Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 345 Curhatan Delisa


__ADS_3

Setibanya di rumah Delisa langsung masuk ke kamar.


"Kenapa tuh anak pulang-pulang nyelonong aja masuk tanpa salam terlebih dahulu," batin Mami Delisa yang berada di ruang keluarga tanpa sengaja melihat ke pulangan Delisa.


Sesampainya di kamar Delisa langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


'Aku jadi ngiri padamu, Mi. Kamu wanita yang baru di kenal, tapi sudah mampu meluluhkan hati Ardiaz sedangkan aku yang sejak SMA menaruh hati padanya tak kunjung dapat balasan hingga sekarang padahal hari pernikahan kami tinggal satu minggu lagi. Kehebatan apa yang kamu miliki hingga bisa membuat laki-laki begitu tulus mencintai mu,' batin Delisa.


  "Sayang," panggil Mama Delisa dari depan pintunya.


  "Iya, Ma," balas Delisa dari dalam.


  "Boleh, Mama masuk?" tanya Mama Delisa.


 "Iya, Ma. Masuk saja pintunya tidak di kunci," jawab Delisa.


  Setelah mendengar jawaban putrinya Mama Delisa membuka pintu berjalan masuk ke dalam. Terlihat Delisa membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memeluk guling Mama Delisa langsung menghampiri sang putri.


  "Kenapa, apa ada masalah?" tanya Mama Lina ( Mama Delisa )


  "Enggak kok, Ma," jawab Delisa berusaha tersenyum di depan Mamanya.

__ADS_1


  "Sudah jangan bohong sama Mama. Kamu habis nangis, kenapa cerita sama Mama." Mama Lina mengelus lembut kepala Putrinya.


 Saat merasakan sentuhan lembut Mamanya Delisa bukannya cerita, tapi dia malah menangis.


 "Loh, kenapa menangis?" tanya Mama Lina.


 "Ma, apa Delisa kurang cantik ya, atau kurang baik?" tanya Delisa.


 "Mama nanya malah balik bertanya. Anak Mama cantik kok, baik, pinter," jawab Mama Lina.


  "Namun, kenapa Ardiaz tidak pernah mencintai Delis, Ma?" tanya Delisa.


  "Dari dulu Delisa kan sudah bersama-sama terus dengan Ardiaz, tapi kenapa tak ada sedikitpun cinta untuk Delis. Sedangkan wanita itu yang baru Ardiaz kenal, dia mampu meluluhkan hati Ardiaz," ujar Delisa.


  "Sayang, cinta itu memang unik, menyenangkan, terkadang juga menjengkelkan, tapi percayalah apapun yang Allah berikan kepada kita itulah yang terbaik untuk kita. Jika saat ini Ardiaz belum bisa mencintaimu, maka bersabarlah dan jangan lupa terus berdoa semoga suatu hari nanti Ardiaz bisa mencintaimu dengan setulus hati semua butuh proses." Mama Lina memberikan wejangan pada Putrinya agar lebih bersabar dalam memperjuangkan cinta.


  "Iya, Ma." Delisa memeluk Mamanya.


 "Memangnya dari mana kamu mengetahui jika ada perempuan yang di cintai Ardiaz?" tanya Mama Lina.


  "Ardiaz yang cerita, Ma." Akhirnya Delis menceritakan semuanya pada Mama Lina.

__ADS_1


  "Mama jadi penasaran seperti apa wanita itu," ujar Mama Lina.


  "Mama kan sering ikut Papa ke acara-acara resmi perusahaan pastinya Mama mengenal Azmia. Kalau Delis nggak salah denger dia itu keturunan dari keluarga Bakhri," balas Delisa.


  "Apa dia Putri dari Ari Bakhri yang baru di temukan itu?" tanya Mama Lina.


  "Mungkin, Delisa kurang tahu tentang itu," jawab Delisa.


  "Jika benar, bukankah Azmia itu sudah menikah satu bulan yang lalu?" tanya Mama Lina.


  "Iya, Ma. Azmia sudah menikah dengan Revan," jawab Delisa.


  "Lantas untuk apa kamu bersedih, Azmia kan sudah punya pendamping hidup," ujar Mama Lina.


  "Iya, tapi kan di hati Ardiaz masih ada Azmia, Ma," balas Delisa.


  "Itu hanya sebuah kenangan suatu hari nanti juga akan hilang. Apalagi jika kalian sudah menikah pasti lambat larut semua kenangan itu akan tergantikan dengan kehidupan baru yang kalian bina," ujar Mama Lina.


Delis mengangguk. Kini dia sedikit lega setelah bercerita dengan Mamanya.


Senang ya jika punya orang tua yang bisa mengerti kita.

__ADS_1


__ADS_2