
Sesampainya di rumah Bunda Rita setelah memarkirkan mobil Azmia dan Karina keluar berjalan masuk ke dalam rumah mengikuti Bunda dari belakang.
"Assalamualaikum," ucap Azmia dan Karina.
"Wa'alaikumussalam," balas Bunda.
"Duduk, Sayang!" Bunda mempersilakan Azmia dan Karina agar duduk di sofa ruang tamu.
"Terima kasih, Bun," ucap Azmia kemudian duduk bersebelahan dengan Karina.
"Mba Lasmi, tolong buatkan minum buat kita!" ujar Bunda Rita pada Artnya.
"Baik, Nyonya," balas Mba Lasmi.
"Gimana kuliah kamu, Nak?" tanya Bunda.
"Alhamdulillah, Bun lancar," jawab Azmia.
"Sekarang kamu tinggal dimana?"
"Mia, tinggal di cafe, Bun," jawab Azmia.
"Kenapa tidak tinggal di rumah saja?"
"Mia tidak ingin merepotkan Mama dan Papa lagi, sudah cukup mereka menanggung beban selama ini," jawab Azmia. Dia nggak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada Bunda tentang kelakuan keluarga Pranata.
"Kamu memang wanita hebat, Sayang," ucap Bunda Rita. "Oh, iya kita makan bareng ya, kalian di sini saja dulu biar Bunda masakin menu spesial buat kalian berdua," lanjut Bunda.
"Biar Mia bantu, Bun." Azmia menawarkan diri untuk membantu Bunda karena nggak mungkin kan kita duduk manis sedangkan orang tua yang masak, ya meskipun Bunda Rita itu sudah jadi mertuanya, tapi bagi Bunda dan Azmia tidak ada kata menantu dan mertua yang ada Ibu dan anak.
"Baiklah, ayo!" ajak Bunda, beliau begitu senang saat Azmia bersedia membantunya.
Bukan hanya Azmia yang ikut ke dapur, Karina pun ikut.
"Kita masak apa ya?" tanya Bunda meminta pendapat yang lain.
"Boleh Mia lihat di kulkas, Bun?" Azmia meminta izin pada Bunda untuk melihat isi kulkas supaya dia tahu masak apa hari ini.
"Silakan, Sayang!" Bunda mempersilakan Azmia untuk melihat bahan-bahan masakan yang ada di kulkas.
"Ini ada ikan emas kita bikin pecak ikan aja gimana, Bun?" tanya Azmia.
"Kamu bisa masaknya sayang?" Bunda balik bertanya.
"Azmia jangan di ragukan lagi, Tan," sahut Karina.
"Benarkah?" tanya Bunda.
__ADS_1
"Bener, Bun. Mia, itu kalau libur kuliah nguprek mulu di dapur cafe, Bun nyoba-nyoba bikin menu yang lain," jawab Karina.
"Wah ... memang anak Bunda satu ini hebat banget," ucap Bunda Rita sambil mengangkat kedua jari jempolnya.
"Karina terlalu berlebihan, Bun," balas Azmia.
"Mba Lasmi boleh minta tolong ikannya di cuci dulu biar Mia yang bikin bumbunya," ucap Azmia.
"Siap, Non." Mba Lasmi mengambil ikan tersebut kemudian mencucinya.
Sedangkan Azmia mulai meracik bumbunya.
"Bunda duduk saja biar Mia yang masak," ucap Azmia saat Bunda ingin membantunya menyiapkan menu makanan mereka.
"Baiklah," balas Bunda. Bunda duduk di kursi makan bersama Karina.
Bagaimana Bunda tidak sedih saat harus melepas menantu seperti Azmia -- anaknya baik, mandiri, paket komplit pokonya.
Setelah bertempur selama satu jam di dapur kini menu masakan buatan Azmia sudah matang. Karina membantu Azmia menyajikan di meja makan.
"Wah ... aromanya udah bikin lapar nih," ucap Bunda saat semua masakan sudah tersaji di meja makan. Ada pecak ikan emas, tempe dan tahu goreng, acar timun dan wortel tak lupa kerupuk.
"Mari kita makan!" Bunda mempersilakan semua agar segera makan.
"Mba Lasmi, ayo ikut makan bareng!" ajak Bunda.
"Gimana, Bun rasanya?" tanya Azmia.
"Ini bener-bener enak banget, Sayang," jawab Bunda.
"Alhamdulillah, kalau Bunda suka kapan-kapan Mia bikinin lagi buat Bunda dan Ayah," ucap Azmia.
"Siap. Pasti Ayah lahab banget makannya," balas Bunda.
Saat mereka masih menikmati makan tiba-tiba ada suara orang di depan pintu.
"Biar Lasmi saja, Non yang bukain," ucap Mba Lasmi saat Azmia akan berdiri dari duduknya.
Beberapa menit kemudian Mba Lasmi kembali ke dapur. "Nyonya ada Den Alby di ruang tamu," ucap Mba Lasmi saat tiba di dapur.
"Iya, Mba," balas Bunda kemudian bergegas cuci tangan.
"Bunda tinggal dulu ya, Sayang," ucap Bunda Rita pada Azmia.
"Iya, Bun," balas Azmia karena dia juga sudah selesai makan Azmia segera merapikan meja makan di bantu Karina. Setelah itu dia mencuci piring serta perabotan yang tadi ia gunakan masak.
"Biar, Lasmi saja, Non." Cegah Lasmi saat Azmia ingin mencuci piring.
__ADS_1
"Sudah, tidak apa. Mba Lasmi bisa kerjakan yang lain saja," ucap Azmia.
"Baik, Non."
"Mba Lasmi tolong buatkan minum," ucap Bunda Rita sedikit teriak.
"Mi, Mba Lasmi kan di belakang," ujar Karina.
"Yaudah, biar aku saja yang bikinin kan cuma Mas Alby ini," balas Azmia. Setelah menyelesaikan cuci mencuci Azmia membuatkan minum dua gelas es jeruk kemudian dia antarkan ke ruang tamu.
"Bun, ini minumnya maaf Mia nggak tahu kalau ada tamu jadi cuma bawa dua," ucap Azmia sambil menaruh gelas di atas meja.
"Tidak apa. Mba Lasmi kemana kenapa kamu yang bikin minumnya?" tanya Bunda.
"Mba Lasmi sedang di samping rumah, Bun," jawab Azmia.
"Dia siapa, Tan?" tanya tamu tersebut.
"Ah, iya kenalin ini Azmia ma __." Ucapan Bunda tertahan karena Azmia menyahutnya lebih dulu.
"Azmia, sepupu Mas Alby," ucap Azmia sambil menerima uluran tangan tamu tersebut. Nggak mungkin dia berkata jujur karena jika dia bilang mantan istri takut pacar baru Alby cemburu atau gimana jadi lebih baik berbohong demi kebaikan bersama.
"Oh, kenalin gue Nila pacar Mas Alby," balas tamu tersebut.
"Salam kenal," ucap Azmia dengan tersenyum kecil.
Alby hanya diam membisu melihat pemandangan di depannya. Ada rasa sedih dalam hatinya saat melihat mantan istrinya bertemu dengan pacar barunya, entah kenapa Alby merasa ini belum saatnya Azmia harus bertemu Nila apalagi di depan Bundanya.
Niat Alby ingin memperkenalkan Nila pada Bunda, tapi ternyata di rumah Bunda malah ada Azmia.
"Bun, Mia ke belakang dulu ya," pamit Azmia.
Bunda hanya membalasnya dengan anggukan kepala karena mulutnya terasa berat untuk berkata, hatinya begitu sakit saat melihat Azmia bersalaman dengan Nila. Sedih itu yang beliau rasakan saat ini. Menantu harapannya harus tergantikan.
"Mi, kamu nggak apa?" tanya Karina saat melihat Azmia kembali ke dapur.
"Enggak. Kita ke gazebo aja yuk, Rin!" ajak Azmia.
"Kamu cemburu?" tanya Karina sambil berjalan menuju gazebo yang ada di samping rumah.
"Cemburu sama siapa?" Azmia balik bertanya.
"Perempuan yang ada di ruang tamu," jawab Karina. Karina tadi sempat mengintip saat Azmia mengantarkan minum ke ruang tamu.
"Ngapain harus cemburu kan aku dan Mas Alby sudah masing-masing, Rin. Lagi pula udah biasa kali begitu," ucap Azmia.
"Iya, juga sih," balas Karina, tapi dia merasa pasti adalah rasa nyeri dalam hati meskipun dia sudah mantan suami karena laki-laki itu pernah mengisi hatinya.
__ADS_1