Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 181 Keberangkatan Devan


__ADS_3

Keberangkatan Devan.


"Rin, ayo cepatlah!" ucap Azmia karena masih berdandan di depan meja rias sedangkan Azmia sudah siap otw.


"Sabar, Mi," balas Karina.


Azmia keluar dari ruangan menuju lantai satu. Tak lama kemudian Karina menyusul.


"Yuk, go!" ucap Karina berjalan lebih dulu menuju parkiran mobil.


"Nov, saya keluar dulu ya," pamit Azmia sebelum keluar cafe.


"Iya, Mba," balas Novi.


Sekarang Azmia lebih nyaman tinggal di cafe dari pada di apartemen, bukan tak mampu membeli rumah, tapi Azmia lebih suka tinggal bersama para karyawan dari pada di rumah sendirian atau berdua sama Karina.


Setelah berpamitan pada Novi Azmia keluar cafe menghampiri Karina yang sudah lebih dulu berada di dalam mobil.


***


"Van, lu yakin mau pergi?" tanya Angga.


"Iya, Ga. Lu ngapa sih kayaknya nggak rela gitu kalau gue pergi," ucap Devan.


"Enggak gitu juga. Gue cuma takut lu nyesel aja setelah pergi meninggalkan kita semua," balas Angga.


"Demi masa depan gue harus siap," ujar Devan.


"Jangan lupa selalu hubungi gue kalau lu ada apa-apa di sana," balas Angga.


"Siap."


"Sudah semua? ada yang ketinggalan nggak?" tanya Angga saat melihat Devan sudah siap otw ke bandara.

__ADS_1


"Seperti nggak ada sih," jawab Devan.


"Ok, yuk! Azmia udah jalan menuju bandara," ucap Angga.


*


*


*


Satu jam perjalanan kini mereka tiba di bandara. Azmia sampai lebih dulu tak lama kemudian Angga dan Devan.


"Kalian sudah lama?" tanya Angga.


"Baru, Bang," jawab Azmia.


"Kakak ada sesuatu untuk kamu, Dek," ucap Devan sambil memberikan paper bag pada Azmia.


"Buat, Mia?" tanya Azmia.


"Baiklah. Terima kasih, Kak. Kakak baik-baik di sana ya jangan menghilang lagi seperti dulu, Kakak harus selalu memberi kabar pada Mia,"' ujar Azmia.


"Siap, Bu Bos!" balas Devan dengan tersenyum.


"Pak Ali nggak datang ya?" tanya Karina karena tak melihat keberadaan Ali di sekitar mereka.


"Hari ini dia ada tugas jadi nggak bisa datang," jawab Devan.


"Adek kecil jaga diri baik-baik, jangan nakal jika terjadi sesuatu Kakak akan selalu ada buat kamu," ucap Devan sambil mengelus lembut kepala Azmia yang tertutup hijab.


Azmia mengangguk tanpa terasa butiran bening mengalir membasahi pipinya.


"Jangan menangis!" ucap Devan.

__ADS_1


Karena sudah ada instruksi pesawat akan segera terbang Devan bergegas pamitan pada semuanya kemudian berjalan meninggalkan Azmia, Karina dan Angga.


Azmia menangis di pelukan Karina. Dia sedih karena orang yang selalu menjaganya pergi meninggalkannya lagi.


"Ayo, pulang!" ajak Angga.


Azmia mengangguk kemudian mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil.


"Abang langsung ke kantor ya, Dek," ucap Angga.


"Iya, Bang," balas Azmia.


"Sudah jangan sedih, ada Abang yang akan selalu ada di samping mu," ujar Angga sambil mengelus lembut kepala Azmia.


Azmia mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati di jalan," ucap Angga.


"Iya, Bang. Mia duluan ya, assalamualaikum," pamit Azmia.


"Wa'alaikumussalam," balas Angga.


**


Di kantor.


"Al, nanti malam jadi ketemu Azmia?" tanya Daffa.


"Insya'Allah, jadi," jawab Alby.


"Ayo! yang lain udah pada ngumpul di ruang rapat," ucap Daffa.


"Iya," balas Alby kemudian berdiri dari duduknya berjalan keluar ruangan menuju ruang rapat.

__ADS_1


**


"Akan ku bawa cinta ini pergi jauh darimu."


__ADS_2