
Hari yang di nanti pun tiba. Kini sudah saatnya keluarga Bakhri memperkenalkan putri bungsunya yang telah hilang selama bertahun-tahun.
Karena acara bersamaan dengan ulang tahun perusahaan Bakhri maka acara di adakan di hotel milik keluarga Bakhri tepatnya milik orang tua Papa Ari.
Acara akan di adakan malam hari, tapi sejak siang hari semua anggota keluarga Bakhri sudah mulai berdatangan ke hotel untuk sekedar beristirahat terlebih dahulu, ada juga yang sengaja datang lebih awal agar tidak terkena macet.
Sedangkan Azmia beserta keluarga besar baru bersiap untuk berangkat.
"Nanti malam kamu harus terlihat lebih cantik dari sebelum-sebelumnya," ucap Mama Iren.
"Memangnya harus begitu, Ma?" tanya Azmia.
"Iya, itu harus karena malam ini kan malam yang sangat spesial untuk kamu dan juga keluarga kita," jawab Mama Iren. "Oh, iya Mama sudah siapkan MUA untuk merias kamu malam ini," ucap Mama Iren.
"Baiklah." Azmia hanya bisa pasrah meski sebenarnya dia tidak bisa dengan kemewahan, tapi untuk saat ini dia harus mau mengikuti kemauan Mamanya demi kebaikan keluarganya.
***
Di kantor
__ADS_1
"Al," panggil Daffa dari depan pintu.
"Masuk," balas Alby dari dalam.
Daffa pun membuka pintu melangkah masuk ke dalam. "Lha, ngapa lu?" tanya Daffa saat melihat Alby yang tiduran di sofa.
"Pusing gue," jawab Alby.
"Kenapa lagi? ribut lagi sama istri lu?" tanya Daffa. Dia juga sebenarnya pusing mendengar keluhan Alby terus.
"Iya, lama-lama gue bisa gila berada di rumah dengan dua wanita stres semua," jelas Alby.
"Dua wanita? maksud lu Nila sama Mbok Asih?" tanya Daffa.
"Kemana Mbok Asih pulang kampung? atau jangan-jangan di usir ya sama bini lu? wah ... parah lu, tau gitu mending Mbok Asih tinggal di rumah gue aja," cerocos Daffa.
"Mbok Asih pergi ikut Azmia," balas Alby.
"Kok bisa, dari mana Mbok Asih bisa ketemu Azmia?" tanya Daffa.
__ADS_1
"Entahlah gue juga nggak ngerti," jawab Alby karena saat itu Alby tidak banyak bertanya takut Nila marah-marah.
"Lha terus sekarang siapa art di rumah, Lu? karena nggak mungkin bini lu mau ngurus kerjaan rumah, tampang begitu mana mau ngurus rumah." ucap Daffa.
"Namanya Ijah entah nemu dari mana itu si Nila yang nyari. Gue tambah pusing ada si Ijah," balas Alby.
"Kenapa?"
"Si Nilanya marah-marah terus cemburu sama si Ijah kan pusing gue, waktu Mbok Asih dia bilang kerjanya lelet, sekarang ganti pilihan dia tetap aja marah-marah terus," jelas Alby menceritakan ke galauan dia berada di rumah.
"Hahaha, itu sih derita lu dah sekarang lu banyak-banyak berdoa aja semoga si Nila sikapnya bisa berubah lebih baik lagi. Makanya kalau nyari calon istri jangan kayak orang kelaparan main comot-comot aja belum tau rasanya enak apa enggak. Carilah istri yang paling baik, seleksi dulu yang di seleksi aja kadang zonk apalagi yang kagak, tapi tergantung nasib juga sih," ucap Daffa.
"Dulu saat gue ketemu dia kan anaknya baik, diam, santun pas udah nikah jadi kayak sriwilkutil," balas Alby.
"Hahaha, udahlah sabarin aja, dulu di kasih baik lu abaikan sekarang Allah kasih kebalikannya ngeluh lama-lama Allah bingung sama lu, Al," ucap Daffa.
"Sue, Lu," balas Alby.
"Oh, iya nanti malam jangan lupa datang ke hotel X tepat jam tujuh malam kita ketemuan aja di sana gue mau jemput Karina dulu," ujar Daffa.
__ADS_1
"Iya," balas Alby.
Setelah mendengarkan curahan hati Alby, Daffa keluar dari ruangan Alby kembali ke ruangannya.