
"Al, nanti malam cafe yuk!" ajak Daffa.
"Memangnya Mia udah pulang?" tanya Alby.
"Sudah beberapa hari yang lalu, tapi hari ini mereka baru mulai buka kembali," jawab Daffa.
"Ok, nanti gue ikut pulang lu," ucap Alby.
"Etdah, Al. Gue bukan emak lu, ngintilin gue mulu," balas Daffa.
"Elah, lu kan sahabat plus asisten gue, jadi wajar dong Bos ikut asisten," ujar Alby.
"Kebalik Bambang yang ada tuh Asisten ngikutin bosnya, tapi kalau gue sih ogah ngikutin lu," balas Daffa.
"Sue lu, dah sana ke ruangan lu siapin tuh buat meeting sama petinggi nanti jam sepuluh," ucap Alby.
"Iya-iya," balas Daffa kemudian berdiri dari duduknya berjalan keluar ruangan Alby.
***
"Oh, iya, Rin, Mel. Nanti malam ngumpul ya di cafe lovely," ucap Azmia.
"Ada acara apa, Mi?" tanya Melia.
"Perpisahan Kak Devan," jawab Azmia.
"Memangnya calon imam mau kemana?" tanya Karina sambil memasang wajah sedih.
"Kak Devan akan melanjutkan studinya sekalian Papa menyuruh Kak Devan untuk mengurus perusahaan yang ada di kota X," jelas Azmia.
"Hua ... berapa lama disana?" hanya Karina yang terus saja mengajukan pertanyaan.
"Lumayan lama paling sekitar empat sampai lima tahun," jawab Azmia.
"Keburu tua dong aku," ucap Karina.
"Terserah kamu ajalah, Rin." Azmia dan Melia tertawa melihat wajah melas Karina.
***
Malam hari
Azmia sudah menyiapkan tempat khusus buat acara perpisahan Devan.
__ADS_1
Azmia sengaja membuat acara di luar cafe supaya tidak menggangu para pengunjung.
Azmia, Karina serta Angga sudah siap menyambut kedatangan yang lain.
"Kenapa, Kak Devan harus pergi sih?" lirih Karina.
"Patah hati," balas Angga.
"Karina masih setia di sini kok," ujar Karina.
"Bukan sama lu, Maemunah," balas Angga sambil menjitak kening Karina.
"Sakit, Bang," keluh Karina.
"Makanya jangan berhalu," balas Angga.
Azmia hanya tertawa melihat tingkah Abang sama sahabatnya.
Tidak lama kemudian Melia dan Derry datang. Setelah memarkirkan mobilnya mereka langsung menghampiri Azmia serta yang lain.
"Selamat malam," sapa Melia dan Derry bersama.
"Malam juga, duduk, Mel, Kak!" Azmia mempersilakan Melia dan Derry untuk duduk bergabung dengan Karina dan Angga karena duduknya lesehan supaya lebih seru.
Mereka berlima mengobrol ngalur ngidul entah apa yang di obrolin hanya mereka yang tahu.
"Wih ... udah pada datang semua nih," ucap Devan saat melihat semua orang sudah berkumpul hanya dia dan Ali yang baru datang.
"Mari silakan duduk!" Azmia mempersilakan Devan dan Ali agar bergabung bersama mereka.
"Pak Devan beneran mau pergi?" tanya Karina.
"Iya, memangnya kenapa?" Devan balik bertanya.
"Terus nasib ku gimana dong?"
"Lha memangnya kamu kenapa, Rin?" Devan yang tak mengerti dengan ucapan Karina.
"Pak Devan telah mematah-matahkan hati Karin hingga menjadi serpihan debu," ucap Karina.
"Setelah itu di sapu terus di buang ke tempat sampah," sambung Devan.
"Pak Devan, ih ...." Karina yang kesal memasang wajah cemberut.
__ADS_1
"Sudahlah jangan drama, makan mana makan? laper nih," ucap Devan.
"Sebentar biar Mia yang mengambil makanan untuk kalian semua," ujar Azmia kemudian berdiri dari duduknya berjalan menuju ke dapur. Saat masuk pintu utama tiba-tiba ada seseorang yang menggenggam tangannya dari belakang.
Reflek Azmia yang terkejut ingin berteriak, tapi ada himbauan terlebih dahulu. "Assalamualaikum," ucap seseorang tepat di telinga Azmia.
Azmia yang mengenal betul dengan suara itu pun langsung menoleh. "Mas," ucap Azmia sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Alby.
"Salamnya di jawab dulu dong," ujar Alby.
"Wa'alaikumussalam," balas Azmia.
"Maaf." Alby melepaskan genggaman tangannya.
"Bisa berbicara sebentar?" pinta Alby.
"Maaf, Mas malam ini Mia sedang ada acara," balas Azmia.
"Baiklah, besok Mas akan datang lagi ke sini, tapi kamu harus janji pada Mas, jika kamu bersedia meluangkan waktu sebentar saja untuk kita berdua ngobrol," ucap Alby.
"Insya'Allah Mia usahakan, tapi nggak janji," balas Azmia.
Karena lama Azmia tak kunjung datang Ali pun mencoba untuk menyusul Azmia.
"Daffa," sapa seseorang yang akan masuk ke dalam cafe.
"Ardian," balas Daffa.
Mendengar ada suara seseorang Alby dan Azmia menoleh ke belakang. "Pak Ali," ucap Azmia.
"Ardian," sambung Alby.
"Apa kabar lu?" tanya Ali pada Alby. Mereka saling sapa dengan gaya orang laki-laki.
"Alhamdulillah, gue baik. Lu ngapain di sini?" tanya Alby pada Ali.
"Gue sedang ada acara bareng Azmia," jawab Ali.
"Kalian saling kenal?" tanya Alby.
"Iya, Azmia adalah mahasiswi gue," jawab Ali.
Alby terdiam mendengar jawaban Ali.
__ADS_1
"Mi, sudah di tungguin yang lain," ucap Ali.
"Astaghfirullah." Azmia menepuk jidatnya gara-gara mantan suaminya dia jadi lupa mau ngambil makanan. "Baik, Pak tunggu sebentar," balas Azmia kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur.