Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 328


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Azmia dan Revan sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumussalam," balas Bunda.


"Kalian sudah pulang," ucap Bunda Rita.


"Iya, Bun." Azmia menghampiri Bunda Rita yang duduk sofa ruang tamu menyalami mertuanya.


"Mba Lasmi," panggil Revan.


"Iya, Den," balas Mba Lasmi menghampiri Revan yang berada di ruang tamu.


"Ini nanti di sajikan di meja makan ya untuk makan malam," ucap Revan sambil memberikan dua kantong plastik pada Mba Lasmi.


"Baik, Den," balas Mba Lasmi setelah menerima kantong plastik tersebut.


"Itu apa, Sayang?" tanya Bunda pada Azmia.


"Sedikit makanan untuk makan malam, Bun, tapi maaf Mia nggak bisa ikut makan malam bareng karena ada orang yang akan datang ke rumah," jawab Azmia.


"Siapa?" tanya Bunda.


"Tukang tenda, Bun, beliau ingin mengukur lokasi supaya nanti bisa di sesuaikan pemasangan tendanya," jawab Azmia.


"Oh, gitu, ok deh nggak apa," ucap Bunda pasrah.


"Kalian sudah pulang," ucap Alby saat melihat Azmia dan Revan berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Iya, Mas, tapi kami ingin pamit," balas Revan.


"Pamit mau kemana baru juga sampai kan?" tanya Alby.


"Kami ingin pulang, Mas karena ada tamu," jawab Revan.


"Oh," ujar Alby.


"Mia ke kamar sebentar ya, Kak," ucap Azmia.


"Ikut," balas Revan.


"Yaelah, cuma ke kamar saja di ikutin nggak akan ada yang ngambil," celetuk Alby.


"Kalau yang ngambil memang nggak ada, tapi kalau yang ngincer ada," balas Revan kemudian mengejar Azmia yang sudah lebih dulu berjalan ke kamar.


Bunda tertawa kecil mendengar ucapan Revan.


"Itu sinetronnya lucu," jawab Bunda berbohong.


"Azmia sama Revan kenapa buru-buru pulang, Bun?" tanya Alby.


"Entahlah, mungkin ada yang bikin mereka nggak betah di sini," jawab Bunda.


"Ah, sudahlah lebih baik sekarang kamu fokus sama rumah tangga mu. Nila dimana?" tanya Bunda.


"Ada di kamar," jawab Alby.

__ADS_1


Setelah mendapat barang yang di cari Azmia dan Revan keluar kamar menuju lantai bawah berpamitan pada Bunda dan Alby.


"Kalian hati-hati ya," ucap Bunda.


"Iya, Bun. Assalamualaikum," ucap Azmia sebelum masuk ke dalam mobil.


"Wa'alaikumussalam," balas Bunda.


"Apa tadi terjadi sesuatu?" tanya Revan membuka obrolan sambil menyetir perjalanan menuju ke rumah mereka, karena tadi Azmia belum menceritakan apa yang terjadi hingga di pergi ke cafe sampai sore tanpa ijin pula.


"Biasalah, Kak hanya salah paham. Dari pada ribut lebih baik Mia tinggal pergi saja," jawab Azmia.


"Siapa yang salah paham, Mba Nila?" tanya Revan.


"Iya," jawab Azmia.


"Kenapa dia?" tanya Revan.


"Dia pikir Mia masih ada hubungan dengan Mas Alby __." Azmia menceritakan semua yang terjadi tadi pagi.


"Tuh orang memangnya sejak dulu kalau ngomong suka asal jeplak." Revan yang kesal setelah mendengar cerita Azmia.


"Makanya Kakak bilang ke Mas Alby supaya kasih tahu pada Mba Nila. Mia nggak mau Mba Nila terus menyalakan Mia," ujar Azmia.


"Baiklah, nanti Kakak telpon Mas Alby," balas Revan.


"Kenapa ya, Mia tuh merasa kalau Mba Nila tuh nggak suka sama Mia, padahal kan Mia nggak pernah nyari masalah sama dia," ujar Azmia yang merasa heran dengan sikap Nila.

__ADS_1


"Abaikan sajalah, Dek. Mungkin dia ngiri sama kamu yang lebih dari segalanya," balas Revan.


"Enggak gitu juga kali, Kak." Azmia yang merasa dirinya juga bukan siapa-siapa tanpa orang-orang yang menyayanginya.


__ADS_2