
Di dalam mobil.
"Kak," panggil Azmia.
"Iya," balas Ardiaz.
"Semalam Mas Alby nemuin Mia lagi," ucap Azmia.
"Untuk apa dia ketemu kamu?" tanya Ardiaz.
"Dia hanya ingin meyakinkan bahwa Kakak beneran calon suami Mia karena dia nggak yakin jika Mia secepat ini bisa memiliki pasangan," jawab Azmia.
"Terus?"
"Ya Mia bilang saja kita beneran pasangan kekasih," jawab Azmia dengan jujur.
"Memangnya kamu beneran mau kita jadi pasangan?" tanya Ardiaz sekilas menatap ke arah Azmia kemudian fokus kembali menyetir.
Azmia hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. Dia bingung harus jawab apa.
"Kenapa diam?" Ardiaz bertanya lagi karena Azmia tak menjawab pertanyaannya.
"Kak," ucap Azmia.
__ADS_1
"Kenapa, Mi? kan saya nanya duang," balas Ardiaz.
"Mia masih ingin fokus kuliah," ujar Azmia.
"Apa kamu tidak ingin mencari pengganti dia? apa kamu masih belum bisa move on darinya, atau kamu masih mencintainya?" cerocos Ardiaz.
"Stop! Mia nggak mau bahas itu," ucap Azmia dengan tegas.
"Maaf," balas Ardiaz.
Setelah itu tidak ada obrolan lagi. Mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
Tak berselang lama mobil Ardiaz sampai di depan kampus.
"Sama-sama," balas Ardiaz.
Setelah itu Azmia membuka pintu mobil keluar dari mobil berjalan menuju ruang kelas.
"Siapa dia?" tanya seseorang tepat di belakang Azmia.
Mendengar ada suara orang di belakangnya Azmia pun menoleh. "Pak Ali," ucap Azmia.
Ali membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Tadi siapa?" tanya Ali. Entah datangnya dari mana tiba-tiba berada di belakang Azmia.
"Teman," jawab Azmia.
"Jangan suka pergi sama laki-laki," ujar Ali. Bukan melarang Azmia untuk berteman atau bergaul, tapi Ali melakukan itu demi kebaikan Azmia sendiri.
"Tidak, tadi hanya ada urusan dengannya jadi terpaksa harus bareng," balas Azmia terpaksa harus berbohong pada Ali. Azmia nggak mungkin berkata jujur karena dia belum menceritakan ke Angga tentang perjanjiannya dengan Ardiaz.
"Ya sudah, jangan di ulangi lagi, nanti kalau terjadi sesuatu padamu saya bisa di marahin Abang kamu karena tidak bisa menjaga mu dengan baik," ucap Ali.
Dua minggu yang lalu sebelum Angga pergi ke luar kota dia sengaja menitipkan Azmia pada Ali karena hanya Ali yang dekat dengan Azmia. Mami dan Papinya belum pulang dari luar negeri sedangkan Devan juga pergi, nggak mungkin dia menitipkan Azmia pada Alby.
Angga hanya takut jika sesuatu terjadi pada peri kecilnya, jadi dia meminta Ali agar mengawasi Azmia.
"Siap, Pak Dosen!" balas Azmia dengan hormat pada Ali. "Pak Ali tenang saja Azmia anak baik kok, insya'Allah Azmia bisa jaga diri," ucap Azmia meyakinkan Ali.
"Baiklah, anak pinter sekarang masuk kelas ya!" perintah Ali.
"Siap, Pak Dosen!" balas Azmia dengan tersenyum manis kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruang kelas.
Dasar anak nakal. Azmia tuh anaknya sangat penurut, lucu sekali pantas saja si Angga menyayanginya. Andai saja dia masih ada pasti sudah seumuran dengan Azmia, batin Ali.
Sesampainya di kelas Azmia duduk di kursinya. Si Karina ya kok belum datang juga, batin Azmia saat melihat di ruang kelas belum ada satupun sahabatnya yang datang padahal sebentar lagi dosen datang.
__ADS_1
Kebiasaan Azmia jika sendirian di kelas dia lebih memilih untuk membaca novel dari pada bosen menunggu ke dua sahabatnya.