Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 271 Permintaan Karina


__ADS_3

"Non," panggil Mbok Asih.


"Ah ... iya, Mbok," balas Azmia.


"Non Mia kenapa? ada masalah?" tanya Mbok Asih.


"Tidak, Mbok," jawab Azmia.


"Terus kenapa itu makanan hanya di aduk-aduk?" Mbok Asih yang melihat Azmia hanya mengaduk makanannya tanpa memasukkan nya ke dalam mulut.


Kini mereka sedang berada di dalam restoran. Setelah selesai berbelanja Ali dan Azmia mengajak Mbok Asih dan Mang Udin untuk makan terlebih dahulu karena pasti lelah satu jam muterin toko baju.


"Mia galau, Mbok karena tadi pacarnya cemburu." Bukan Azmia menjawab melainkan Ali.


"Enggak, Mbok," sambung Azmia.


"Terus kenapa? setelah kepergian Ardiaz kamu terlihat murung," ujar Ali.


"Mia juga nggak tahu, Mas tiba-tiba Mia merasa gelisah, nggak enak hati," balas Azmia.


"Hanya perasaan kamu saja kali, Dek," ucap Ali.


"Mungkin," balas Azmia.


"Lebih baik sekarang, Non Mia makan dulu biar lebih tenang," ucap Mbok Asih.


"Iya, Mbok," balas Azmia kemudian memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.


****

__ADS_1


Di cafe lovely


"Tumben ngajak ketemuan apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" tanya Daffa membuka obrolan.


"Iya, Kak," jawab Karina.


"Ada apa?" tanya Daffa.


Karina terdiam dia hanya senyum-senyum.


"Kenapa, sih senyum-senyum sendiri gitu?" Daffa yang merasa aneh dengan sikap Karina.


"Janji jangan ketawa," ucap Karina.


"Iya, kalau nggak lupa," balas Daffa.


"Ih ... Kakak, ya udah Karin nggak jadi ngomong," ujar Karina.


"Janji dulu," ucap Karina.


"Iya, Karina calon istri ku," balas Daffa.


Mendengar ucapan Daffa yang menyebutkannya calon istri, Karina jadi tersipu malu.


"Hem.m.m jadi gini, Kak, bisa nggak kalau pernikahan kita di majuin," ucap Karina dengan malu-malu.


"Bisa banget," balas Daffa dengan tertawa kecil.


"Jangan tertawa," ucap Karina.

__ADS_1


"Enggak," balas Daffa.


"Mau maju kapan, minggu depan? atau besok pagi?" tanya Daffa dengan nada menggoda.


"Eh ... tapi tunggu! kamu nggak lagi ngigo kan, Rin?" tanya Daffa, karena nggak ada angin, nggak ada ujan tiba-tiba Karina minta pernikahan di majuin dari kesepakatan awal.


"Enggak dong, Kak," jawab Karina.


"Lha terus kenapa tiba-tiba minta cepet-cepet nikah?" Daffa yang bingung dengan keputusan Karina, saat pertunangan Karina meminta pernikahan di selenggarakan setelah dia wisuda, lha sekarang tiba-tiba minta di majuin.


"Hehehe ... Karin bosen sendirian." Jawaban yang singkat, padat, jelas.


Mendengar jawaban Karina, Daffa jadi ingin tertawa. Bisa-bisanya calon istrinya minta buru-buru nikah karena kesepian..


"Biasanya juga sendirian," ucap Daffa.


"Enggak. Karin kan biasanya sama Azmia, tapi sekarang Mia nggak di cafe lagi jadi Karina kesepian," balas Karina.


"Memangnya, Mia kemana?" tanya Daffa.


"Azmia tinggal sama Bang Angga," jawab Karina. Dia terpaksa berbohong karena nggak mungkin dia memberi tahu Daffa sebelum Azmia di publikasikan oleh keluarga Bakhri.


"Oh. Saya sih nggak masalah pernikahan itu di laksanakan lebih awal, tapi apa kamu sudah siap lahir batin? pernikahan itu bukan hanya sekedar menjalin hubungan silaturahmi antar dua keluarga, tapi pernikahan itu menyatukan dua insan yang berbeda dari sikap dan karakter seseorang, bersatu untuk memahami satu sama lain. Pernikahan juga harus bisa saling melengkapi, menerima setiap kekurangan pada pasangan, saling percaya, kejujuran dan komunikasi hal yang paling penting." Wejangan Daffa udah kayak emak ya.


"Insya'Allah, Kak," balas Karina.


"Baiklah kalau memang sudah siap nanti saat Mama dan Papa pulang dari luar kota Saya akan datang menemui beliau untuk membahas ini, tapi sebelum itu saya akan lebih dulu bicara sama Ayah dan Bunda meminta pendapat beliau terlebih dahulu," ucap Daffa.


"Iya, Kak," balas Karina.

__ADS_1


"Semoga apa yang kita niatkan dapat ridho dari Allah SWT," ucap Daffa.


"Amin."


__ADS_2