Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 144 Jum'at Berkah


__ADS_3

Melihat kemajuan cafe yang semakin hari semakin ramai. Tepat hari jum'at awal bulan Azmia mengadakan jum'at berkah berbagi sesama. Azmia mengundang para anak yatim piatu, warga yang kurang mampu serta mengadakan gratis bagi pengunjung yang. Beli tiga free satu dan Beli dua free minum.


Setelah selesai sholat subuh Azmia bersama para chef cafe langsung berperang di dapur menyiapkan makanan yang akan di bagikan ke anak yatim piatu dan dhuafa.


[3/1 22.55] Sury: "Mi, kita siapkan berapa, box nih?" tanya Karina yang mendapat tugas menyiapkan tempat makan.


"Siapkan saja seratus, Rin nanti kalau lebih bisa kita bagikan untuk orang lain," jawab Azmia.


"Mba masakan yang sudah matang langsung masukin tempat?" tanya salah satu karyawan.


"Iya, nasi sudah di masukan semua kan?" tanya Azmia. Dia berbicara sambil memasak.


"Sudah, Mba. Tinggal lauk pauknya saja," balas karyawan yang bertugas mengurus menaruh nasi dan lauk pauknya.


Setelah tiga jam berperang dengan peralatan dapur kini semua menu masakan sudah siap untuk di masukan ke dalam kotak makan. Jika pekerjaan di lakukan bersama pasti akan cepat selesai.


Azmia bersama tiga chef dan bagian Karina ada tiga karyawan mereka semua pegawai yang sering bermalam di cafe karena malas pulang.


"Alhamdulillah, selesai juga," ucap Azmia setelah melihat semua box sudah terisi dan sudah tertata rapi. "Kita siap-siap yuk! sebentar lagi acara di mulai," lanjut Azmia.


"Siap, Mba Mia," balas para karyawan. Kemudian mereka membubarkan diri berjalan menuju kamar masing-masing


Azmia dan Karina pun sama mereka masuk kedalam ruangan bergantian membersihkan diri.


Di cafe memang tidak banyak kamar untuk karyawan hanya ada dua ruangan yang satu khusus untuk laki-laki dan satu lagi khusu perempuan jadi satu kamar itu lumayan besar di dalam ada tiga kasur tingkat dua beserta satu kamar mandi dan ada tiga lemari kecil atau biasa orang bilang lemari plastik yang empat pintu.


Bukan hanya sekedar memisah kamar di sudut jalan saat ingin masuk kamar dan sudah depan pintu kamar ada cctv. Azmia sengaja memasang cctv menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Karena jika terjadi sesuatu pasti nama dia yang akan terseret.


Tepat jam sembilan pagi Azmia beserta para karyawan mulai membuka cafe, tapi hanya untuk tamu undangan para yatim-piatu dan dhuafa yang sudah di rekomendasikan dari yayasan.


Tak lama kemudian para tamu mulai masuk ke dalam cafe.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mba Nisa," sapa ketua yayasan.


"Wa'alaikumussalam, Mba Niren," balas Nisa (Azmia) "Mari silakan!" Azmia mempersilahkan Niren untuk duduk di tempat yang telah di sediakan.


"Terima kasih, Mba Nisa," ucap Niren.


Selain mendatangkan para yatim dan dhuafa Azmia juga memanggil salah satu ustadz ternama di dekat cafe untuk memimpin doa.


Setelah semua berkumpul Azmia memulai membuka acaranya mengucapkan sepatah dua patah dan terima kasih atas kehadiran semuanya. Setelah itu Azmia melanjutkan acara selanjutnya yaitu sambutan dan doa yang di pimpin oleh Pak ustadz.


***


Di luar cafe.


"Kenapa cafe tutup ya? tapi ada mobil sepertinya ada acara di dalam. Baiklah nanti malam saja gue kesini lagi," batin seseorang yang berada di depan cafe.


Di pintu gerbang cafe ada spantuk yang tertulis cafe buka jam satu siang. Azmia juga menyuruh Novi agar pasang status di media sosial atas nama cafe lovely khusus hari Jum'at ini buka jam satu siang agar semua pelanggan mengetahui dan tidak kecewa saat datang ke cafe lovely.


***


Selesai doa bersama para tamu undangan di persilakan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Setelah semua menikmati hidangan sebelum pulang Azmia memberikan sedikit bingkisan dan kenang-kenangan untuk para tamunya.


"Terima kasih, Mba Nisa semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada Mba Nisa dan semoga Allah melipat gandakan rezekinya," ucap Niren mendoakan Nisa (Azmia) sebagai tanda terima kasih karena telah berbagi rezeki pada yayasan yang ia urus.


"Amin. Terima kasih atas doanya, Mba Niren. Doa terbaik juga buat kalian semua," balas Azmia (Nisa).


"Kapan-kapan bersinggahlah ke gubuk kami, Mba." Niren menyuruh Azmia agar suatu hari nanti bersedia mampir ke yayasan NR karena hari ini pertama kalinya Niren dan Azmia bertemu sebelumnya mereka tak saling kenal. Azmia mengundang mereka atas rekomendasi Rudi salah satu karyawan cafe yang rumahnya dekat dengan yayasan jadi Rudilah yang mengurus semuanya Azmia hanya menerima beres.


"Insya'Allah, nanti saya akan kesana bersama teman-teman," balas Azmia. Azmia dan Niren berbincang-bincang sambil berjalan keluar cafe.

__ADS_1


Sampai di depan mobil Niren berpamitan pada Azmia. "Saya sebagai pengurus yayasan mengucapkan banyak terima kasih pada Mba Nisa dan samuanya. Terima kasih untuk jamuannya. Assalamualaikum," ucap Niren berpamitan pada Azmia sebelum masuk kedalam mobil.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia.


Setelah kepergian tamu dari yayasan Azmia kembali masuk kedalam cafe.


"Mba Mia, bingkisan dan nasi boxnya masih banyak mau kita bawa kemana?" tanya Pras.


"Tersisa berapa box?" Azmia balik bertanya.


"Masih tiga puluh lima, Mba," jawab Pras.


"Lumayan banyak. Kalian bagikan saja ke orang-orang yang membutuhkan, jika di antara kalian ada yang mau buat keluarga silakan ambil saja bawa pulang terlebih dahulu yang terpenting tepat jam satu kalian sudah berada di sini. Kalau kalian ingin pergi pakai mobil saya saja," ucap Azmia.


"Siap, Mba. Kita pergi pakai motor saja Mba," balas Pras.


"Ribet, Pras. Lagi pula kan itu banyak sekali pakai saja mobil saya tidak apa kok," ujar Azmia.


"Tapi M ___." Pras belum selesai berbicara sudah di potong Azmia.


"Tidak ada tapi-tapian sudah sana kalian pergi bawa mobil yang putih bisa muat banyak orang. Nih kuncinya." Azmia memberikan kunci mobilnya pada Pras.


"Baiklah, kami pergi dulu ya, Mba," pamit Pras dan beberapa karyawan yang ikut pergi membagikan makanan tersebut.


"Iya, hati-hati," ucap Azmia.


"Siap, Mba Mia," balas Pras. "Ups ... salah Mba Nisa maksudnya itu.m," lanjut Pras dengan tersenyum kecil karena sudah terbiasa memanggil dengan sebutan Azmia jadi dia sedikit keder. Ya meskipun orangnya sama hanya saja sekarang berganti nama jadi Nisa.


"Pras-pras sudah sana!" Azmia menyuruh Pras segera pergi.


"Iya-iya, Mba." Pras melangkahkan kakinya keluar cafe dengan membawa beberapa kantor plastik yang berisi box makanan di ikuti empat orang karyawan yang akan membantu Pras membagikan box tersebut.

__ADS_1


"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar ya, Mi," ucap Karina.


"Iya, Rin. Alhamdulillah," balas Azmia.


__ADS_2