
Langit mulai gelap seperti gelapnya hati wanita yang kini telah duduk di kursi balkon kamarnya menikmati indahnya langit malam dengan cahaya bintang yang berkelap-kelip.
'Andai mereka tidak membuang ku mungkin aku tidak harus menggantikan peran Kakak,' batin Azmia. Dia teringat kejadian tadi sore yang membuatnya semakin merasa tidak berarti. Dia juga salah karena belum bisa menerima kenyataan, tapi kan semua itu memang butuh waktu.
Flashback
Tadi sore saat Azmia ingin mengantarkan minuman untuknya dan Angga tanpa sengaja dia melihat Alby bersama perempuan duduk di meja nomor 3.
Meskipun dia belum bisa menerima pernikahan ini, tapi entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat suaminya sedang berduaan dengan perempuan. Azmia berusaha untuk berpikir positif dia pikir mereka hanya rekan kerja.
Namun, hatinya tak bisa di bohongi.
Flashback off.
Memang sulit ya mulut bisa bilang tidak, tapi terkadang hati berkata iya.
"Sudah malam, kenapa masih berada di luar?" tanya seseorang di balkon sebelah.
Azmia yang mendengar ada suara, ia pun menoleh ke sumber suara. "Mas Alby." Hanya itu yang keluar dari mulut Azmia tanpa menjawab pertanyaan Alby.
"Masuklah, angin malam tidak baik untuk kesehatan," ucap Alby.
"Iya." Azmia masuk ke dalam menuju ranjang merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Tidak ingin terus memikirkan nasibnya, tak butuh waktu lama ia pun terlelap dalam tidurnya.
*
*
*
Di kamar sebelah.
"Kenapa?" tanyanya pada seseorang di sambungan telepon.
"............."
__ADS_1
"Baru juga tadi sore ketemu," ucapnya.
".............."
"Tidurlah ini sudah larut malam. Sampai berjumpa besok." Alby langsung memutuskan sambungan telponnya menaruh benda pipih tersebut di atas nakas kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.
*
*
*
Pagi hari.
Azmia yang sudah rapi dengan pakaiannya dia turun ke bawah untuk sarapan.
"Selamat pagi, Mbok," sapa Azmia setelah berada di dapur.
"Pagi juga, Non Mia," balas Mbok Asih yang sedang menyiapkan piring dan gelas di meja makan.
"Aden Alby tadi sudah pergi pagi-pagi, Non," jawab Mbok Asih.
"Oh. Sini Mbok duduk sarapan bareng Mia," ucap Azmia sambil menepuk kursi di sebelahnya.
"Tidak usah, Non. Si Mbok nanti saja sarapannya di belakang," balas Mbok Asih.
"Sekarang saja, Mbok. Tidak enak sarapan sendirian." Azmia memang terbiasa makan bersama kalau tidak ada orang tuanya. Azmia makan bareng sama art di rumah. Dia orang yang tidak pernah melihat status orang lain baginya semua manusia itu sama di mata Allah.
"Kalau begitu, Non Mia silakan sarapan si Mbok tungguin di sini." Mbok Asih berdiri di samping Azmia.
Azmia berdiri menarik kursi di sampingnya kemudian mendudukkan Mbok Asih di kursi tersebut. "Mbok harus makan tidak ada penolakan," ucap Azmia sambil memberikan piring yang sudah berisi makanan.
"Ayo, Mbok makan," lanjutnya.
"Ta __." Mbok Asih belum selesai berbicara Azmia sudah memotongnya.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian," tegas Azmia.
Akhirnya dengan terpaksa Mbok Asih sarapan bersama Azmia.
*
*
*
Di kantor.
"Tumben lu, Al pagi-pagi udah di kantor." Daffa yang heran saat melihat Alby sudah duduk manis di kursi kebesarannya padahal ini masih jam tujuh kurang lima belas menit.
"Tadi habis nganterin Elvina ke bandara," balas Alby.
"Kemana dia?" tanya Daffa.
"Ada tugas ke luar kota," jawab Alby.
"Oh, lu balikan lagi sama Elvina?" Daffa mulai mengintrogasi sahabatnya.
"Nggak, gua cuma bantuin dia duang. Gua nggak mau di sampai kayak waktu itu," jawab Alby.
"Al, lu sadar nggak sih tindakan lu itu seperti orang ngasih harapan ke dia dan lu nggak mikirin apa perasaan Azmia bagaimana kalau lihat lu jalan berdua dengan perempuan lain," ucap Daffa.
"Dia gak akan peduli sama gua," balas Alby.
"Azmia pasti peduli sama lu dia cuma butuh waktu untuk bisa menyesuaikan keadaan ini harusnya lu sebagai suami berusaha kasih perhatian ke dia jangan malah lu jalan berdua dengan mantan." Nasehat Daffa. Dia hanya tidak ingin Alby menyesal di kemudian hari karena kita tak akan pernah tahu keadaan yang akan datang nanti.
"Pusing gue." Hanya itu yang keluar dari mulut Alby kemudian dia berdiri berjalan ke ruang pribadinya merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan mata mungkin dengan istirahat sebentar bisa menenangkan pikirannya.
****
Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊
__ADS_1