Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 65 Kedatangan Alby


__ADS_3

"Mia, tolong plis maafkan aku. Kamu di sini pasti gara-gara aku, tolong dengarkan penjelasan aku dulu, Mi jangan salah paham," ucapnya sambil menggenggam erat tangan Azmia. Alby merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan Azmia sendiri di rumah Pranata. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman, ini sebaliknya rumah itu bagaikan neraka.


"Mas," lirih Azmia. Dia bingung harus bagaimana, sahabatnya pasti bertanya-tanya siapa laki-laki yang berhadapan dengannya. Ya orang yang datang adalah Alby.


"Maafkan Mas ya." Alby mencium tangan Azmia.


"Mas, jangan seperti ini, malu," ucap Azmia dengan nada pelan.


Alby menoleh ke depan, kemudian ke belakang semua orang menatapnya dengan penuh tanya. Alby membalasnya dengan tersenyum kikuk.


"Mia," panggil Karina dengan lirih.


"Nanti," balas Azmia yang mengerti akan pertanyaan Karina.


Suasana di dalam jadi canggung karena kehadiran Alby yang tiba-tiba muncul. Tak berselang lama suara bunyi ponsel Karina mencairkan suasana.


"Hai ... selamat siang kalian pasti baru bangun tidur ya," ucap Karina setelah menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


"Tau aja lu, Rin. Gimana keadaan Azmia?"


"Tuh." Karina mengarahkan ponselnya ke arah Azmia.


"Assalamualaikum, gimana keadaan kamu, Mi?" tanya orang yang berada di sambungan telepon.


"Wa'alaikumussalam, alhamdulillah Mia sudah lebih baik. Kak Revan nggak kuliah?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Nanti sore. Kamu sakit apa, Mi?"


"Cuma butuh waktu istirahat saja, Kak. Kak Kabin mana Kak?" tanya Azmia.


"Dia lagi keluar biasalah anak muda."


"Oh."


"Masa lu kalah sama Kabin, Kak," ejek Karina.


"Biarin cinta gue masih bertahan untuk dia," ucap Revan sambil menunjuk ke arah Azmia kemudian membentuk tangannya seperti love.


"He'em." Dehem Alby.


Azmia hanya tersenyum kecil, kemudian mengarahkan ponsel Karina ke arah Alby.


"Mas Alby, ngapain di situ?" tanya Revan.


"Nih." Alby memperlihatkan genggaman tangannya pada Azmia kemudian mencium punggung tangan Azmia di depan Revan.


"Nggak usah pamer," kesel Revan. "Dasar Abang nggak ada akhlak," lanjut Revan.


Azmia yang mendengar perseteruan antara adik dan Kakak. Dia pun mengarahkan ponsel ke arah Melia dan Derry, kemudian dia arahkan ke Karina dan dirinya.


"Kenapa?" tanya Azmia dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Mia, jangan senyum begitu, nanti gue susah move on," balas Revan.


Dengan cepat Alby langsung mendekat ke arah Azmia. "Revan," ucap Alby dengan mata melotot.


"Biasa saja dong, Mas," balas Revan.


"Mia, vcnya udahan dulu ya ada bodyguard kamu yang selalu gangguin kita nanti aku telpon lagi, ingat jangan lupa makan, jangan terlalu capek, jangan banyak pikiran, cepat sehat Kakak sayang," ucap Revan langsung mematikan sambungan telponnya.


"Dasar adik durhaka," umpat Alby.


"Assalamualaikum," ucap seseorang masuk ke dalam ruangan.


"Kak Daffa," ucap Azmia.


"Hai ... Mi, gimana keadaan kamu?" tanya Daffa berjalan masuk menghampiri Azmia. Daffa berdiri di samping Alby.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik, Kak," jawab Azmia.


"Hai semua," sapa Daffa pada orang-orang yang berada di ruangan.


"Hai juga, Kak," balas Karina dan Melia.


Karina, Melia, dan Derry di buat bingung dengan kehadiran Alby dan Daffa, pasalnya yang mereka tahu saudara laki-laki Azmia hanya Angga, tapi kenapa sekarang tiba-tiba ada laki-laki dengan penampilan rapi, berwibawa, tampan, datang menemui Azmia, dan yang lebih membuat mereka bertanya-tanya laki-laki tersebut dengan sesuka hatinya mencium dan memegang tangan Azmia tanpa permisi.


Sedangkan yang mereka tahu Angga saja tidak berani seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2