
Sesuai dengan janjinya setelah kelas selesai. Azmia dan Karina menunggu Ali di parkiran.
"Maaf lama, tadi ada urusan sebentar," ucap Ali saat tiba di parkiran.
"Tidak apa," balas Azmia.
"Ya sudah kita langsung jalan sekarang," ucap Ali.
"Siap, Pak," balas Karina. Setelah itu mereka masuk ke mobil masing-masing. Azmia satu mobil dengan Azmia sedangkan Ali membawa mobil sendiri.
Mobil Ali jalan di depan sebagai petunjuk jalan. Sedangkan mobil Karina berada tepat di belakang mobil Ali.
"Mi, memangnya kamu sudah pernah kerumah, Pak Ali?" tanya Karina.
"Sudah sekali," jawab Azmia.
"Kapan kok aku nggak tahu?" tanya Karina.
"Waktu kamu nggak masuk kuliah, pulangnya aku di anterin pak Ali karena Melia juga izin," jawab Azmia.
Azmia memang belum bercerita pada Karina soal dia di ajak ke rumah Ali.
"Memangnya kamu nggak bawa motor?" tanya Karina. Dia tidak mengetahui jika setelah kepergiannya Ardiaz datang ke cafe.
"Enggak boleh Kak Diaz, jadi aku berangkat di anterin dia," jawab Azmia.
"Kamu minta di jemput Kak Diaz?" tanya Karina.
"Ih ... nggak mungkinlah. Awalnya aku mau naik motor cuma pas tiba di parkiran tiba-tiba mobil Kak Diaz sudah ada di depan gerbang cafe," jawab Azmia.
__ADS_1
"Oh, terus kenapa nggak minta jemput ke Kak Diaz?" tanya Karina.
"Baru di anterin aja aku udah di tegur, bagaimana di jemput bisa di tarik paksa aku," jawab Azmia.
"Siapa yang marah?"
"Pak Dosen," jawab Azmia.
"Maksudnya pak Ali?"
"Iya," balas Azmia.
Obrolan mereka harus terhenti karena telah tiba di tempat tujuan yaitu rumah Ali.
Setelah memarkirkan mobilnya Azmia dan Karina berjalan di belakang Ali.
"Assalamualaikum," ucap Ali sambil membuka pintu berjalan masuk ke dalam.
"Kamu sudah pulang?" tanya Mama Iren.
"Iya, Ma, tapi Ali tidak pulang sendiri. Coba tebak Ali pulang sama siapa?" tanya Ali.
"Kamu kan kalau pulang sendiri terus, Li," jawab Mama Iren.
"Namun, kali ini beda, Ma. Mama tutup mata dulu, jangan buka dulu kalau Ali belum nyuruh buka," ucap Ali memberi instruksi pada Mamanya.
"Ok, baiklah." Mama Iren mulai menutup mata dengan kedua telapak tangannya.
Setelah Mama Iren menutup mata Ali mulai bertepuk tangan sekali kemudian masuklah Azmia dan Karina.
__ADS_1
** Tadi saat tiba di depan pintu Ali menyuruh Azmia agar menunggu di depan terlebih dahulu, hingga dia memberikan instruksi masuk, barulah Azmia dan Karina boleh masuk ke dalam rumah.
Ali berniat memberikan surprise untuk Mamanya yang menginginkan Azmia datang berkunjung ke rumahnya lagi. **
Setelah berada di dalam ruang tamu Azmia berdiri tepat di depan Mama Iren.
"Ma, siap-siap ya, hitungan ke tiga baru Mama buka mata," ucap Ali memberikan instruksi pada Mamanya.
"Sat ... tu, du ... a, dua setengah, ti ... ti ... ga," ucap Ali. Setelah Ali selesai menghitung Mama Irana perlahan mulai membuka mata.
"Masya'Allah," ucap Mama Iren saat melihat Azmia berdiri di depannya dengan tersenyum manis. Kemudian beliau memeluk Azmia.
Azmia membalas pelukan Mama Irana.
Ya Allah perasaan apa ini kenapa terasa begitu hangat sangat aku berada dalam pelukannya, batin Azmia masih dalam dekapan Mama Iren.
Sesaat kemudian Mama Irana melepaskan pelukannya kemudian mempersilakan Azmia dan Karina duduk di sofa ruang tamu.
"Tante apa kabar?" tanya Azmia mulai membuka obrolan.
"Alhamdulillah baik, Nak," jawab Mama Iren
"Apa kamu juga mahasiswi Ali, Nak?" Mama Iren bertanya pada Karina.
"Iya, Tan. Namanya saya Karina sahabat Azmia," jawab Karina.
"Pantas saja Ali betah jadi dosen mahasiswinya cantik-cantik," ucap Mama Iren sambil tertawa kecil.
"Ma," lirih Ali malu karena ucapan Mamanya.
__ADS_1
Mereka pun jadi tertawa bersama.
Apa Mama juga merasakan apa yang aku rasakan, batin Ali saat melihat Azmia dan Mamanya ngobrol serta bercanda bareng. Mereka berdua sepertinya sangat dekat sekali padahal baru dua kali ketemu.