Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 119 Viral


__ADS_3

Di kamar nomor 125


Azmia dan Karina merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tak butuh waktu lama kini Karina sudah bermimpi indah sedangkan Azmia masih melek entah kenapa matanya sulit untuk di pejamkan. 'Maafkan aku, Mas karena harus memaksa mu untuk segera mengakhiri hubungan kita. Bukan takut akan ancaman Kak Rania, tapi Mia hanya tidak ingin bertengkar hanya karena laki-laki. Pendamping hidup bisa kita cari, tapi saudara tidak. Aku terlalu banyak berhutang Budi pada mereka jika memang ini bisa membayar sedikit bantuannya maka aku rela melepasmu. Maafkan aku karena tidak bisa membalas cintamu. Ya Allah, sebenarnya di mana keluarga ku yang sesungguhnya? apakah mereka masih hidup atau sudah tiada? Jika memang masih hidup ingin sekali aku bertemu dengan mereka berbagi cerita dengan mereka semoga suatu hari nanti Engkau pertemukan kami. Amin,' batin Azmia tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja mengingat perjalanan hidupnya bagaikan kapal yang sedang di terjang ombak dan angin.


****


Di tempat lain.


Tak jauh berbeda dengan Azmia. Seorang laki-laki yang sedang menatap ke arah langit atas kamarnya. 'Inikah sebuah karma untuk ku saat ada wanita yang mampu membuatku jatuh cinta dengan tulus, tapi dia harus pergi. Dulu mereka yang mengemis cinta padaku, sekarang aku harus berjuang demi bisa mendapatkan cinta wanita. Beginikah rasanya ketika cinta kita harus bertepuk sebelah tangan. Ya Allah, maafkan hamba mu ini karena pernah menyia-nyiakan kesempatan yang telah Engkau berikan,' batin Alby.


******


Kamar 121


Dua laki-laki masih sibuk mengobrol di balkon kamar mereka.


"Sedari tadi setelah acara gue nggak lihat si Mia di dalam hotel," ucap Devan.


"Sama gue juga mungkin dia sibuk dengan sahabatnya," balas Angga.


"Iya kali ya. Ga, kemarin waktu acara akad nikah gue ketemu sama teman SMA Mia, tapi sepertinya dia bukan hanya sekedar teman," jelas Devan.


"Siapa? si Revan?" tanya Angga.yang mengerti arah pembicaraan Devan karena hanya Revan yang memiliki hubungan khusus dengan Azmia.


"Nah, iya itu dia namanya. Apa dia ada hubungan khusus dengan Azmia?" Devan yang penasaran dengan sosok Revan.


"Tidak. Dia memeng mencintai Azmia, tapi cinta mereka tidak bisa bersatu karena Azmia harus menggantikan posisi Rania," jelas Angga. Banyak hati yang harus tersakiti akibat pernikahan dadakan itu. Mereka melakukan hal itu tanpa memikirkan perasaan orang lain dan efek yang akan terjadi di kemudian hari.


Oh ... kasihan sekali," ucap Devan.


"Sama kayak, Lu." Angga berkata dengan tertawa karena Devan dan Revan nasibnya sama. Sama-sama cintanya bertepuk sebelah tangan dan menunggu cinta yang tidak pasti.


"S**l*n Lu," kesal Devan.


Angga hanya membalasnya dengan tertawa terbahak-bahak.


*****


Kembali ke kamar 125 kamar Azmia.


Azmia masih saja tidak bisa tidur, saat ingin memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berdering ada pesan masuk Azmia segera mengambil ponselnya yang berada di atas meja dekat ranjang. Azmia menggeser layar Handphonenya membuka pesan tersebut ternyata dari Melia.


"Temenin," ucap Melia kirim pesan di grub mereka.


"Gangguin aja malam-malam," balas Azmia.


"Lu, kan udah ada temennya, Mel." Kabin.

__ADS_1


"Ngapain lu, malam-malam bukannya nyenengin suami ini malah sibuk gangguin orang tidur." Revan.


@Revan. "Sorry." Melia.


@Kabin "Orangnya udah tidur. Aku nggak bisa tidur," ucap Melia😭😭


@Azmia "Maaf, Mi. Aku nggak bisa tidur nih temenin ya." Melia.


"Lha gimana sih pengantin baru?" Kabin.


@Kabin "Kak Derry lagi kurang sehat sepertinya dia kelelahan." Melia.


"Wih ... berapa ronde, Mel?" Kabin.


@Kabin "Ronde apa Ronde? wedang ronde mah nggak ada, Kak," balas Melia.


"Ha-ha-ha, anak kecil jangan lu kotori otaknya," omel Revan pada Kabin.


"Anak kecil udah nikah," balas Kabin.


"Kalian berdua ngomong apaan sih?" Melia yang tak mengerti dengan obrolan kedua sahabatnya itu.


"Kak Kabin pengen cepat nikah, Mel," jawab Azmia.


"Si Mia suka bener kalau ngomong," ucap Revan.


"Lha tuh anak kemana? katanya minta temenin malah kita di tinggal tidur," kesel Revan karena Melia tidak online lagi.


"Sepertinya dia beneran tidur," sambung Kabin.


"Sudahlah, ayo! tidur sudah malam. Good night semua," ucap Azmia menyuruh Kabin dan Revan tidur.


"Good night to, Kakak iparku sayang," balas Revan.


"Good night to, sahabat tercantik, terbaik ku," balas Kabin.


Setelah itu Azmia menaruh kembali ponselnya di meja. Dia mulai membaca doa dan memejamkan mata tak lama kemudian dia pun terlelap dalam tidurnya.


*


*


*


*


Pagi hari.

__ADS_1


Selesai ritual di kamar mandi Azmia bersiap-siap keluar kamar melaksanakan sarapan bersama para keluarga Melia dan Derry.


"Rin, mandi yang cepat jangan berendam si Meli sudah telpon nih," ucap Azmia.


"Iya, Azmia. Kamu kenapa jadi bawel kayak Mami sih," balas Karina dari dalam kamar mandi.


Sambil menunggu Karina mandi Azmia memainkan ponselnya terjun ke media sosial melihat-lihat berita hari ini. Berita heboh grub kampus Foto Devan yang sedang menjadi pendamping pengantin terpanjang di Grub entah siap yang mengambil banyak para mahasiswi yang berkomentar terpesona dengan ketampanan Devan. Ada juga komentar daftar jadi pacarnya. Ada juga yang rela menjadi orang kedua.


Azmia yang melihat komentar dari para mahasiswi jadi tertawa sendiri dan menggelengkan kepalanya tak menyangka Kakak angkatnya bisa viral hingga membuat grub kampus heboh dan ramai dalam waktu beberapa menit langsung seratus lebih chat.


"Kamu kenapa, Mi senyum-senyum sendiri? kesambet apa kejedot?" tanya Karina yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kejedot itu nangis, Rin sakit. Mana ada orang kejedot tersenyum," balas Azmia.


"Lagian senyum-senyum sendiri mencurigakan," ucap Karina.


"Kamu lihat aja sendiri di grub kampus." Azmia menyuruh Karina membuka grub kampus kelas kita agar tidak penasaran.


"Memangnya ada apaan, Mi?" tanya Karina mulai penasaran dengan ucapan Azmia.


"Lihat saja sendiri!" ucap Azmia.


Setelah rapi Karina langsung mengambil ponselnya karena penasaran dia membuka layar handphone mencari grub kampus.


"Gila, ada apaan ini, ramai banget?" Karina yang terkejut saat melihat grub sudah dua ratus lebih chat.


"Scroll ke atas," ucap Azmia.


Saking penasarannya Karina mengikuti apa kata Azmia membaca semua chat. "Siapa yang mengambil foto, Mi?" tanya Karina setelah melihat keramaian di grub hanya karena beberapa foto dosen baru mereka.


Dosen muda dengan kualitas tinggi hingga membuat para mahasiswinya klepek-klepek.


"Aku juga tidak tahu," jawab Azmia.


"Yang ngambil foto profesional banget hasil potretannya keren banget. Pak Devan terlihat begitu tampan dan menggoda iman. Duh ... jiwa jomblo gue jadi meronta-ronta," ujar Karina.


"Hust." Azmia menjitak pelan kening Karina agar tidak berkhayal.


"Sakit, Mi," keluh Karina.


"Sudah ayo!" Azmia menarik tangan Karina keluar kamar.


Memang ya bukan hanya mereka jika melihat yang bening-bening tuh mata langsung melotot.


***


Terima kasih para reader yang selalu setia membaca cerita saya.

__ADS_1


lope lope buat kalian 😘❤️❤️❤️❤️❤️❤️ semoga sehat selalu.


__ADS_2