
"Rin, gawat nih," ucap Azmia lewat sambungan telepon vc, karena kini Azmia berada di cafe lovely sedangkan Karina di cafe cinta. Niatnya sih tadi selesai makan malam bersama Alby, Azmia mau kembali ke cafe cinta, tapi karena sudah jam sepuluh malam Azmia jadi mengurungkan niatnya untuk ke sana.
"Kenapa, Mas Alby minta rujuk?" tanya Karina dengan tertawa kecil.
"Ngawur aja kalau ngomong," jawab Azmia.
"Hahaha lha terus kenapa?" tanya Karina.
"Minggu depan Mas Alby ngajakin dinner bareng," jawab Azmia.
"Terus masalahnya dimana cuma dinner kan?" tanya Karina. Dia pikir hanya dinner bisa yang cuma tinggal datang udah duduk ngobrol makan kenyang pulang begitu duang.
"Iya cuma dinner masalahnya aku kan nggak punya pacar terus aku mau pergi sama siapa," ucap Azmia.
"Maksudnya kalian berdua dinner bareng pasangan masing-masing?" tanya Karina memastikan ucapan Azmia.
"Iya, Karina," jawab Azmia.
"Waduh, kok bisa gimana ceritanya?"
__ADS_1
"Ah, ceritanya panjang besok aja di kampus aku ceritain," jawab Azmia.
"Okelah kalau begitu. Kita sambung lagi aja besok," ucap Karina kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Lha di matiin," keluh Azmia.
'Kira-kira siapa ya yang bisa aku ajak untuk masuk ke dalam urusan ini kan bingung nggak punya temen deket cowok, Kak Devan jauh, masa iya aku ngajak Mas Ali. Ah ... itu tidak mungkin," batin Azmia sambil menggelengkan-gelengkan kepalanya.
**
Di tempat lain.
"Lu, ngapain kesini?" tanya Daffa saat melihat kedatangan Alby kerumahnya.
"Ngapain ajalah suka-suka gue," jawab Alby kemudian dia duduk di samping Daffa yang sedang asyik nonton bola di televisi. Kini mereka berdua berada di ruang tamu.
"Eh ... Bambang ini rumah gue. Oh, iya gimana makan malamnya sama Azmia? pasti modus lagi ya lu," tebak Daffa. Awalnya Alby mengajak Daffa, tapi karena tadi Daffa ada urusan jadi dia nggak bisa ikut.
"Gue juga tahu kali kalau ini rumah lu. Makan malam gue lancar dong," jawab Alby dengan senyam-senyum sendiri.
__ADS_1
"Lu ngapain senyum-senyum gitu mencurigakan nih. Awas ketahuan Nila," ujar Daffa memperingatkan Alby supaya berhati-hati takut jika Nila mengetahui.
"Nila sama Azmia udah bertemu tadi sore saat di rumah Bunda," balas Alby.
"Apa? terus-terus?" Daffa mulai penasaran.
"Azmia memperkenalkan diri sebagai sepupu gue," jawab Alby.
"Ah ... selalu saja tuh anak begitu," ucap Daffa menyayangkan sikap Azmia.
"Tadi juga dia bilang melarang gue untuk bertemu lagi dengannya," sambung Alby.
"Gue setuju dengan Azmia. Al, sekarang kan lu udah punya Nila jadi lebih baik lu jaga tuh perasaan Nila jangan sampai lu melukai hati dia seperti saat lu melukai hati Azmia," ucap Daffa mencoba menasehatinya Alby.
"Iya, gue tahu. Gue bakal ceritain ke Nila tentang semuanya, tapi bukan sekarang tunggu saatnya tiba nanti," balas Alby.
"Terserah lu ajalah, Al." Daffa sudah tak ingin terlalu ikut campur dalam urusan Alby lagi.
***
__ADS_1
Di tempat lain
'Siapa sebenarnya wanita itu, jika gue lihat saat Mas Alby menatapnya itu sangat berbeda bukan tatapan antar saudara. Gue harus cari tahu yang sebenarnya,' batin seseorang yang sedang merebahkan tubuhnya sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya.