
Sesampainya di rumah Ayah Wisnu bukannya tidur, tapi beliau hanya bergulang-guling di atas kasur pikirannya kini terganggu dengan perkataan dokter tadi sore.
Flashback
Tadi sore saat Dokter meminta Ayah Wisnu agar berbicara di ruangannya dokter memberi tahu kalau Bunda harus di operasi jika sampai besok pagi tidak siuman. Dokter juga memberi tahu agar Ayah Wisnu menyiapkan donor darah jika saat operasi Bunda Rita kekurangan darah jadi sudah siap karena stok darah yang sesuai dengan Bunda Rita habis.
**
Ayah Wisnu tidak ingin membuat Azmia semakin sedih jadi beliau tidak memberi tahu Azmia. Ayah Wisnu akan memberi tahu pada kedua anaknya saja.
Pagi hari
Ayah Wisnu segera bergegas menuju rumah sakit beliau sudah tidak sabar melihat keadaan sang istri.
*
*
*
Di rumah sakit.
"Mi, pulanglah biar aku yang menjaga Bunda. Kamu pasti sangat lelah semalaman nggak tidur lihat matamu seperti mata panda," ucap Revan.
__ADS_1
"Mia, baik-baik saja kok, Kak. Kakak pulang saja dulu ganti baju dan istirahat!" Azmia balik menyuruh Revan agar pulang dan istirahat. Dia seakan tak memperdulikan dirinya sendiri yang kini terlihat sangat kudut sekali.
"Kamu juga harus ganti pakaian, Mi. Lihatlah baju mu," ujar Revan.
"Mia mah gampang, Kak. Kakak nggak perlu menghawatirkan Mia," balas Azmia.
"Baiklah." Akhirnya Revan memilih mengalah dari pada terus berdebat dengan Azmia, tapi saat Revan ingin keluar ruangan tiba-tiba Ayah Wisnu datang.
"Van, kamu sudah pulang? Ayah ingin bicara padamu," ucap Ayah Wisnu pada putranya.
"Iya, Yah," balas Revan.
"Kita ngobrol di depan," ujar Ayah Wisnu.
'Ada apa sebenarnya? kenapa Ayah tidak berbicara di sini saja? apa mungkin sangat rahasia? ah ... biarkanlah aku nggak boleh mikir yang aneh-aneh mungkin memang ada sesuatu yang penting," batin Azmia.
Namun, dia juga penasaran Azmia berpindah duduk yang tadinya di kursi dekat brankar kini dia duduk di sofa samping Karina.
"Mi, aku sudah menyuruh Nina agar mengantarkan baju ganti untuk mu sekalian bawain sarapan buat kita," ucap Karina.
"Iya, Rin. Makasih ya Rin kamu sudah nemenin aku jagain Bunda," balas Azmia.
"Iya, Mi," ujar Karina.
__ADS_1
*
*
*
Di luar.
Revan dan Ayah Wisnu duduk di kursi depan ruangan Bunda.
Ayah Wisnu memberi tahu pada Revan tentang ucapan dokter yang kemarin.
Revan mengangkat kedua tangannya kemudian mengusap wajah dengan kedua tangannya sambil menghela nafasnya.
"Berdoa saja semoga Bunda baik-baik saja," ucap Ayah Wisnu sambil memegang bahu putra bungsunya.
"Amin. Semoga saja," balas Revan. Dia tak menyangka Bundanya akan mengalami hal seperti ini.
"Tadi Ayah sudah menemui dokter kemungkinan jika hingga sampai jam delapan Bunda belum juga siuman maka kita harus bersiap untuk cek darah mudah-mudahan di antara kita ada yang cocok dengan Bunda," ucap Ayah Wisnu.
Dia juga sama merasa sakit saat melihat keadaan Bunda Rita seperti ini, tapi apalah daya jika sang Kuasa sudah memberikan takdir seperti ini. Kini dia hanya bisa berdoa semoga Allah mengangkat penyakit istrinya dan segera memberikan kesembuhan pada istrinya.
"Baik, Yah. Revan akan melakukan apapun demi kesembuhan Bunda," tegas Revan sebagai anak yang berbakti dia akan melakukan segala cara agar orang tuanya bisa sembuh.
__ADS_1