapat serangan tiba-tiba dari Alby.


"Kita sarapan yuk, Mas!" ucap Azmia menyuruh Alby sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.


"Mas Daffa ayo, sekalian kita sarapan bareng." Tak lupa Azmia juga mengajak Daffa karena nggak mungkin kan Daffa di suruh jadi penonton mereka berdua makan.


*


*

__ADS_1


*


Alby berdiri dari duduknya


__ADS_2