
"Ma, nanti malam ikut ya ke acara rekan bisnis Papa di hotel X," ucap Papa Irwan.
"Iya, Pa," balas Mama Irana.
"Ardiaz mana, Ma?" tanya Papa Irwan.
"Ada di kamar," jawab Mama Irana.
"Oh, nanti malam dia suruh ikut sama kita, Ma supaya dia terbiasa," ucap Papa Irwan.
"Baiklah, nanti Mama bilang ke Ar," balas Mama Irana.
*****
Di tempat lain tepatnya di hotel X
Semua para sanak saudara keturunan dari Bakhri sudah berkumpul di hotel bersiap untuk ikut merayakan ulang tahun perusahaan yang di pimpin Papa Ari.
Azmia masih di makeup oleh MUA yang sengaja Mama Iren panggil untuk merias Azmia agar tampil berbeda.
Tepat pukul tujuh tamu undangan mulai berdatangan satu persatu Papa Ari dan Ali menyambut para undangan dengan ramah.
"Selamat ya, Ri semoga kedepannya makin sukses," ucap salah satu rekan bisnis Papa Ari.
"Terima kasih," balas Papa Ari.
Satu persatu tamu mengucapkan selamat pada Papa Ari berkat kerja kerasnya kini perusahaan yang ia pimpin semakin berkembang pesat.
"Ini acara apa, Pa?" tanya Ardiaz saat tiba di hotel X.
"Ulang tahun perusahaan milik Pak Ari Bakhri," jawab Papa Irwan.
"Oh. Kok Ardiaz baru denger namanya," ucap Ardiaz.
"Iya, karena Pak Ari itu pengusaha terkenal di luar negeri, beliau di sini hanya meneruskan usaha dari orang tuanya," jelas Papa Irwan.
"Oh, begitu pantas Ar kurang mengenalnya," ucap Ardiaz.
"Dulu Pak Ari itu tinggal di sini, tapi ada satu kejadian yang membuatnya memilih untuk meninggalkan kota ini dan tinggal di negeri orang baru beberapa bulan ini beliau kembali," jelas Papa Irwan.
"Oh, begitu." Ardiaz menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Di dalam ruangan sudah penuh dengan para tamu undangan mereka saling bertegur sapa, bisa di bilang seperti acara reuni para pengusaha ya.
Ardiaz dan Papanya berpisah. Papa Irwan memilih untuk menghampiri para rekan bisnisnya, sedangkan Ardiaz duduk anteng di meja yang tersedia.
"Selamat malam, Pak Alby," sapa Papa Irwan.
"Selamat malam juga, Pak Irwan," balas Alby
__ADS_1
"Pak Irwan sendiri?" tanya Alby.
"Saya bersama istri," jawab Papa Irwan.
"Ini istri, Pak Alby?" tanya Papa Irwan.
"Iya, Pak. Kenalin ini istri saya namanya Nila." Alby memperkenalkan Nila pada Papa Irwan.
Mereka pun bersalaman sebagai salam perkenalan.
"Terima kasih, kalian sudah bersedia hadir," ucap Papa Ari yang tiba-tiba muncul berada di samping Papa Irwan.
"Eh, Pak Ari. Selamat ya, Pak semoga semakin sukses," ujar Papa Irwan.
"Amin," balas Papa Ari.
**
Di pojok sebelah kiri terlihat para karyawan cafe dan para art serta satpam di rumah.
Bukan hanya pengusaha dan keluarga serta karyawan cafe saja yang hadir, dalam acara ini Papa Ari juga mengundang semua para karyawan nya untuk bisa hadir di acara spesialnya karena tanpa karyawan dia bukan siapa-siapa.
Para awak media juga banyak yang hadir meliput mereka juga seakan tak ingin melewatkan acara tersebut yang pastinya akan jadi trending topik di semua media.
Setelah berkeliling menghampiri satu persatu tamu undangannya kini tiba saatnya acara inti.
MC mempersilakan Papa Ari untuk naik ke atas panggung memberikan sambutan sebagai penyelanggara.
Semua orang menatap ke arah tangga melihat siapa yang di maksud Papa Ari.
Itu pasti bukan dia kan, ini cuma perasaan gue kan, batin Nila saat melihat wanita cantik yang turun dari tangga.
Aku tidak sedang bermimpi kan saat ini, batin Alby.
Gue nggak salah lihat kan, batin Daffa.
Begitu banyak kejutan yang kamu berikan padaku, Mi, batin Ardiaz saat melihat Azmia yang begitu cantik dan anggun berjalan menuju panggung.
"Pa, itu Azmia bukan sih?" tanya Mama Irana pada suaminya.
"Sepertinya iya, Ma, tapi kan nggak mungkin, Ma. Azmia kan anak Pak Dewata," jawab Papa Irwan.
"Yah, bukankah itu putri kita, dia terlihat begitu cantik malam ini," ucap Bunda memuji mantan menantunya.
"Iya, Bun. Sepertinya itu Azmia, tapi ada hubungan apa ya Azmia dengan keluarga Bakhri." Ayah Wisnu mulai bertanya-tanya.
"Iya-ya, Yah," sambung Bunda. Dia juga merasa bingung.
"Inilah seseorang yang sangat berharga dalam hidup saya. Perkenalkan, semua ini adalah putri bungsu saya yang bernama Azmia Syafiqa Bakhri. Diantara kalian pasti sudah tahu kejadian beberapa tahun silam. Ya inilah dia putri bungsu saya yang hilang dua puluh satu tahun yang lalu. Alhamdulilah kini Allah mempertemukan kami kembali," ucap Papa Ari sambil memegang tangan putrinya.
__ADS_1
"Satu lagi Putri saya ini yang akan memimpin perusahaan PT X. Azmia syafiqa Bakhri direktur utama PT X," lanjut Papa Ari.
Semua orang bertepuk tangan sebagai sambutan direktur baru PT X.
"Pa," lirih Azmia dia begitu terkejut saat Papanya bilang dia yang akan memimpin perusahaan, karena Papa Ari bilang hanya acara perkenalan ternyata ada yang lain juga.
"Papa yakin kamu bisa, sayang," ucap Papa Ari sambil mengelus lembut kepala Azmia.
Setelah perkenalan singkat tersebut Papa Ari dan Azmia turun dari panggung menyapa para tamu.
Ini beneran fix gue nggak sedang bermimpi, ternyata di luar dugaan gue, ternyata dia bukan wanita sembarangan, batin Nila.
Mas senang akhirnya kamu bisa menemukan keluarga asli kamu, batin Alby.
Aku semakin malu padamu, Mi. Kini Allah menunjukkan siapa kamu sebenarnya, dalam sekejap Allah mampu menutup mulut setiap orang yang memandang mu sebelah mata, batin Ardiaz.
Gue nggak nyangka ternyata Azmia putri dari keluarga Bakhri, ma*p*s lu Nila, lu bukan tandingan Azmia, batin Daffa.
"Pa, Mama nggak salah denger kan?" Mama Irana menyenggol lengan suaminya.
"Enggak, Ma. Ini nyata kita nggak bermimpi ternyata penilaian kita salah, dia bukanlah wanita sembarangan hidupnya saja di kelilingi para orang-orang hebat, sungguh dia benar-benar wanita yang luar biasa pantas saja Ardiaz mencintainya," jelas Papa Irwan.
"Papa benar, kita seakan tidak ada apa-apanya di banding dirinya," ucap Mama Irana.
"Iya, Ma. Papa jadi malu," balas Papa Ari.
"Kira-kira Azmia mau nggak ya maafin kita, Pa?"
"Semoga saja mau, Ma," balas Papa Irwan.
Azmia di perkenalkan dengan beberapa rekan bisnis Papa Ari, ada beberapa yang sudah mengenal Azmia karena Azmia sering menggantikan tugas Papi Dewata atau Angga saat pertemuan dengan klien.
Setelah ikut bergabung dengan para tamu papanya kini pandangan Azmia tertuju pada salah satu meja, dia pun melangkahkan kakinya menuju meja tersebut.
"Assalamualaikum, Bunda, Ayah," ucap Azmia saat tiba di meja tersebut. Azmia menyalami kedua mantan mertuanya.
"Wa'alaikumussalam, Sayang. Bunda seneng banget bisa bertemu dengan mu," ucap Bunda kemudian memeluk mantan menantunya.
"Mia juga bahagia bisa bertemu, Bunda," balas Azmia.
"Bun, Mia menyapa yang lain dulu ya, nanti jika Bunda ada waktu bisa kabarin Mia kita makan bersama di cafe sambil ngobrol," ucap Azmia.
"Iya, sayang," balas Bunda Rita.
Azmia terpaksa harus meninggalkan meja Bunda Rita untuk menyapa tamu lainnya. Azmia secara bergantian menyapa para tamunya seperti Bunda dan Ayah, setelah itu Karina dan Daffa, kemudian Derry dan Melia, tak lupa para karyawan cafe.
Acara berlangsung hingga pukul sebelas malam. Hari kebahagiaan yang tak akan pernah terlupakan bagi keluarga Bakhri sejarah bagi keluarganya.
***
__ADS_1
Jangan lupa untuk terus bahagia meski kehidupan tak sesuai dengan harapan kita.
Yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan kebahagiaan itu di hari dan waktu yang tepat.