
Sesampainya di yayasan anak yatim Bunda keluar dan Azmia masuk lebih dulu ke Yayasan menemui ketua yayasan membicarakan tentang niatnya datang ke yayasan.
Setelah berbincang-bincang sebentar akhirnya ketua yayasan mengizinkan Bunda serta yang lain untuk masuk ke dalam.
Para laki-laki membawa bingkisan masuk ke dalam yayasan di bantu para pengurus yayasan.
Para anak-anak yang melihat kedatangan Alby serta yang lain mereka berteriak. "Hore." Karena sebentar lagi akan mendapatkan bingkisan. Wajah-wajah mereka terlihat begitu sumringah, berseri-seri, penuh dengan kebahagiaan.
Setelah semua berkumpul di ruang tengah. Ketua yayasan mulai membuka acara, kemudian sambutan di sampaikan pada Bunda dan terakhir acara berbagi bingkisan.
Ada salah satu anak kecil berusia kurang lebih lima tahun dia mendekati Azmia memegang tangan Azmia kemudian dia berkata. "Tante, apakah Mey boleh peluk, Ante?" tanya Meyla.
Azmia yang mendengar itu dia pun menganggukkan kepalanya dan merentangkan tangannya. Mey langsung memeluk Azmia sangat erat hingga membuat Azmia meneteskan air mata.
Sesaat kemudian Mey melepaskan pelukannya lantas dia berkata. "Terima kasih ya, Tante. Mey pasti akan selalu merindukan, Tante," ucap Meyla sambil menghapus air matanya.
"Kenapa, Meyla menangis?" tanya Azmia.
"Meyla, kangen dengan Mama Meyla," jawab Meyla.
"Memangnya kemana Mama Meyla?" tanya Azmia.
Meyla hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Meyla nggak boleh sedih di sini kan banyak teman, nanti Tante Mia akan sering kesini menemui Meyla," ucap Azmia.
"Benarkah?" tanya Meyla dengan wajah yang penuh bahagia.
Azmia menganggukkan kepalanya.
Karena bahagia mendengar ucapan Azmia spontan Meyla langsung memeluk Azmia lagi.
'Maafkan, Tante ya, Nak karena tidak bisa membawamu pulang ke rumah. Tante nggak tega melihat yang lain juga, lebih baik kamu disini biar Tante saja yang berkunjung supaya semua juga merasakan kebahagiaannya,' batin Azmia di sela-sela pelukannya dengan Meyla.
"Meyla, sini, nak." Ketua yayasan memanggil Meyla.
Mendengar panggilan ketua yayasan Meyla langsung melepaskan pelukannya.
"Maafkan, Meyla ya, Mba Mia," ucap Ibu yayasan.
"Enggak apa-apa kok, Bu," balas Azmia.
Azmia memangku Meyla layaknya anak sendiri.
Selesai berbagi bingkisan semua makan bersama terlebih dahulu. Azmia menyuruh Pras dan Ina membawakan beberapa masakan ke yayasan.
"Meyla suka ayam?" tanya Azmia.
__ADS_1
Meyla mengangguk.
"Meyla, tunggu sini ya biar Tante ambilkan Meyla," ucap Azmia.
"Iya, Tante," balas Meyla.
"Mi, boleh minta tolong buatkan susu untuk Alnia. Mas nggak tau ukurannya." Alby berbisik di belakang Azmia saat antri mengambil makanan. Alby terpaksa meminta bantuan Azmia karena Bunda sedang mengobrol dengan ketua yayasan serta para pengurus yayasan.
Azmia menganggukkan kepalanya sebagai balasan kemudian dia mundur dari barisan bersama Alby melangkah menjauh sedikit dari keramaian menuju teras.
"Mana tasnya, Mas." Azmia meminta agar Alby melepaskan tas yang dia pakai.
"Kenapa, Dek, ada masalah?" tanya Revan. Entah dia datang dari mana tiba-tiba dia berada di samping Azmia.
"Astaghfirullah, Ay bikin aku kaget saja." Azmia berkata sambil memegang dadanya.
Revan menanggapinya dengan senyuman sambil memegang kepala Azmia. "Kenapa?" tanya Revan sekali lagi.
"Ini, Mas Alby minta tolong buatkan susu untuk Alnia," jawab Azmia.
"Kakak bisa tolong buatkan nggak, Mia ingin mengambilkan makan untuk Meyla," ujar Azmia. Kemudian bergegas kembali masuk ke dalam mengambilkan makan untuk Meyla.
"Baiklah. Sini, Mas biar Revan yang buatkan susu. Nia haus ya, Ayah buatkan susu dulu ya," ucap Revan.
__ADS_1