Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 108 Cafe Lovly


__ADS_3

'Tidak adakah kesempatan untuk lagi? Apa sudah cukup sampai disini kita akhiri semuanya? Kenapa kamu tidak kembali untuk sekedar bertanya atau mengambil surat ini? Apa kamu sudah benar-benar tidak ingin mempertahankan pernikahan kita?' lirih Alby sambil menatapi surat permohonan perceraian yang di berikan Azmia hingga saat ini surat itu masih ia simpan di laci ruang kerjanya, dia masih belum bisa melepaskan Azmia begitu saja.


Setiap pulang ke rumahnya Alby tak pernah tidur di kamar dia lebih sering tidur di ruang kerja karena saat di kamar dia selalu teringat Azmia.


Saat mereka mengobrol sebelum tidur, bercanda, berebut masuk kedalam kamar mandi, sholat berjamaah dan masih banyak lagi kenangan yang membuatnya sulit untuk melupakan semuanya.


Foto Azmia juga masih terpasang jelas di kamar Alby. Foto pernikahan mereka dengan ukuran yang lumayan besar terpasang tepat di atas kepala ranjang. Foto mereka berdua saat menghabiskan waktu bersama yang Azmia taruh di meja riasnya.


Meskipun telah lama Azmia pergi meninggalkan rumah, tapi Alby tak berniat membersihkan foto tersebut. Dia lebih memilih menghindari kamar dari pada harus membersihkan foto-foto tersebut. Alby masih berharap dan yakin jika suatu hari nanti Azmia pasti akan kembali.


***


Di tempat lain Azmia, Karina, Melia serta Derry sedang sibuk menyusun rencana acara pernikahan Melia dan Derry.


Kali ini Azmia sengaja mengajak mereka ngobrol santai di cafe Lovly agar lebih nyaman karena tidak ada orang lain selain mereka. Cafe lovely- cafe milik Azmia, tapi belum di buka karena masih tahap penyelesaian mungkin masih butuh waktu satu bulan untuk selesai.


Azmia menyuruh salah satu karyawan cafe cinta untuk mengantarkan makanan, minuman serta cemilan ke cafe Lovly.


Tak lama kemudian Angga dan Devan datang. Melia sengaja mengundang mereka berdua untuk jadi pendamping bredismed.


Angga akan jadi pasangan Karina, sedangkan Devan akan menjadi pendamping Azmia.


"Karena semua sudah berkumpul maka saya akan membagikan ini buat kalian, nih." Melia memberikan paper bag yang berisi seragam bredismed.


"Terima kasih," ucap Azmia, Karina, Angga dan Devan.


"Jadi nggak sabar pasti terlihat sangat cantik," lirih Devan di samping Azmia.


"Kakak ih ...." Azmia bergeser dari Devan. Devan tuh paling suka sekali godain Azmia bikin Azmia salting.


"Kalian berdua ngapain sih?" tanya Angga.

__ADS_1


"Tuh." Azmia menunjuk kearah Devan. Sebaliknya Devan menunjuk kearah Azmia.


"Ah ... terserah kalian sajalah," ucap Angga.


"Serasa dunia milik berdua," sindir Karina.


"Yang lain ngontrak," sambung Melia.


"Kenapa jadi bahas aku sih. Ayo! lanjut pembahasan kita untuk acara," ujar Azmia. Gara-gara Devan, dia jadi buronan kedua sahabatnya.


Hanya Derry yang tidak komen. Dia hanya menatap heran kenapa Azmia bisa dekat dengan dosen baru di kampusnya. Derry belum mengetahui semuanya karena Melia belum menceritakan kepada Derry dan ini adalah kali pertama Derry bertemu Devan secara pribadi bukan sebagai dosen.


"Lagian kalian berdua asyik sendiri, tanpa melihat di sini ada orang lain," balas Karina.


"Kakak Nih." Azmia memukul pelan lengan Devan.


Devan membalas dengan mencubit hidung Azmia.


"Dih ngambek." Devan mengacak-acak kepala Azmia.


"Kak Devan, hijab Mia jadi berantakan," keluh Azmia kemudian berpindah duduk di samping Angga.


Derry yang melihat kedekatan Azmia dengan Devan semakin bertanya-tanya.


"Kak Derry," panggil Melia.


"Iya, Mel," balas Derry.


"Ayo, di lanjut!" ucap Melia.


"Baik." Derry mulai membuka suara membagi tugas masing-masing dan menjelaskan tentang susunan acara yang akan di laksanakan.

__ADS_1


Setelah pembahasan selesai mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Biar gue yang saja yang antar Azmia, Ga," ucap Devan pada Angga.


"Kalau lu yang nganter yang ada nggak sampai-sampai rumah," celetuk Angga.


"Lu, nggak percaya banget sama gue," ujar Devan.


"Memang nggak percaya," balas Angga.


"Ayo, Dik pulang!" ajak Angga.


"Sama Kakak saja, Mi," ajak Devan.


Azmia menatap kearah Devan dan Angga.


"Kalian tidak perlu ngantar Mia, kan Mia bawa mobil sendiri," ucap Azmia kemudian pergi meninggalkan kedua laki-laki yang masih berdiri mematung melihat kepergian Azmia.


Azmia masuk ke dalam mobil kemudian melakukannya menuju apartemen. "Bye ... Abang, Kak Devan Mia duluan," ucap Azmia dari dalam mobil saat melewati Angga dan Devan yang masih setia berdiri di dekat parkiran mobil.


Karina, Melia dan Derry yang melihat kejadian itu tertawa cekikikan. "Yah ... di tinggal," sibdir Karina. "Upst." Sesaat kemudian Karina menutup mulutnya.


"Pulang yuk, Mel!" ajak Karina.


"Yuk!" balas Melia.


Mereka pun pergi meninggalkan Angga dan Devan.


"Pengen ketawa takut dosa," ucap Karina saat di dalam mobil.


"Hahaha, kasihan banget, Pak Devan," balas Melia dengan tertawa cekikikan.

__ADS_1


"Sudahlah." Derry menghentikan kedua wanita yang ada di dalam mobil agar berhenti menertawakan orang lain.


__ADS_2