Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 143 Ketemu lagi


__ADS_3

Selesai nonton Azmia dan Karina menuju restoran yang berada di lantai dua.


"Situ aja ya, Mi." Karina menunjuk kearah restoran seafood.


"Iya," balas Azmia. Mereka pun melangkahkan kakinya menuju restoran seafood saat mereka baru masuk tiba-tiba ada seseorang yang memanggil.


"Nisa," panggil seseorang yang berada di dalam restoran.


Merasa namanya di panggil Nisa (Azmia) mencari ke sumber suara. Azmia terdiam saat melihat orang yang memanggilnya.


"Mi, gimana nih?" bisik Karina di telinga Azmia sambil mencolek-colek lengan Azmia.


"Aku juga bingung," jawab Azmia.


"Sini, Nak gabung dengan kami," ucapnya sambil melambaikan tangan ke arah Azmia.


"Duh nasib memang sedang tidak mendukung kita," ucap Karina.


"Takdir," balas Azmia. Kemudian Nisa dan Karina melangkah kan kakinya menghampiri orang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Azmia sambil menyalami tangan orang-orang yang berada di meja nomor lima posisi paling pojok kiri.


"Wa'alaikumussalam. Duduklah!" Ucapnya mempersilakan Azmia duduk.


"Terima kasih, Bun," balas Azmia. Ya orang yang memanggil Azmia adalah Bunda Rita mertuanya.


"Yah, kenalin ini Nisa dan yang satu lagi namanya Karina mereka itu teman Revan saat SMA." Bunda Rita memperkenalkan Azmia sebagai Nisa.


Azmia dan Karina pun mengangguk dengan tersenyum kecil ke arah Wisnu.


"Kalian baru datang?" tanya Bunda Rita.


"Oh, silakan pesan makanan!" Bunda Rita menyuruh Azmia dan Karina agar segera memesan makanan.


"Bun, kita pulang sekarang?" tanya seseorang yang baru datang menghampiri Bunda Rita dan Ayah Wisnu.


"Kalian pulang saja dulu Ayah sama Bunda masih ada urusan," balas Bunda Rita.


"Bunda sama siapa?" tanyanya.

__ADS_1


"Karina, Nisa," ucapnya saat melihat orang duduk bergabung dengan Bunda Rita dan Ayah Wisnu.


"Selamat malam, Kak Rania, Kak Alby," sapa Karina. Sedangkan Azmia (Nisa) hanya menatap ke arah Alby dan Rania dengan tersenyum kecil.


Alby yang tadinya ingin pulang malah duduk kembali bergabung bersama Bunda Rita dan Ayah Wisnu. "Mas, ayo! katanya mau pulang." Rania menarik lengan Alby.


"Nanti saja pulangnya bareng sama Bunda dan Ayah," balas Alby.


"Ih...." Rania terpaksa mengikuti kata Alby dia pun akhirnya ikut duduk bersama meskipun dalam hati dia merasa sangat kesal dengan sikap Alby, tapi dia mencoba untuk terlihat biasa saja.


"Sudah sana pulang, Al kasihan Rania takutnya dia lelah," ucap Bunda sengaja menyuruh anaknya pergi supaya bisa bebas ngobrol sama Azmia (Nisa).


"Nanti saja bareng Bunda kan tadi kita berangkat bareng jadi pulang juga harus bareng," balas Alby meskipun itu hanya alasan saja supaya dia bisa tahu lebih jauh tentang wanita berkacamata (Nisa) yang selalu membuatnya penasaran.


"Bunda kan bisa pulang bareng Ayah," ujar Bunda Rita masih berusaha untuk menyuruh Alby agar segera pulang.


"Iya, tapi kan ini sudah malam, Bun." Alby pun tak kalah terus saja mencari alasan membalas ucapan sang Bunda yang masuk akal agar Bundanya tak curiga kalau dia sebenarnya tidak ingin segera pulang. Misinya belum selesai jadi Alby akan terus mencari cara supaya bisa mengetahui secara jelas tentang cewek berkacamata di dekatnya.


"Sudahlah, Bun biarkan saja mereka bareng kita." Kini Ayah Wisnu angkat bicara agar emak dan anak tidak terus berdebat hanya masalah pulang.

__ADS_1


__ADS_2