Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 276 Sindiran Daffa


__ADS_3

"Selamat pagi, Pak Ari, Bu Mia," sapa salah satu karyawan PT X.


"Selamat pagi juga," balas Papa Ari dan Azmia dengan ramah.


Hari ini pertama kalinya Azmia menginjakkan kakinya di PT X bersama Papanya. Hari ini Papa Ari sengaja mengajak Azmia ke perusahaan untuk berkeliling kantor serta melihat situasi dan kondisi kantor yang akan Azmia pimpin.


Tujuan pertama mereka adalah ruangan yang akan di gunakan Azmia. "Ini adalah ruangan kamu semoga nyaman," ucap Papa Ari.


"Iya, Pa," balas Azmia.


"Selamat datang, Bu Mia," sapa seseorang yang baru tiba di ruangan.


"Pagi juga, Im," balas Papa Ari.


"Sayang kenalin ini Ima, dia yang akan menjadi sekretaris kamu," ucap Papa Ari.


Azmia dan Ima pun saling bersalaman sebagai salam perkenalan mereka.

__ADS_1


Setelah melihat ruangannya Papa Ari mengajak Azmia melihat sekeliling kantor.


****


Di tempat lain.


"Ada bau-bau penyesalan yang sangat mendalam nih," sindir Daffa.


"Nyindir gue," ucap Alby.


"Enggak lu aja yang merasa tersindir," balas Daffa.


"Sue, Lu," ucap Alby dengan kesal.


Daffa membalasnya dengan tertawa kecil.


"Al-Al gue mah pengen ketawa, tapi takut dosa," ujar Daffa.

__ADS_1


"Ngapa lu?" Alby yang nggak ngerti dengan ucapan Daffa.


"Enggak apa cuma pengen ketawa aja lihat nasib lu sekarang. Lu lihat sekarang mantan istri lu semakin cantik, berwibawa, sukses, semakin bersinar pula, nah lu sekarang makin kurus, kucel, untung nggak sampai stress lu," ujar Daffa tanpa di filter dulu asal ceplos aja udah kayak mulut tetangga.


"S*a*an, Lu. Dasar lu teman nggak ada akhlak." Alby yang kesal dengan ucapan Daffa, ya meskipun ucapan Daffa itu ada benarnya.


"Ha-ha-ha, nggak usah ngambek gitu lu, Bambang," ucap Daffa.


"Kenapa sih orang-orang pada seneng bikin gue kesel, kemarin Bunda sekarang lu," balas Alby. Punya teman sama emak samanya mereka seperti bersengkongkol untuk membuatnya kesal.


"Hahaha, habis di omelin Bunda ya?"


"Iya, gara-gara membiarkan Mbok Asih pergi dari rumah gue," jawab Alby.


"Kok Bunda bisa tahu?" tanya Daffa.


"Waktu acara di hotel X Bunda ketemu Mbok Asih," jawab Alby. "Gue tuh bingung pas Bunda nanya ini itu. Jujur salah, bohong juga salah. Lu kan tahu di sisi lain Nila istri gue nggak mungkin kan gue berkata jujur pada Bunda soal perlakuan Nila terhadap Mbok Asih, gue nggak mau Bunda membenci Nila. Gue yakin Mbok Asih juga nggak akan bilang yang sejujurnya pada Bunda tentang Nila. Ya meskipun Bunda pasti sudah feeling jika semua itu ulah Nila. Gue jadi serba salah, udah gitu di rumah Nila marah karena gue nggak ngasih tahu dia tentang identitas asli Azmia. Gimana gue mau kasih tau sedangkan gue aja baru tahu kemarin saat acara di hotel X." Alby mengeluarkan unek-uneknya karena Daffa tempat curhat sejatinya.

__ADS_1


"Memang ribet bini lu, Al. Lagi pula apa urusannya sama dia tentang identitas Azmia. Oh ... iya pasti si Nila terkejut ya saat mengetahui ternyata Azmia adalah wanita luar biasa yang jauh dari bayangannya, karena Nila selalu menganggap remeh Azmia, mudah-mudahan bini Lu nggak jantungan ya, Al," ucap Daffa. Sindiran yang halus, tapi langsung Mak jlep di hati.


__ADS_2