
Azmia memantau keadaan kampus dari lobi hotel.
Setelah melihat acara di kampus selesai Azmia dan Karina segera bergegas menuju ke kampus.
Azmia masuk ke dalam gerbang kampus mencari sosok Revan dan Kabin.
"Kita tunggu di situ saja, Mi," ucap Karina sambil menunjuk ke arah pintu keluar para mahasiswa.
Azmia mengangguk sebagai jawaban.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit Revan bersama Bunda dan Ayah keluar dari ruangan.
Melihat yang di tunggu-tunggu sudah keluar Azmia dengan perlahan melangkah menghampiri Revan.
"Surprise," ucap Azmia sambil memberikan buket bunga pada Revan sebagai ucapan selamat atas keberhasilan Revan yang kini bergelar S1.
"Selamat ya, Kak semoga ilmunya bermanfaat dan sukses selalu," ucap Azmia.
"Amin, terima kasih." Revan mengaminkan doa Azmia serta mengambil buket tersebut. "Ah ... gemes pengen peluk, tapi nggak bisa," ujar Revan. Di sambut tawa semua yang ada di samping Revan.
"Kasihan banget sih Lu, Van," ledek Kabin.
"Sue, Lu," balas Revan.
__ADS_1
Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan mereka melakukan foto bersama.
"Eh ... ada Azmia juga di sini," ucap Nila yang baru datang bersama Alby dan juga Daffa.
"Iya, Mba. Kak Revan yang meminta Mia agar bisa hadir di acara wisudanya," jelas Azmia. Dia tak ingin Nila berprasangka buruk terhadap nya. Jika Revan tidak bilang padanya mungkin dia juga nggak akan tahu jika hari ini Revan wisuda.
Nila tak membalas lagi karena Alby lebih dulu menahannya agar tidak banyak bicara karena ini acara Revan.
"Ayo, kita mulai sesi pemotretannya," ucap Daffa yang sudah bersiap untuk mengambil foto.
Semua mulai berbaris melakukan foto bersama berbagai banyak gaya, setelah sesi foto-foto kini mereka berjalan menuju restoran makan bersama merayakan keberhasilan Revan.
"Mi," panggil Revan.
"Iya, Kak," balas Azmia.
"Bolehkah Mia minta waktu untuk menjawabnya, karena Mama dan Papa berniat akan mengenalkan Mia dengan seseorang," jawab Azmia.
"Apa akan ada perjodohan untuk kedua kalinya?" tanya Revan dengan nada yang sedikit berbeda karena ada rasa kekecewaan dalam hatinya. Awalnya dia berpikir bahwa memang Azmia lah jodoh yang Allah takdirkan untuknya setelah Azmia bercerai dengan Alby, tapi ternyata pikirannya salah dia harus bersabar lagi.
"Tidak, Kak. Mama dan Papa hanya ingin memperkenalkan saja tidak menjodohkan karena setelah pertemuan itu keputusan ada di tangan Mia," jawab Azmia.
"Sabar, brow," ucap Kabin sambil memegang bahu Revan.
__ADS_1
Revan hanya membalasnya dengan anggukan kepala.
"Rin, sebentar lagi lu bakal sodaraan dengan Revan dong," ucap Kabin.
"Iya, kalau dia macam-macam aku jitak," balas Karina.
"Kakak ipar yang kejam lu," sahut Revan.
"Biarin aja," balas Karina di sambut gelak tawa yang lain.
"Kamu berangkat berdua duang, Dek?" tanya Revan.
"Mia di antar Mas Ali, karena nggak di kasih ijin Mama jika nggak sama Mas Ali," jawab Azmia.
"Terus sekarang Mas Ali di mana?" tanya Revan.
"Ada di hotel," jawab Azmia.
"Kesempatan tuh, Van buat deketin calon kakak ipar lu," ujar Kabin.
"Tumben lu pinter," balas Revan.
"Enggak boleh," sahut Azmia.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Revan.
"Pokonya tidak boleh," jawab Azmia. Bukan maksud melarang Revan untuk kenalan dengan Ali, tapi ini belum saatnya.