Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 339 Butik Y


__ADS_3

"Mi, temenin aku yuk ke butik!" Karina mengajak Azmia agar menemaninya ke butik.


"Baru juga duduk udah ngajakin pergi lagi. Kenapa tadi nggak sekalian saja pulang dari kampus. Memang mau ngapain ke butik, Rin?" tanya Azmia karena baru lima menit dia tiba di cafe tiba-tiba udah mau pergi lagi.


"Nanti juga tahu. Bentar aku telpon Melia dulu biar dia ikut sekalian," ujar Karina.


Azmia hanya mengangguk.


"Kita pergi berdua saja, Mi. Melia katanya nyusul langsung kesana sama Kak Derry," ujar Karina setelah menutup sambungan telponnya.


"Ok," balas Azmia.


"Nov, saya pergi dulu ya," pamit Azmia pada Novi sebelum dia keluar cafe.


"Iya, Mba," balas Novi.


Setelah berpamitan pada Novi. Azmia melangkah keluar cafe mengikuti Karina yang sudah lebih dulu berjalan keluar.


***


"Memangnya orang ngidam separah itu ya," ucap Alby.


"Lu, ngomong sama gue?" tanya Daffa.


"Ya iyalah kan kita cuma berdua masa iya gue ngobrol sama setan," jawab Alby.


"Oh, kirain. Memangnya kenapa sih?" tanya Daffa.

__ADS_1


"Gue kasihan sama Azmia. Ceritanya kan kemarin Nila pengen makan martabak lalu __." Alby menceritakan kejadian saat di rumah Bunda.


"Bini lu sedikit agar parah sih, masa iya muntah di depan Azmia, harusnya kan dia bisa ke kamar mandi. Kalau masalah martabak sih itu agak biasa ya, tapi seharusnya Nila makan sedikit untuk menghargai Azmia kasihan," balas Daffa.


"Nah, itu dia makanya gue masih kepikiran. Gue takut Revan marah," ucap Alby.


"Ya pastinya marah, suami mana yang nggak kesel bininya di gituan. Emang ya bini lu kagak ada tobat-tobatnya gue pikir udah tobat ternyata kagak," balas Daffa.


"Entahlah pusing. Sebagai suami gue bukan nggak mau mendidik istri, tapi kan lu tahu sifat Nila. Gue hanya bisa berdoa semoga Allah memberi hidayah pada Nila supaya sikapnya lebih baik lagi terhadap Azmia," ucap Alby karena sebagai manusia dia tidak mampu mengubah sikap hambanya tanpa kehendak Allah.


"Iya bener. Semoga saja kehadiran buah hati nanti bisa mengubah segalanya," balas Daffa.


"Amin." Alby mengaminkan doa Daffa.


****


"Rin, kita nggak salah kesini?" tanya Azmia saat Karina menghentikan langkahnya di depan butik gaun pengantin.


"Enggak," jawab Karina kemudian menarik tangan Azmia mengajaknya masuk ke dalam butik.


"Selamat datang di butik Y," sapa karyawan yang berada di dekat pintu.


Azmia dan Karina membalasnya dengan tersenyum ramah.


"Ada yang bisa saya bantu, Kak?" tanya salah satu karyawan.


"Mba, saya mau lihat-lihat gaun pengantin," jawab Karina.

__ADS_1


"Baik. Mari silakan, Kak!" Karyawan tersebut menyuruh Azmia dan Karina agar mengikutinya.


"Kakak ingin yang seperti apa?" tanya karyawan tersebut.


"Yang simpel saja, tapi terlihat elegan," jawab Karina.


"Ini adalah koleksi terbaru di butik kami, Kak." Karyawan tersebut memperlihatkan satu gaun yang terpajang di Maneken.


"Bagus, Rin," ucap Azmia.


"Boleh di coba nggak, Mba?" tanya Karina.


"Boleh, Kak," jawab Karyawan tersebut kemudian meminta bantuan pada salah satu karyawan lain agar membantunya menurunkan gaun tersebut.


Azmia dan Karina menunggu di ruang ganti.


"Kamu, harus jelasin ke aku, Rin," ujar Azmia kini mereka berdua duduk di kursi ruang ganti menunggu gaun yang akan di coba Karina.


"Nanti aku jelasin," balas Karina dengan tersenyum kecil.


"Astaghfirullah." Azmia menepuk jidatnya.


"Kenapa?" tanya Karina.


"Lupa belum bilang ke paksu," jawab Azmia.


"Kirain apaan gitu," ujar Karina.

__ADS_1


Azmia segera mengambil ponsel yang berada di tasnya. Setelah mendapat benda pipih tersebut Azmia segera menghubungi suaminya mengabarkan jika dia kini berada di butik.


__ADS_2