Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 334


__ADS_3

"Selamat pagi, Mbok," ucap Azmia saat tiba di dapur.


"Pagi juga, Non," balas Mbok Asih.


"Mbok hari ini masak buat sarapan saja ya, karena Azmia dan Kak Revan pulang agak telat," ucap Azmia sambil membantu Mbok Asih menyiapkan sarapan.


"Baik, Non," balas Mbok Asih.


Setelah semua makanan sudah di sajikan di meja makan. Azmia kembali ke kamar memanggil Revan sekalian dia berganti pakaian kerja.


"Ay," ucap Azmia sambil membuka gagang pintu kamarnya yang tidak di kunci.


"Iya, Sayang," balas Revan dari dalam kamar.


"Suami ku sudah bangun," ucap Azmia setelah masuk ke dalam terlihat Revan sudah memakai kemeja yang telah di siapkan Azmia.


"Sudah dong," balas Revan.


"Dek, dasinya mana?" tanya Revan.


"Oh, iya lupa tunggu sebentar, Kak." Azmia berjalan mengambil dasi yang berada di lemari. Setelah mendapat dasi Azmia langsung memakaikan dasi tersebut.


"Istriku semakin cantik aja," ucap Revan sambil melihat Azmia yang sedang memakaikan dasi di lehernya.


"Gombal," balas Azmia dengan malu-malu.


"Beneran, Dek. Terima kasih, Sayang," ucap Revan setelah dasi terpasang rapi.


"Oh, iya nanti kamu jadikan datang ke kantor?" tanya Revan.


"Insya'Allah," jawab Azmia.


"Harus kalau nggak jadi datang Kakak nggak mau makan siang," ucap Revan merajuk.

__ADS_1


"Iya-iya, suamiku manja banget sih," balas Azmia.


"Enggak apa manja sama istri dari pada manja ke istri orang," ujar Revan dengan tertawa kecil.


"Eh ... kalau itu sih jangan," balas Azmia sambil mencubit kecil perut Revan.


"Au," keluh Revan kemudian membalasnya dengan menciumi wajah istrinya.


Suami idaman banget ya, Bun.


"Dah sana ganti baju!" Revan menyuruh Azmia agar segera berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Hari ini Azmia libur kuliah jadi dia akan tugas ke kantor.


"Siap, Pak Bos." Azmia berjalan menuju lemari mengambil pakaiannya kemudian membawanya ke ruang ganti yang berada di dalam kamar.


Tak butuh waktu lama kini Azmia sudah rapi dan siap untuk berangkat.


"Masya'Allah, bidadari surgaku. Yuk!" ucap Revan.


'Alhamdulillah, ya Allah kini Engkau berikan kebahagiaan pada Nona. Semoga pernikahan ini yang terakhir untuk Nona dan semoga Non Mia tidak merasakan sakit hati lagi seperti dulu,' batin Mbok Asih saat melihat Azmia dan Revan berjalan menuju dapur dengan bergandengan tangan dan senyum sumringah. Mbok Asih jadi teringat masa lalu Azmia saat pengantin baru hampir setiap hari Azmia merasakan sakit hati.


"Kakak mau makan pakai lauk apa?" tanya Azmia.


"Apa saja yang kamu pilih Kakak makan," jawab Revan.


Azmia mengambilkan nasi goreng dan telur ceplok.


"Terima kasih, Istriku," ucap Revan setelah menerima makanan dari istrinya.


"Sama-sama, Kak," balas Azmia. Kemudian mereka makan bersama.


Selesai sarapan Azmia dan Revan bersiap berangkat ke kantor.


"Mbok, kami berangkat ke kantor dulu ya," ucap Azmia pamit pada Mbok Asih.

__ADS_1


"Iya, Non. Hati-hati," balas Mbok Asih.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Setelah berpamitan dengan Mbok Asih. Azmia dan Revan keluar rumah menuju garasi.


Sesampainya di garasi Azmia lebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati bidadari ku," ucap Revan sebelum masuk ke dalam mobil.


"Kakak juga hati-hati ya," balas Azmia. Kemudian dia melajukan mobilnya keluar rumah.


****


Di tempat lain


"Mas, aku pengen makan bubur ayam yang di dekat gang masuk RT dua belas," ucap Nila.


"Nanti di beliin Mamang aja ya, Mas harus berangkat ke kantor ada meeting," balas Alby.


"Enggak mau. Aku pengennya Mas yang beliin," ucap Nila.


"Mas ada meeting pagi, Yang," balas Alby.


"Pokoknya aku nggak mau kalau Mamang yang beliin," ucap Nila dengan memasang wajah memelas.


"Baiklah, Mas akan beliin dulu. Kamu di rumah aja ya." Alby akhirnya menuruti kemauan istri karena dia tidak tega melihat wajah Nila yang sedih.


Mendengar jawaban Alby wajah Nila langsung berubah sumringah.


'Ada-ada saja,' lirih Alby sambil berjalan keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2