
"Al, hari ada meeting jam satu," ucap Daffa.
"Lu gantiin gua saja," balas Alby dengan entengnya.
"Gua lagi gua lagi nasib jadi bawahan begini," keluh Daffa.
"Mas, kerja saja, Mia tidak apa-apa di sini banyak yang jagain Mia. Nanti selesai meeting kesini lagi," ujar Azmia.
"Aku nggak mau sayang pokoknya aku nggak akan pergi ke kantor, nanti kamu pergi ninggalin aku lagi," balas Alby dengan manjanya, dia seakan lupa bahwa disitu banyak orang yang memandangi dirinya.
"Mas, Mia nggak akan pergi kemana-mana." Azmia meyakinkan Alby. Bagaimana dia mau pergi badannya saja masih lemas, tangan di infus nggak mungkin kan dia pergi bawa-bawa infusan, nanti di kira orang kabur dari rumah sakit karena nggak bisa bayar biaya rumah sakit.
"Kemarin kamu juga bilang begitu, tapi kenyataannya kamu pergi ninggalin Mas," balas Alby.
"Itu beda, Mas," ucap Azmia. Saat itu keadaan yang mengharuskan dia pergi.
"Ap __." Ucapan Alby harus tertunda karena tiba-tiba dokter datang.
"Selamat pagi," sapa dokter saat masuk.
__ADS_1
"Pagi dok," balas mereka. "Om Andi," ucap Alby.
"Alby. Siapa yang sakit, Al?" tanya Dokter Andi sambil berjalan menghampiri Azmia memeriksa keadaan Azmia.
"Istri, Om," jawab Alby.
"Apa ... istri," sahut Karina, Melia, dan Derry dengan kompak. Mereka bertiga dibuat terkejut dengan pernyataan Alby.
Azmia terdiam membisu. 'Habis deh Aku, ah ... mungkin memang sudah saatnya mereka tahu,' batin Azmia.
"Lho ada apa ini?" Dokter Andi yang terkejut dengan teriakan para sahabat Azmia.
"Tidak apa, dok. Kami hanya terkejut saja," jawab Karina.
"Bagaimana keadaan Azmia, Om?" tanya Alby.
"Alhamdulillah, semua sudah baik, kemungkinan besok sudah bisa pulang," jawab Dokter Andi.
"Alhamdulillah, terima kasih, Om," ucap Alby.
__ADS_1
"Sama-sama, jaga dia selalu jangan sampai dia stress." Dokter Andi menasehati Alby.
"Siap, Om," balas Alby dengan tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, silakan di lanjut obrolannya." Setelah memeriksa Azmia Dokter Andi pamit keluar ruangan. Beliau keluar di antar Alby, sambil mengobrol.
"Mia, jelasin ke kita," ucap Karina dengan tegas.
"Mi, apa ucapan orang tadi benar? apa benar kamu istrinya? kalau memang benar kapan kalian menikah, kenapa kita tau, kenapa kamu nggak kasih tahu ke kita, kenapa kamu tidak jujur pada kita, apak kamu sudah tidak menganggap kita teman?" cerocos Melia tanpa jeda tatapannya seakan penuh dengan kekecewaan karena Azmia tidak pernah cerita pada mereka.
"Maaf." Hanya itu yang keluar dari mulut Azmia.
"Horor banget emak-emak," lirih Daffa saat melihat tatapan mata Karina dan Melia.
"Sabar, Mel. Azmia pasti punya alasan kenapa dia tidak cerita dengan kalian, jangan membuatnya terpojokkan lebih baik kita sama-sama dengarkan penjelasan Azmia," ucap Derry menengahi.
"Maaf, maafkan aku, bukan aku tidak ingin memberi tahu pada kalian, tapi aku belum siap untuk menceritakan semuanya, aku masih mencari waktu yang tepat untuk bercerita pada kalian," ujar Azmia dengan mata berkaca-kaca. Dia merasa bersalah karena tidak memberi tahu sahabatnya dari awal.
"Biar saya yang menjelaskan pada kalian," sahut Alby saat kembali masuk ke dalam ruangan setelah tadi keluar bersama dokter Andi.
__ADS_1
"Mas," lirih Azmia.
"Tak apa, Mi," balas Alby.