Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 281 Perjodohan


__ADS_3

Setelah selesai makan malam keluarga Bakhri berkumpul di ruang keluarga.


"Sayang, apa kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Mama Iren sambil mengelus lembut kepala Azmia. Enggak ada angin, nggak ada hujan tiba-tiba Mama Iren bertanya seperti itu membuat Azmia jadi malu.


"Belum, Ma," jawab Azmia dengan malu-malu.


"Kalau pacar nggak ada, gebetan ada," sahut Ali.


"Wah ... jangan-jangan putri Papa banyak yang naksir nih," sambung Papa Ari.


"Betul banget, Pa," ucap Ali.


"Kebalik kali, Mas Ali tuh, Pa fansnya banyak Mia jadi takut kalau ke kampus bareng, takut di keroyok para mahasiswi," balas Azmia.


"Benarkah?" kini Mama Iren ikut angkat bicara.


"Enggak, Ma," jawab Ali.


"Iya, Ma beneran, kalau Mama nggak percaya besok Mia vidioin saat Pak Dosen Ali datang pasti kebanyakan yang nyapa para mahasiswi." Azmia berusaha meyakinkan Mamanya jika apa yang di ucapkan itu real fakta.


"Dek," panggil Ali.


"Iya, Mas," balas Azmia dengan tersenyum manis.

__ADS_1


"Enggak usah sok manis," ujar Ali.


"Sudah-sudah." Mama Iren menghentikan perdebatan antara kakak dan adik.


"Sayang, apa kamu mau Mama kenalkan dengan putra teman Mama?" tanya Mama Iren.


"Sudah sikat aja, Dek kali aja cocok," sahut Ali.


"Kamu ini nyerocos aja, Mama lagi ngomong sama Azmia bukan kamu," ucap Mama Iren.


"Mama," keluh Ali dengan lirih.


Azmia jadi tertawa melihat Kakaknya di skakmat Mama Iren.


"Anda begitu bahagia di atas penderitaan orang lain," sindir Ali karena Azmia menertawakan dirinya yang di tegur Mama Iren.


"Bagaimana, Sayang?" Mama Iren bertanya sekali lagi.


"Ketemu saja dulu, Nak nggak harus mau. Mama dan Papa akan serahkan keputusan itu padamu setelah kita semua bertemu," sambung Papa Ari.


"Baiklah, tapi Mama dan Papa janji ya jangan memaksa Mia untuk menjalin hubungan dengan nya jika Mia merasa tidak cocok dengannya," balas Azmia.


"Iya, Sayang." Mama Iren menyetujui permintaan Azmia.

__ADS_1


"Lagian Mama sama Papa ada-ada saja, inikan sudah bukan jaman Siti Nurbaya masih aja di jodohin, Azmia itu pasti laku, Ma, Pa hanya saja Mia yang masih belum siap untuk berumah tangga lagi, upst." Ali langsung memukul-mukul mulutnya sambil memarahi mulutnya yang keceplosan, tidak bisa menjaga rahasia adeknya.


"Mas." Azmia langsung menatap tajam ke arah Ali.


"Tidak perlu kalian tutupi, Mama dan Papa sudah tahu semuanya," ucap Mama Iren.


Azmia hanya diam, dia merasa terkejut karena Mama dan Papanya ternyata sudah tahu tentang statusnya.


"Mama tahu dari mana?" tanya Ali.


"Kepo," jawab Mama Iren yang tak ingin memberi tahu putranya.


"Ih ... Mama nggak asyik," ucap Ali.


"Biarin saja," balas Mama Iren.


"Karena itulah Mama dan Papa memutuskan untuk memperkenalkan kamu dengan putra sahabat, rekan bisnis Papa," ujar Papa Ari.


"Mama dan Papa hanya ingin melihat kamu bahagia bersama laki-laki yang tulus mencintai kamu dan menyayangimu dengan segenap jiwanya," sambung Mama Iren.


"Jika memang itu yang terbaik insya'Allah Mia akan terima, Ma, Pa," balas Azmia.


"Baiklah, kalau begitu nanti kita atur jadwal makan malam bersama," ucap Papa Ari.

__ADS_1


Azmia mengangguk sebagai jawaban.


Kenapa ya nasib cintaku selalu saja lewat perjodohan aku jadi merasa nggak laku, andai saja kamu setia Mas pasti aku tak akan seperti ini, batin Azmia..


__ADS_2