Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 89 Kepulangan Azmia


__ADS_3

Setelah puas berlibur, refreshing otak Azmia dan ketiga sahabatnya kembali kota asalnya. Azmia meminta Derry mengantarkannya ke rumah Alby.


"Terima kasih," ucap Azmia sambil membuka pintu mobil.


"Sama-sama, Mi," balas mereka bertiga.


"Bye ...." Mereka saling melambaikan tangannya dada. Setelah mobil Derry tak terlihat Azmia berjalan masuk kedalam.


"Assalamualaikum," ucap Azmia saat masuk kedalam rumah.


"Wa'alaikumussalam," balas Alby yang sedang berada di dapur mengambil air minum.


"Mas, kamu sudah pulang? sejak kapan?" tanya Azmia berjalan menghampiri Alby di dapur menyalami Alby selayaknya suami istri.


"Kemarin. Kamu dari mana?" tanya Alby.


"Membahagiakan diri, biar nggak stress, Mia kan masih muda, masih banyak yang ingin Mia capai jadi keluar sebentar untuk refreshing sekalian mengisi liburan kuliah," jawab Azmia.


"Kenapa tidak bilang atau menunggu Mas pulang?"


Azmia tersenyum getir. "Menunggu? Mas saja tidak perduli padaku untuk apa Mia harus menunggu," ucap Azmia ingin rasanya dia mengungkapkan semua isi hatinya, di dalam rasanya sudah tak sanggup lagi untuk menampung jeritan hati.


"Mas peduli padamu sayang, Mas kan sudah bilang akan selalu membahagiakan kamu," balas Alby.


"Bahagia, sepertinya kata-kata itu tidak cocok buatku," sindir Azmia.


"Kamu sebenarnya kenapa sih, Sayang?" Alby yang merasa ada yang dengan Azmia pergi tanpa pamit, pulang marah-marah.


"Mia tak apa mungkin hanya terlalu lelah, lelah dengan semua kebohongan orang yang sudah Mia percaya, kepercayaan, ketulusan Mia hanya di anggap sebagai mainan, mungkin memang dia selalu menganggap Mia hanyalah sebuah boneka yang bisa di mainkan di sayang jika dia berada di sampingnya, di buang jika dia memiliki mainan baru," jelas Azmia.


"Mas semakin tak mengerti apa maksud kamu," ujar Alby.


"Jika Mas tidak mengerti, Mas cukup dengarkan saja. Oh, iya Mas waktu itu dinas di luar kota sama Kak Daffa?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Iya, ada rapat dadakan karena perusahaan cabang sedang ada masalah," jawab Alby. "Memangnya kenapa, Sayang?" tanya Alby.


"Tidak apa. Mungkin waktu itu Mia salah lihat," jawab Azmia.


"Memangnya kamu melihat siapa?" tanya Alby.


"Melihat Mas Alby di Rumah Sakit Cendana di ruang melati nomor 2, tapi saat itukan Mas Alby bilang sedang di luar kota jadi mungkin Mia salah lihat," jawab Azmia.


Deg


Alby langsung terkejut saat mendengar jawaban Azmia.


"Iya, mungkin kamu salah lihat, Sayang," ujar Alby.


'Terus saja kamu berbohong padaku Mas, sampai kapan kamu bertahan dengan kebohongan mu,' batin Azmia.


"Iya," balas Azmia.


"Mia masuk kamar dulu ya, Mas," pamit Azmia.


Setelah berpamitan pada Alby, Azmia berjalan meninggalkan dapur melangkahkan kakinya menuju kamar. Sesampainya di kamar Azmia langsung menaruh tas, kemudian masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri serta berganti pakaian santai.


Selesai ritual Azmia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


***


Di dapur Alby duduk di kursi sambil memikirkan ucapan Azmia tadi yang sempat mengganggu pikirannya.


'Apa Azmia tahu semuanya, bagaimana ini apa harus terus berbohong apa sebaiknya aku berkata jujur,' batin Alby. Pusing dengan pikirannya sendiri akhirnya Alby memilih untuk menyusul Azmia masuk ke kamar.


"Kamu belum tidur, Sayang?" Alby masuk ke dalam kamar langsung menghampiri Azmia yang sudah rebahan di kasur. Alby duduk di atas kasur bersandar di kepala ranjang.


"Sayang, akhir pekan kita liburan bareng yuk!" ajak Alby membuka obrolan.

__ADS_1


"Mia lagi banyak kerjaan Mas," balas Azmia.


"Apa kamu tidak ingin liburan bareng bersama ku?" tanya Alby.


"Tidak," jawab Azmia dengan jujur dari lubuk hati yang paling dalam rasanya ingin mencakar-cakar wajah Alby masih saja sok manis.


"Kamu lihat apa sih sayang?" tanya Alby karena Azmia sangat fokus dengan ponselnya.


"Ini, Mas ada berita gara-gara suami berbohong bilang ke istrinya pergi ke luar negeri eh ... ternyata sang suami sedang berada di rumah sakit jagain mantannya yang sakit, tanpa sepengetahuan sang suami si istri mengetahui ke bohongan suaminya terus keesokan harinya si istri langsung pergi ke pengadilan agama. Kasihan istrinya selalu saja di kecewain sang suami. Kalau aku jadi si istri pasti akan melakukan hal yang sama untuk apa mempertahankan rumah tangga jika suami tidak bisa menghargai sang istri lebih baik bercerai agar bisa bebas dari belenggu sakitnya penghianatan." Azmia bercerita panjang kali lebar.


Alby terdiam saat mendengar cerita Azmia. Ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya, Alby berpikir bahwa Azmia seperti menyindir dirinya.


"Masa hanya masalah itu sang istri langsung menceraikan sang suami kan kasihan suaminya, apa tidak ada kesempatan kedua bagi sang suami?" timpal Alby.


"Jika sebuh ketulusan dan kepercayaan itu hanya di anggap permainan untuk apa di pertahankan. Mungkin sang istri sudah lelah karena terlalu banyak goresan luka yang di berikan sang suami," ucap Azmia.


"Apa tidak ada solusi lain selain perceraian?" tanya Alby. Pertanyaan yang seakan mewakili dirinya.


"Mungkin memang sudah tidak ada solusi lain karena percuma jika sang istri bertahan, jika sang suami terus saja bermain di belakang. Istri juga manusia yang memiliki perasaan dan batas kesabaran," balas Azmia.


"Namun, suami pasti punya alasan melakukan itu?"


"Iya, itu pasti, tapi, bukankah setiap rumah tangga itu harus saling terbuka satu sama lain," ujar Azmia.


"Iya juga sih, tapi ya sudahlah, Sayang itu kan urusan mereka lebih baik sekarang kita tidur saja yuk!" ucap Alby.


Azmia mengangguk kemudian memiringkan tubuhnya membelakangi Alby.


'Apa kamu takut jika ketahuan Mas. Baiklah sekarang memang kamu belum ingin berkata jujur, maka besok kita akan lanjutkan kembali sandiwara mu Mas. Ya Robb maafkan hamba jika harus menyerah, aku tahu jika perceraian hal paling Engkau benci, tapi hamba sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Mas Alby yang terus saja membohongi Mia, menggoreskan luka di hati Mia. Mia hanya manusia biasa ya Robb yang tidak memiliki stok kesabaran,' batin Azmia.


'Kenapa aku merasa ucapan mu begitu dari hati, apa kamu memang mengetahui semuanya. Maafkan Mas, Mia karena harus berbohong padamu, Mas takut kehilanganmu, tapi Mas juga tidak bisa menolak permintaan Papa. Ya Allah, maafkan hamba mu ini karena selalu menyakiti hati titipan mu, padahal tanpa ku meminta Engkau sudah memberikan ku istri yang Sholehah, tapi aku menyia-nyiakannya. Ya Robb jika memang kita berjodoh semoga ada jalan terbaik buat kita berdua agar tidak ada perpisahan,' batin Alby.


Setelah lelah dengan pikirannya masing-masing mereka pun terlelap dalam tidurnya dengan posisi saling membelakangi.

__ADS_1


Saling terbuka, komunikasi, percaya, setia, menghargai itu adalah hal paling penting dalam rumah tangga.


__ADS_2